Menlu Retno Ungkap Kacaunya Ekonomi Global Saat Ini

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 19 Nov 2019, 14:00 WIB
Diperbarui 19 Nov 2019, 15:16 WIB
Menlu Retno dalam Rakernas Kadin pada Selasa, 19/11/2019.

Liputan6.com, Jakarta - Rapat kerja nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia diadakan pada Selasa, 19 November 2019 di Menara Kadin Indonesia. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roslani, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional, Shinta W. Kamdani, Menlu RI, Retno Marsudi serta Mendag RI, Agus Suparmanto.

Dalam kesempatan itu, Menlu Retno mengungkapkan beberapa laporan terkait kondisi ekonomi global setelah terdampak berbagai kondisi yang mempengaruhi terutama keadaan politik. Temuan tersebut ia dapatkan dari pertemuan KTT ASEAN ke-35 di Bangkok yang digelar pada awal November lalu.

Menlu Retno mengatakan dalam KTT tersebut, hampir seluruh pemimpin dunia mengkhawatirkan satu hal yang sama yaitu keadaan dunia saat ini baik dari aspek politik maupun aspek ekonomi. 

Menurut laporan IMF, pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini mencapai titik terendah sejak terjadinya krisis. 

Kristalina Georgieva selaku managing director IMF menyampaikan dalam KTT Bangkok bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi terjadi dan dialami oleh sekitar 90 persen negara di seluruh dunia. Oleh karena itu, fenomena ekonomi ini disebut sebagai 'synchronize slowdown'.

Kejadian ini terjadi secara bersamaan dengan berbagai kericuhan politik yang terjadi di beberapa bagian di dunia seperti Hong Kong, Chile, Bolivia serta Iran. Tentunya, yang paling utama adalah perang dagang antara AS dan Tiongkok.

"Melihat situasi dunia seperti ini, IMF menyebutkan bahwa 'the global economy is at a delicate moment," ucap Menlu Retno.

Namun, dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dan managing director IMF pada KTT ASEAN di Bangkok tersebut, beberapa penilaian tentang ekonomi Indonesia disampaikan. 

Kristalina mengatakan bahwa ekonomi di Indonesia dinilai masih cukup bagus. Dan, ketika berbicara mengenai wilayah ASEAN, IMF menilainya juga masih cukup bagus. IMF menyebut ASEAN sebagai 'bright spot' di tengah ekonomi dunia yang sedang mengalami kondisi penurunan yang buruk.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓