Sarah Gray, Dokter Nyentrik Pemilik Tato Terbanyak

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 22 Nov 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 22 Nov 2019, 18:16 WIB
Sarah Gray, seorang dokter dengan tato terbanyak.

Liputan6.com, Jakarta - Stigma kebanyakan orang terhadap penampilan seorang dokter adalah terlihat pintar serta rapi. Namun, pernahkah Anda terbayang bahwa akan ditangani oleh seorang dokter yang tampil dengan tato di sekujur tubuhnya? 

Sarah Gray, seorang dokter berusia 31 tahun yang juga dijuluki sebagai 'dokter dengan tato terbanyak di dunia'.

Kehadiran Sarah di profesinya telah mematahkan stigma orang-orang bahwa penampilan dokter harus terlihat pada umumnya. Demikian dikutip dari Bright Side, Jumat (22/11/2019). 

Mungkin, di saat inilah pepatah 'jangan memandang orang dari penampilannya' sangat tepat digunakan.

Sarah juga membuktikan bahwa kebebasan berekspresi yang ia lakukan terhadap tubuhnya tidak menghentikan potensi dalam dirinya untuk menjadi seorang dokter yang baik.

Bahkan, nyatanya penampilan Sarah yang sangat unik dan tak biasa itu terkadang membantunya dalam pekerjaan.

Sarah Gray, seorang dokter dengan tato terbanyak.
Sarah Gray, seorang dokter dengan tato terbanyak. (Source: Instagram/ @rosesarered_23)

Sarah menggambarkan dirinya sebagai dokter 'paling berwarna' yang bekerya di Royal Adelaide Hospital. Kini, ia sedang dalam proses untuk menjadi seorang dokter ortopedi. 

Sebelum ia memulai karir di dunia kesehatan, Sarah sebelumnya merupakan seorang model di sebuah majalah bernama Inked Magazine Australia. Tak heran jika ia kini memiliki ribuan pengikut di akun sosial medianya. 

Sambil menjadi seorang model, ia juga merupakan mahasiswi kedokteran di University of Adelaide, namun telah lulus pada tahun lalu. 

Ketertarikannya pada dunia kesehatan dan pengobatan dipengaruhi oleh ayahnya, yang ternyata seorang dokter juga dan telah menjadi panutannya dalam memilih jalan tersebut.  

2 of 4

Tato Pertama

Sarah Gray, seorang dokter dengan tato terbanyak.
Sarah Gray, seorang dokter dengan tato terbanyak. (Source: Instagram/ @rosesarered_23)

Rajah pertama yang ia buat di tubuhnya pertama kali ketika berumur 16 tahun. Kini, dari ujung kaki hingga kepala, kecuali wajahnya, telah dipenuhi oleh tato. 

Sarah mengakui bahwa awalnya ia tak berniat untuk memiliki tato sebanyak itu di tubuhnya. 

Mulanya, sebuah rajah akan menandakan satu momen penting dalam hidupnya yang dibuat oleh seorang seniman. Namun, lambat laun ia menikmati untuk menunjukkan kebebasan berekspresi melalui seni di tubuhnya.

Pertanyaanya, apakah penampilannya itu memberi pengaruh buruk dalam pekerjaannya? Bukankah citra seorang dokter di mata masyarakat harus selalu berpenampilan rapi dan juga tertata apik? 

Cukup mengejutkan bahwa ternyata penampilannya justru menarik bagi pasiennya, terutama mereka yang masih muda. Tak disangka, penampilannya tersebut justru menghancurkan tembok penghalang yang biasanya ada antara dokter dan pasiennya. 

 

Sarah Gray, seorang dokter dengan tato terbanyak.
Sarah Gray, seorang dokter dengan tato terbanyak. (Source: Instagram/ @rosesarered_23)

Lalu, bagaimana dengan aturan rumah sakit? Untungnya, aturan dari rumah sakit tempatnya bekerja tidak melarang keberadaan tato yang ia miliki. 

Mungkin, akan menjadi beda cerita jika ia bekerja di sebuah rumah sakit swasta. 

Bahkan, walaupun ia memiliki sejumlah rajah di beberapa bagian tubuhnya, itu juga tidak menghalanginya dalam bekerja.

Selain aturan, aspek lain yang menjadi perhatian adalah hubungannya dengan teman kerjanya. Sarah Gray mengaku tak pernah mendapat perlakuan diskriminasi apapun atas penampilannya. 

Ia mengatakan bahwa di dunia kedokteran, yang paling penting adalah tentang kualitas diri. Sarah Gray bahkan telah mendapat persetujuan untuk pekerjaan bedah pertamanya pada tahun depan, setelah melakukan wawancara dengan beberapa senior. Dari situ terbukti bahwa penampilannya tidak menghambat potensi yang ada dalam diri. 

3 of 4

Diskriminasi di Tempat Umum

Sarah Gray, seorang dokter dengan tato terbanyak.
Sarah Gray, seorang dokter dengan tato terbanyak. (Source: Instagram/ @rosesarered_23)

Walaupun ia mengaku tidak pernah mengalami bully ataupun diskriminasi dari rekan kerjanya, namun ia pernah mengalami pengalaman tidak mengenakkan di tempat umum.

Waktu itu, ia dengan sang suami sedang pergi makan siang ke luar. Ia diminta meninggalkan restoran karena aturan yang mengatakan 'no visible tatoo policy', bahkan hal itu terjadi di beberapa tempat yang sama dalam satu hari.

Ia mengaku terkejut lantaran di dunia yang sudah modern ini, banyak orang masih menilai sesama dari penampilannya saja.

Sarah Gray telah menjadi model paling 'nyentrik' di komunitas tato Australia. Ia juga menjadikan dirinya contoh kepada kawan sekomunitasnya, bahwa sebuah tubuh yang dihiasi berbagai tato, bukanlah sebuah penghalang untuk menjadi orang hebat dan sukses, dalam hal ini maksudnya adalah seorang ahli bedah.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓