Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir Picu Venesia Banjir

Oleh Tanti Yulianingsih pada 13 Nov 2019, 10:32 WIB
Diperbarui 13 Nov 2019, 10:32 WIB
Sebuah kamar di  Gritti Palace yang terendam banjir air pasang "Alta Acqua" yang luar biasa di Venesia. (AFP)

Liputan6.com, Venesia - Turis dan warga Venesia sama-sama mengenakan sepatu bot tinggi dan meniti jalan setapak yang ditinggikan untuk beraktivitas, ketika banjir merendam sebagian besar kota laguna itu pada Selasa 12 November 2019.

Mengutip Time, Rabu (13/10/2019), otoritas di Venesia mengatakan ketinggian air memuncak pada 1,27 meter (sekitar 4 kaki 3 inci) pada Selasa pagi. Peringatan gelombang yang lebih tinggi diperkirakan akan terjadi setelah malam tiba.

Genangan air tinggi juga merendam kafe, toko, dan bisnis lainnya. Terdengar suara sirene yang memperingatkan orang-orang di Venesia tentang kenaikan air, dan sebagai tindakan pencegahan pihak berwenang menutup sekolah perawat lokal.

Meski banjir cukup tinggi, sebuah objek wisata utama, Ducal Palace, tak jauh dari St. Mark's Square, tetap buka. Melalui akun Twitter, pengelola mengumumkan bahwa mereka tetap buka meskipun terjadi pasang luar biasa. Kemudian menyarankan pengunjung untuk menggunakan jalan setapak yang mengarah ke pintu masuknya.

Banyak hotel menyediakan sepatu bot plastik setinggi lutut yang berguna bagi wisatawan. Orang-orang Venesia juga sering mengenakan sepatu bot karet hingga setinggi lutut.

Fenomena air pasang yang secara lokal dikenal sebagai acqua alta terjadi pada Selasa 12 November, jauh lebih rendah 1,94 meter (6 kaki 4 inci) daripada banjir November 1966 yang menghancurkan di Venesia. Meski demikian hal itu menjadi hiburan tersendiri bagi wisatawan, walau menganggu bagi penduduk yang menjalankan bisnis.

2 dari 2 halaman

Banjir Air Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Tergenang Banjir Imbas Gelombang Pasang
Warga berjalan di Alun-Alun Santo Markus yang banjir akibat terjangan gelombang pasang di Venesia, Italia, Selasa (12/11/2019). Venesia dilanda banjir akibat gelombang pasang setinggi 127 cm. (AP Photo/Luca Bruno)

Mengutip NDTV, Venesia dilanda gelombang pasang tertinggi dalam lebih dari 50 tahun pada Selasa malam. Para turis mengarungi jalan-jalan yang banjir untuk mencari perlindungan saat angin kencang melecutkan ombak di Lapangan St. Mark.

"Acqua alta atau perairan yang sangat tinggi, memuncak pada ketinggian 1,87 meter (enam kaki) ketika alarm banjir terdengar di seluruh kota kanal Italia," kata pusat pemantauan pasang surut.

"Kami saat ini menghadapi gelombang pasang yang luar biasa. Semua orang telah dimobilisasi untuk mengatasi keadaan darurat," ujar Wali Kota Venesia, Luigi Brugnaro melalui Twitter.

Hanya satu kali sejak pencatatan dimulai pada tahun 1923 memiliki air menggenang lebih tinggi, mencapai 1,94 meter pada tahun 1966.

Meja dan kursi disiapkan untuk minuman beralkohol di sepanjang lorong-lorong dalam kegelapan, untuk warga dan turis di sekitar.

Taksi air yang mencoba menurunkan orang di hotel-hotel yang glamor dan bersejarah di sepanjang Grand Canal mendapati gang-gang terendam, dan harus membantu penumpang memanjat melalui jendela.

"Ini akan menjadi malam yang panjang," twit Brugnaro seraya mengatakan bahwa ketika permukaan air mulai turun lagi "ketakutan beberapa jam yang lalu sekarang digantikan oleh penilaian kerusakan yang terjadi".

"Banjir luar biasaini adalah luka yang akan meninggalkan bekas permanen", katanya.

Lanjutkan Membaca ↓