Top 3: Kenaikan Bayaran AS ke Korsel Hingga Terkuaknya Budak Seks Tentara Jepang

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 08 Des 2019, 09:37 WIB
Diperbarui 08 Des 2019, 23:14 WIB
Hari Thanksgiving, Trump Tengok Tentara AS di Afghanistan

Liputan6.com, Jakarta Tak ada habisnya, AS memang memiliki tensi tegang dengan sejumlah negara termasuk Korea Selatan. Kali ini, sebagai dampak dari tegangnya hubungan kedua negara, pihak AS meminta bayaran hingga lima kali lipat jika pihak Korsel menginginkan adanya pasukan tentara AS di negaranya. Hal tersebut diperparah dengan kedekatan antara Korsel dengan China, yang di mana membuat pihak AS menjadi semakin geram. Informasi tersebut menjadi yang paling populer di kanal Global Liputan6.com edisi Minggu, 8 Desember 2019. 

Berita menarik lainnya datang dari kabar dugaan temuan jasad warga negara Indonesia di dalam perut seekor buaya di Malaysia. WNI tersebut memang dilaporkan menghilang beberapa waktu sebelum jasadnya ditemukan dalam perut buaya. 

Tak kalah mencuri perhatian, terkuaknya fakta mengenai permintaan tentara Jepang akan adanya budak seks ternyata cukup menghebohkan. Dalam sebuah dokumen, ditemukan fakta bahwa setiap budak seks akan melayani setidaknya 70 tentara. 

Simak ketiga artikel paling populer di kanal Global Liputan6.com edisi Minggu, 8 Desember 2019:

2 dari 4 halaman

1. Tensi Tegang, AS Minta Bayaran Lima Kali Lipat untuk Tentaranya di Korsel

Presiden AS Donald Trump (AP PHOTO)
Presiden AS Donald Trump (AP PHOTO)

Pakar Korea yang berbasis di Washington, DC akan mengamati dengan seksama putaran pembicaraan berikutnya tentang pembagian biaya pertahanan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Para pakar itu khawatir bahwa ketegangan yang terjadi pada aliansi itu mungkin akan menjadi durian runtuh bagi musuh-musuh Amerika. Demikian dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (6/12/2019).

Perundingan dijadwalkan dilanjutkan di Ibu Kota Korea Selatan pada akhir bulan ini. Seoul menunjukkan sedikit kesediaannya untuk menerima permintaan AS, yaitu membayar lima kali lipat, dari $1 miliar menjadi $5 miliar per tahun, untuk mempertahankan sekitar 28.500 tentara AS di wilayahnya.

Putaran keempat perundingan berakhir Rabu 4 Desember di Washington tanpa ada tanda-tanda kesepakatan dari kedua pihak.

Kekhawatiran ini diperparah oleh kemungkinan hubungan yang lebih dekat antara Korea Selatan dan China. Menteri Luar Negeri China Wang Yi berada di Seoul pekan ini untuk pembicaraan tingkat tinggi, yang bisa membuka jalan bagi kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Korea Selatan.

Baca Selengkapnya...

3 dari 4 halaman

2. Jasad Manusia Diduga WNI Ditemukan di Perut Buaya Malaysia

Binatang Buas Buaya
Ilustrasi Foto Buaya (iStockphoto)

Seekor buaya berukuran panjang 4,2 meter ditembak mati di sungai yang mengalir melalui perkebunan di Distrik Ulu Suai, Sarawak utara.

Tim aksi Sarawak Forestry Corporation (SFC) wildlife memburu reptil itu dengan bantuan polisi dan penduduk desa. Tulang manusia dan sisa-sisa pakaian ditemukan di dalam perut buaya yang diangkut keluar dari sungai Jumat 7 Desember 2019 malam waktu setempat.

Seekor buaya berukuran panjang 4,2 meter ditembak mati di sungai yang mengalir melalui perkebunan di Distrik Ulu Suai, Sarawak utara.

Tim aksi Sarawak Forestry Corporation (SFC) wildlife memburu reptil itu dengan bantuan polisi dan penduduk desa. Tulang manusia dan sisa-sisa pakaian ditemukan di dalam perut buaya yang diangkut keluar dari sungai Jumat 7 Desember 2019 malam waktu setempat.

Baca Selengkapnya...

4 dari 4 halaman

3. Terkuak, Tentara Jepang Minta 1 Budak Seks untuk Layani 70 Prajurit

Prosesi Penobatan Kaisar Jepang Naruhito
Kaisar Naruhito berpidato ketika Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe terlihat selama upacara penobatan di Istana Kekaisaran, Tokyo, Jepang, Selasa (22/10/2019). Naruhito resmi menjadi Kaisar Jepang setelah melalui ritual penobatan. (Issei Kato/Pool Photo via AP)

Dokumen terbaru menunjukan bahwa Tentara Kekaisaran Jepang meminta pemerintahan mereka untuk menyediakan jatah satu budak seks atau budan seks (jugun ianfu) bagi tiap 70 prajurit.

Dilaporkan South China Morning Post, Sabtu (7/12/2019), fakta baru ini diuak oleh kantor berita Kyodo di Jepang setelah memeriksa dokumen-dokumen zaman perang. Hal ini memperkuat dugaan bahwa fenomena budak seks memang diketahui pemerintah Jepang.

Baca Selengkapnya...

Lanjutkan Membaca ↓