Pendapatan Judi Anjlok, China Tunjuk Pejabat Baru di Makau

Oleh Liputan6.com pada 02 Des 2019, 19:10 WIB
Diperbarui 04 Des 2019, 08:13 WIB
Macau, Destinasi Judi Terbesar di Asia

Liputan6.com, Makau - Pendapatan China dari sektor perjudian di Makau tengah anjlok. Dewan Negara China pun menunjuk sejumlah pejabat baru untuk memimpin pusat perjudian paling terkenal di dunia di Makau.

Dewan Negara China mengubah peran kunci di Makau termasuk kepala ekonomi kota dan menteri kehakiman.

Penunjukan pejabat baru di wilayah administrasi khusus China itu, dilakukan beberapa pekan sebelum rencana kunjungan Presiden Xi Jinping, yang diharapkan hadir untuk menandai 20 tahun pemerintahan Makaku oleh Tiongkok.

Makau, yang bertetangga dengan wilayah administrasi khusus China lainnya yakni Hong Kong, mengumumkan perubahan tersebut di situs web pemerintah pada Minggu 1 Desember malam, seperti dikutip dari Antara, Senin (2/12/2019).

2 of 3

Jadi Pusat Kekuatan Asia

Macau, Destinasi Judi Terbesar di Asia
Wisatawan bersantai di sebuah jembatan dengan latar belakang resor kasino The Venetian di Macau, 5 Maret 2019. Macau masuk dalam daerah administrasi khusus di daratan China. (Anthony Wallace/AFP)

Dewan Negara China telah menyerukan pengembangan yang lebih besar untuk wilayah Shenzhen selatan, melalui pengintegrasian budaya dan ekonomi dua tetangga berotonomi khusus, Hong Kong dan Makau.

Arahan China tersebut muncul ketika protes anti-pemerintah di Hong Kong terus mengancam status pusat keuangan Asia itu.

Hong Kong, salah satu pelabuhan tersibuk di dunia, berada di ambang resesi pertamanya dalam satu dasawarsa terakhir, ketika protes anti-pemerintah selama berpekan-pekan mengikis jumlah kunjungan turis, serta memotong signifikan penjualan ritel dan investasi di sana.

Arahan Dewan Negara sebanyak 19 poin itu pertama kali disiarkan oleh outlet media pemerintah China, People's Daily, di mana menyerukan penguatan ekonomi Shenzhen sebagai yang terbaik di dunia pada 2025 mendatang.

Selain itu, arahan tersebut juga bertujuan untuk menjadikan Shenzhen sebagai "tolak ukur global" pertengahan Abad ke-21.

Arahan Dewan Negara menyerukan "modernisasi tata kelola sosial" di Shenzhen melalui "aplikasi komprehensif big data, komputasi awan, kecerdasan buatan dan teknologi lainnya".

People's Daily menulis bahwa integrasi Shenzhen dengan Hong Kong dan Makau, dilakukan melalui pendanaan untuk rumah sakit, upaya bantuan bencana bersama, dan pertukaran budaya.

Menurut para pengamat, rancangan nasional China itu bertujuan mengembangkan Hong Kong-Macao Greater Bay Area --area teluk ekonomi terbesar di dunia-- sekaligus memperkaya praktik baru dari kebijakan "satu negara, dua sistem".

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓