Luka Parah, Remaja Pelaku Penembakan di Sekolah California Meninggal Dunia

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 16 Nov 2019, 12:28 WIB
Diperbarui 16 Nov 2019, 12:28 WIB
Penembakan massal di  Saugus High School, Santa Clarita, California. (Rick McClure via AP)
Perbesar
Korban luka dalam penembakan massal di Saugus High School, Santa Clarita, California. (Rick McClure via AP)

Liputan6.com, California - Seorang remaja berusia 16 tahun yang melakukan penembakan terhadap teman sekelasnya di Santa Clarita, California meninggal dunia akibat tembakannya sendiri pada Jumat 15 November 2019. Hal ini menimbulkan kebingungan bagi tim penyelidik tentang alasan ia melakukan penembakan di sekolahnya sebelum akhirnya menembak kepalanya sendiri.

Dilansir dari Straits Times, Sabtu (15/11/2019), polisi mengetahui bahwa ibu dari remaja tersebut mengantarnya ke sekolah pada pagi harinya. Polisi juga telah mengetahui keberadaan enam senjata di dalam rumahnya, namun yang masih belum diketahui oleh mereka adalah motif penembakan.

"Kami tidak menemukan adanya pernyataan, diari, surat bunuh diri atau tulisan apapun yang mengungkap alasan di balik kejadian penembakan tersebut," ujar Kapten Kent Wegener, seorang Sheriff Los Angeles County.

Ia juga menambahkan bahwa tim kepolisian sudah melakukan 40 investigasi, namun motif penembakan masih belum dapat terungkap.

Sherrif Alex Villanueva dari Los Angeles County mengatakan pelaku penembakan hanya diam ketika melakukan penembakan di sekolah menengah Saugus. Ia terlihat seperti telah merencanakan penembakan tersebut dan sudah menguasai cara penggunaan senjata. 

Dari aksinya yang terekam dalam sebuah video, pelaku penembakan terlihat menembak korbannya secara acak.

"Ia terlihat tidak melakukan interaksi dengan siapapun," ujar Villanueva. 

"Ia hanya berdiri sendiri di satu titik, lalu berjalan ke tengah-tengah, meletakkan tas nya, kemudian melakukan aksi penembakan," tambahnya.

Dari kejadian penembakan tersebut, ada dua orang yang menjadi korban. Gracie Anne Muehlberger, siswi usia 15 tahun dan Dominic Blackwell, siswa usia 14 tahun.

2 dari 3 halaman

Kronologi Kejadian

Penembakan Senjata Api
Perbesar
Ilustrasi Foto Penembakan (iStockphoto)

Berdasarkan laporan dari Kepala Sherif Los Angeles County Kent Wegener, video dari rekaman CCTV menunjukkan dengan jelas bahwa pelaku mengambil pistol dari dalam tasnya. Lalu menembak lima teman sekelasnya dan akhirnya menembak kepalanya sendiri.

Sejauh ini belum diketahui motifnya, namun penembakan tersebut terjadi di hari ulang tahun pelaku yang ke-16.

Sesaat sebelum penembakan terjadi, pelaku mengunggah status di akun Instagram berisi "Saugus akan bersenang-senang di sekolah besok," ujar Wegener.

Namun, ia menambahkan bahwa postingan tersebut kemudian diubah setelah penembakan terjadi. Hal itu berarti, kemungkinan ada kawannya atau peretas yang melakukan akses pada akunnya. Wegener juga menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang menyelidiki akun Instagram tersebut.

Petugas kepolisian pertama yang tiba di lokasi kejadian sebenarnya tidak sedang bertugas. Mereka berada di tempat lantaran sedang mengantar anaknya ke sekolah. 

Kemudian, deputi kepolisian Santa Clarita bersama dengan petugas Departemen Kepolisian Los Angeles melihat seorang siswa lari dari tempat kejadian. Sehingga mereka segera menyelidiki apa yang terjadi.

Para petugas kemudian bergegas memberi pertolongan pertama kepada para korban. Kemudian pihak berwenang merilis deskripsi tersangka ketika investigasi sedang berlangsung.

Para deputi bersenjata lengkap dan kendaraan SWAT lapis baja terlihat di sebuah rumah di dekat sekolah. Penyelidik mengkonfirmasi bahwa pria bersenjata itu tinggal di rumah tersebut dan kini masih diselidiki.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by