Serangan Militer Israel Tewaskan Komandan Gerilyawan Palestina di Gaza

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 12 Nov 2019, 14:47 WIB
Diperbarui 14 Nov 2019, 13:13 WIB
Serangan Rudal Israel Tewaskan Komandan Jihad Islam di Gaza

Liputan6.com, Gaza - Kelompok gerilyawan Gaza Palestina, Palestinian Islamic Jihad (PIJ), mengumumkan bahwa komandannya, Bahaa Abu al-Atta, tewas oleh serangan udara Israel yang menghantam rumahnya di Jalur Gaza.

Sayap bersenjata kelompok itu mengumumkan kematian dalam sebuah pernyataan pada Selasa 12 November 2019, setelah Israel mengonfirmasikan bahwa mereka telah menargetkan Atta (42) dalam sebuah serangan terencana, demikian seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (12/11/2019).

PIJ menambahkan, istri Atta juga tewas dalam ledakan yang merusak gedung di distrik Shejaiya, Gaza City, pada pagi hari buta.

Setidaknya dua orang lainnya juga terluka, kata petugas medis.

Kelompok PIJ mengumumkan, Atta terbunuh di tengah "aksi heroik", tanpa menjelaskan lebih lanjut, dan berjanji untuk membalas dendam.

"Pembalasan kita yang tak terhindarkan akan mengguncang entitas Zionis," katanya, merujuk pada Israel, menambahkan bahwa mereka harus "waspada maksimum."

Warga memeriksa rumah komandan Jihad Islam Baha Abu Al-Ata setelah serangan rudal Israel di Kota Gaza, Palestina, Selasa (12/11/2019). Kementerian Kesehatan di Gaza membenarkan bahwa dua orang tewas dalam serangan itu. (MAHMUD HAMS/AFP)

Hamas, kelompok Palestina yang mengelola Jalur Gaza, mengatakan bahwa Israel "memikul tanggung jawab penuh untuk semua konsekuensi dari eskalasi ini" dan berjanji bahwa kematian Atta "tidak akan luput dari balasan."

Militer Israel mengatakan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengotorisasi operasi terhadap Atta, menyalahkan dia atas serangan roket, drone dan sniper baru-baru ini terhadap Israel, dan mencoba menginfiltrasi ke negara itu.

"Abu Al-Atta bertanggung jawab atas sebagian besar aktivitas Jihad Islam Palestina di Jalur Gaza dan merupakan bom yang berdetak," katanya, menuduh Atta merencanakan "serangan teror yang akan segera terjadi melalui berbagai cara."

2 dari 4 halaman

Israel Serang Pemimpin Politik Palestina di Damaskus

Serangan Rudal Israel Tewaskan Komandan Jihad Islam di Gaza
Warga memeriksa rumah komandan Jihad Islam Baha Abu Al-Ata setelah serangan rudal Israel di Kota Gaza, Palestina, Selasa (12/11/2019). Ata dianggap dalang serangan roket yang mengarah ke wilayah Israel. (MAHMUD HAMS/AFP)

Secara terpisah, kelompok gerilyawan Palestina itu juga mengatakan bahwa Israel turut menyerang rumah salah satu pemimpin politiknya di ibu kota Suriah, Damaskus

Kantor berita pemerintah SANA mengatakan sedikitnya dua orang tewas dalam serangan di Mezzah, distrik barat kota itu, sementara enam lainnya cedera.

Warga memeriksa rumah komandan Jihad Islam Baha Abu Al-Ata setelah serangan rudal Israel di Kota Gaza, Palestina, Selasa (12/11/2019). Ata telah lama menjadi incaran Israel yang menganggapnya sebagai 'bom aktif'. (MAHMUD HAMS/AFP)

Pihak PIJ mengatakan, pemimpin politik Akram al-Ajouri selamat dari serangan di rumahnya dan menyalahkan "musuh kriminal Zionis."

Sejauh ini belum ada komentar dari Israel.

 

3 dari 4 halaman

Memicu Eskalasi?

Harry Fawcett dari Al Jazeera melaporkan dari Yerusalem Barat, pembunuhan al-Atta di rumahnya menjadi tanda "eskalasi yang sangat berbahaya".

"Israel tidak menargetkan para pemimpin dengan cara ini selama beberapa waktu sehingga serangan ini dipandang sebagai sesuatu yang membawa risiko signifikan."

Tak lama setelah serangan itu, sejumlah roket diluncurkan ke Israel, kata saksi mata. Militer Israel kemudian mengatakan bahwa sirene serangan udara terdengar di seluruh bagian tengah dan selatan negara itu.

"Tidak ada kata korban atau kerusakan di sisi lain. Polisi Israel mengatakan mereka menutup beberapa jalan di tepi Gaza sebagai tindakan pencegahan. Sekolah-sekolah juga ditutup," kata Fawcett.

4 dari 4 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓