Top 3: 629 Perempuan Pakistan Korban Pengantin Pesanan Jadi Sorotan

Oleh Liputan6.com pada 05 Des 2019, 10:00 WIB
Diperbarui 05 Des 2019, 11:54 WIB
ilustrasi cincin pernikahan.

Liputan6.com, Jakarta - Seperti hal yang pernah terjadi di Indonesia, menjelang akhir tahun, kasus pengantin pesanan kembali terkuak dan pelakunya berasal dari negara yang sama.

Laporan Human Rights Watch menyebut perdagangan pengantin tak hanya terjadi di Pakistan atau Indonesia, melainkan negara-negara berkembang di Asia Tenggara, Timur, dan Utara, seperti Myanmar, Kambodja, Laos, Vietnam, Korea Utara, dan Nepal.

Informasi ini menjadi yang paling populer di kanal Global Liputan6.com edisi Kamis, 5 Desember 2019.

Artikel menarik selanjutnya mengenai harimau India yang melakukan perjalanan terpanjang dengan jarak 1.300 km (807 mil) dalam lima bulan. Harimau yang dilengkapi dengan radio itu, meninggalkan rumahnya di suaka margasatwa negara bagian barat Maharashtra pada Juni 2019.

Berita menarik lainnya mengenai pria Jepang yang ditangkap oleh Polisi Metropolitan Tokyo karena menelepon perusahaan telepon sebanyak 24.000 kali. Terkadang ia memanggil saluran layanan pelanggan perusahaan hanya untuk segera menutup telepon kembali.

Simak ketiga artikel paling populer di kanal Global Liputan6.com edisi Kamis, 5 Desember 2019:

2 dari 4 halaman

1. Setelah Indonesia, 629 Perempuan Pakistan Jadi Korban Pengantin Pesanan di China

Ilustrasi perdagangan manusia.
Ilustrasi perdagangan manusia. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Pada pertengahan 2019, kasus pengantin pesanan terkuak di Indonesia. Sebanyak 29 perempuan Indonesia menjadi korban untuk dijual ke China. Jelang akhir tahun, kasus pengantin pesanan kembali terkuak dan pelakunya berasal dari negara yang sama.

629 korban tersebut berasal dari skema perdagangan manusia sejak 2018. Tragisnya, kasus ini justru digelapkan oleh oknum pemerintah karena takut kasus ini mengganggu hubungan antara Pakistan dan China yang menguntungkan.

 

 

Baca selengkapnya...

3 dari 4 halaman

2. Cari Mangsa hingga Jodoh, Harimau India Lakukan Perjalanan Terpanjang

Seekor harimau telah menempuh jarak 1.300 km (807 mil) dalam lima bulan.
Seekor harimau telah menempuh jarak 1.300 km (807 mil) dalam lima bulan. (Liputan6.com/BBC)

Seekor harimau telah melakukan perjalanan dengan menempuh jarak 1.300 km (807 mil) dalam lima bulan. Perjalanan ini adalah terpanjang yang pernah tercatat di India. 

Harimau yang disebut C1, adalah salah satu dari tiga anak jantan yang lahir dari T1, seekor harimau betina di suaka margasatwa Tipeshwar, rumah bagi 10 harimau di negara bagian Maharashtra. 

Ia dilacak bepergian bolak-balik dari pertanian, air dan jalan raya, hingga ke negara tetangga. Para ahli percaya bahwa harimau lelaki berusia dua setengah tahun itu mungkin mencari mangsa, wilayah, atau jodoh.

 

Baca selengkapnya...

4 dari 4 halaman

3. Pria Jepang Ditangkap Gara-Gara Menelepon 24.000 Kali

ilustrasi seorang laki-laki sedang melakukan panggilan via handphone.
ilustrasi seorang laki-laki sedang melakukan panggilan via handphone. (pixabay)

Seorang pria Jepang, Akitoshi Okamoto (71), ditangkap oleh Polisi Metropolitan Tokyo karena telah melakukan panggilan sebanyak 24.000 kali ke perusahaan telepon.

Pihak kepolisian Tokyo mengatakan bahwa ketika Okamoto menelepon perusahaan, ia menghina staf layanan pelanggan atau meminta perwakilan mengunjunginya untuk meminta maaf.

Namun, Okamoto membantah telah melecehkan perusahaan, dan mengatakan kepada polisi bahwa dia adalah korban dalam situasi tersebut.

Baca selengkapnya...

Lanjutkan Membaca ↓