3-12-1967: Operasi Transplantasi Jantung Pertama Kali di Afrika

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 03 Des 2019, 06:03 WIB
Diperbarui 03 Des 2019, 19:14 WIB
Ilustrasi ruang operasi (iStock)

Liputan6.com, Jakarta - Pada 3 Desember 1967, Louis Washkansky yang berusia 53 tahun menerima transplantasi jantung manusia pertama di Rumah Sakit Groote Schuur di Cape Town, Afrika Selatan.

Washkansky, seorang pedagang grosir Afrika Selatan yang meninggal karena penyakit jantung kronis, menerima transplantasi dari Denise Darvall, seorang wanita berusia 25 tahun yang terluka fatal dalam kecelakaan mobil.

Ahli bedah Christiaan Barnard, yang menempuh studi di University of Cape Town dan di Amerika Serikat, melakukan operasi medis revolusioner. Teknik yang digunakan Barnard pada awalnya dikembangkan oleh sekelompok peneliti Amerika pada 1950-an.

Ahli bedah Amerika Norman Shumway melakukan transplantasi jantung pertama yang sukses, pada seekor anjing, di Stanford University di California pada tahun 1958.

Setelah operasi Washkansky, ia diberi obat untuk menekan sistem kekebalan tubuhnya dan menjaga tubuhnya agar tidak menolak jantung. Obat-obatan ini juga membuatnya rentan terhadap penyakit, dan 18 hari kemudian dia meninggal karena pneumonia ganda. Meskipun mengalami kemunduran, hati baru Washkansky telah berfungsi secara normal sampai kematiannya.

Pada 1970-an, pengembangan obat anti-penolakan yang lebih baik membuat transplantasi lebih layak.

Barnard terus melakukan operasi transplantasi jantung, dan pada akhir 1970-an banyak pasiennya hidup sampai lima tahun dengan jantung baru mereka. Operasi transplantasi jantung yang berhasil terus dilakukan sampai hari ini, tetapi menemukan donor yang tepat sangatlah sulit.

2 of 2

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by