Jejak Novelis Ternama Ernest Hemingway di Bar Klasik Venesia

Oleh Marco Tampubolon pada 17 Nov 2019, 12:30 WIB
Diperbarui 17 Nov 2019, 12:30 WIB
Bangku barisan belakang atau pojok menjadi lokasi favorit Ernest Hemingway saat menghabiskan waktu di Harry's Bar. (Liputan6.com/Marco Tampubolon)

Liputan6.com, Venesia - Venesia si Ratu Adriatic tidak pernah lelah menyajikan keindahan bagi siapapun yang berkunjung ke sana. Beragam bangunan kuno bersejarah yang berdiri kokoh hingga saat ini memberi sensasi kehidupan di era bangsawan masih menguasai wilayah sebelah timur laut Italia tersebut.

Terdiri dari 118 pulau dengan 400 jembatan sebagai penghubung dan tanpa kendaraan bermotor, hanya ada dua pilihan bagi para pelancong untuk menikmati setiap sudut Venesia: jalan kaki dan perahu gondola.

Namun lelah sepertinya bukan pilihan yang tepat di tempat ini. Lorong-lorong yang eksotis dan bangunan tua yang tersaji membuat langkah kaki terasa lebih ringan dan waktu berjalan cepat saat berada di Venesia.

Mengunjungi St Mark's Square atau dikenal juga dengan sebutan Piazza San Marco, wajah si Ratu Adriatic bisa dicoba. Area yang dibangun pada tahun 800-an ini dulunya merupakan pusat pemerintahan Venice.

Kawasan yang menjadi lokasi favorit bagi wisatawan ini dikelilingi bangunan bersejarah seperti gereja St Mark Basilica lengkap dengan menara lonceng yang legendaris, Doge's Palace, dan Procuratie Vecchie.

Puas memandang bangunan bersejarah, segeralah berjalan menuju Jembatan Rialto yang melintasi kanal terbesar di Venesia. Dari atas jembatan berusia ratusan tahun ini, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan aktivitas kanal yang menawan.

Bosan berjalan kaki, cobalah merasakan sensasi moda tansportasi tradisional warga Venesia, gondola. Perahu berujung lancip itu siap membawa siapapun menelusuri kanal-kanal yang terdapat di Venesia.

Keindahan Venesia juga tidak hanya memanjakan mata saja. Pemandangan eksotik 'kota terapung' ini sejak dulu ternyata menjadi lokasi favorit bagi novelis ternama abad ke-20, Ernest Hemingway dalam mencari inspirasi.

Setelah perang dunia kedua, mantan wartawan perang Amerika Serikat tersebut, bolak-balik ke Venesia. Dan setelah lelah melompat dari satu pulau ke pulau lain, Hemingway, biasanya mampir di sebuah bar bernama Harry's Bar untuk menikmati Bellini, minuman lokal khas Venesia.

Saat mengunjungi Venesia, 7 November lalu, Liputan6.com menyempatkan diri mengunjungi bar yang telah berdiri sejak 1931 itu. Lokasinya tidak jauh dari dermaga kedatangan. Tepatnya berada di Calle Vallaresso 1323, Venice, atau bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit dari dermaga.

Interior Harry's Bar sangat minimalis.dengan perabotan yang terdiri dari meja dan bangku kayu. Dindingnya dihiasi lukisan bertema keindahan Venesia. (Liputan6.com/Marco Tampubolon)

Lokasinya berada di ujung gang. Tidak menyolok. Hanya terdapat tulisan Harry's Bar di bagian pintu dan jendela dengan logo singa bersayap, warna kuning. Bila kurang teliti, pengunjung tidak sadar sudah melewati bar milik Giuseppe Cipriani itu.

Salah seorang bartender segera menghampiri sesaat pintu dibuka. "Silahkan duduk," ujarnya ramah.

Diapun membenarkan bahwa Harry's Bar merupakan tempat favorit Ernest Hemingway di masa lalu. "Ya ini dia. Hemingway salah seorang pelanggan di sini. Dia ke sini saat perang dunia kedua," katanya.

Interior bar sangat minimalis. Berbeda dengan bangunan-bangunan kuno di Venesia yang bergaya romawi kuno dan gothic, ruangan Harry's Bar hanya dipenuhi meja dan kursi dari kayu. Tidak ada patung atau ukiran megah di dindingnya. Hiasan yang terpajang kebanyakan lukisan bertema Venesia.

Sepintas tidak ada jejak Ernest Hemingway yang terlihat di bar tersebut. "Dia sama seperti pengunjung lainnya. Kami juga tidak mengabadikan mereka yang datang ke sini," ujar pria paruh baya itu menjelaskan.

"Satu-satunya peninggalan Ernest Hemingway hanyalah foto bersama pemilik bar," katanya sembari menunjuk salah satu foto di dekat pintu masuk.

Satu-satunya jejak Ernest Hemingway di Harry's Bar, foto bersama pemilik Harry's Bar, Giuseppe Cipriani. (Liputan6.com/Marco Tampubolon)
Satu-satunya jejak Ernest Hemingway di Harry's Bar, foto bersama pemilik Harry's Bar, Giuseppe Cipriani. (Liputan6.com/Marco Tampubolon)
2 dari 3 halaman

Sejarah Harry's Bar

Tampilan depan Harry's Bar di Venesia. (Liputan6.com/Marco Tampubolon)
Tampilan depan Harry's Bar di Venesia. (Liputan6.com/Marco Tampubolon)

Menurut sejarah yang dilansir situs pemilik bar, Cipriani SA, Harry's Bar awalnya didirkan oleh seorang bartender Giuseppe Cipriani pada 1931.

Ikhwal nama Harry's Bar sendiri bermula dari kebangkrutan yang dialami oleh salah seorang pria asal Amerika Serikat, Harry Pickering yang menjadi pengunjung tetap Hotel Europa tempat Cipriani bekerja sebagai bartender. Suatu saat, dia berhenti mengunjungi hotel tersebut.

Cipriani lalu bertanya kenapa. Pickering menjawab kalau keluarganya telah berhenti mengirim uang karena kebiasaan mabuk-mabukannya. Cipriani iba lalu meminjamkannya uang 10 ribu lire. Dua tahun kemudian, Pickering kembali ke hotel itu dan memberikan uang 50 ribu lire kepada Pickering.

Uang inilah yang kemudian digunakan oleh Cipriani untuk membuka bar yang dinamakan Harry's Bar (Bar milik Harry-mengacu pada nama Harry Pickering).

Bar ini terus berkembang. Tidak hanya Ernest Hemingway yang menjadikannya sebagai tempat favorit saat menyambangi Venesia. Para pesohor seperti Charlie Chaplin hingga Alfred Hitchcock juga langganan Harry's Bar. Salah seorang novelis ternama asal Inggris, Evelyn Waugh bahkan secara khusus menyebut bar tersebut dalam salah satu mahakaryanya berjudul Brideshead Revisited.

3 dari 3 halaman

Kesegaran Bellini Minuman Favorit Ernest Hemingway

Bellini, minuman khas Venesia yang menjadi menu favorit di Harry's Bar. (Liputan6.com/Marco Tampubolon)
Bellini, minuman khas Venesia yang menjadi menu favorit di Harry's Bar. (Liputan6.com/Marco Tampubolon)

Bellini menjadi salah satu menu favorit di Harry's Bar. Minuman jenis cocktail ini terbuat dari campuran wine Italia Prosecco dan sari buah persik. Liputan6.com mencoba mencicipi minuman yang disajikan bersama setapak buah zaitun tersebut.

Bulir-bulir buah persik masih terasa saat minuman berada di dalam mulut. Rasanya sedikit asam menyegarkan dengan sensasi pahit di akhir tegukan.

Kandungan alkohol yang terdapat pada Bellini membuat badan terasa ringan usai menenggak habis satu gelas berukuran kecil. Meski tidak otomatis menjadikan Anda menulis seandal Hemingway, minuman ini setidaknya sedikit mampu memberi sensasi yang pernah dirasakan penulis The Old Man and the Sea itu saat menutup hari di kota Venesia.

Untuk satu gelas Bellini, Harrys Bar mematok harga sebesar 20 euro atau sekitar Rp 300 ribu. Selain di Venesia, Harry's Bar kini juga terdapat di New York, Amerika Serikat, dan Buenos Aires, Argentina.

Setelah tegukan terakhir Bellini di Harry's Bar, mungkin ada baiknya menghibur diri lewat kutipan terkenal Ernest Hemingway dalam bukunya Garden of Eden, "Happiness in intelligent people is the rarest thing I know (Yang saya tahu, kebahagiaan adalah hal paling langka bagi orang-orang berpendidikan)."

Jadi, jangan lupa untuk bahagia meskipun itu harus dibayar mahal!

Lanjutkan Membaca ↓