Pendiri White Helmets Suriah Meninggal di Turki, Tewas Alami atau...

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 12 Nov 2019, 11:35 WIB
Diperbarui 12 Nov 2019, 13:16 WIB
James Le Mesurier, salah satu pendiri White Helmets (twitter).

Liputan6.com, Istanbul - Seorang mantan perwira Angkatan Darat Inggris pendiri organisasi kemanusiaan Pertahanan Sipil Suriah/White Helmets, tewas di Istanbul, Turki.

James Le Mesurier (OBE) ditemukan tak bernyawa pada Senin 11 November 2019 waktu lokal, di dekat rumahnya di Istanbul --kata narasumber White Helmets kepada BBC, dilansir pada Selasa (12/11/2019).

Jasad Le Mesurier ditemukan sekitar pukul 04.30 waktu setempat (01:30 GMT) di jalan dekat rumah dan kantornya di Distrik Beyoglu Istanbul di bagian kota yang masuk wilayah Eropa.

Dia ditemukan mengalami patah tulang di kepala dan kakinya, kata media Turki, dan diyakini telah jatuh dari balkonnya.

Investigasi "komprehensif" telah diluncurkan, kata kantor gubernur Istanbul. Mereka belum menyimpulkan apakah kematian Le Mesurier dipicu oleh sebab alamiah atau tidak --semisal bunuh diri atau kasus pembunuhan.

Le Mesurier membentuk kelompok tanggap darurat Mayday Rescue, yang membantu melatih sukarelawan White Helmets --dikenal karena semua sukarelawan mengenakan helm putih saat melakukan tugas-tugas kemanusiaan di Suriah yang dilanda perang menahun.

Dalam sebuah twit, White Helmets mengatakan kelompok itu "mengetahui serta merasa kaget dan sedih" atas berita kematian Le Mesurier.

Hamish de Bretton-Gordon, seorang direktur kelompok kampanye Doctors Under Fire dan seorang teman Le Mesurier, mengatakan: "Ini benar-benar tragis. Dia adalah satu dari sedikit orang yang telah membuat jejak kemanusiaan di Suriah."

De Bretton-Gordon mengatakan, White Helmets memiliki "struktur yang sangat kuat" dan pekerjaan mereka akan terus berlanjut. Namun dia mengatakan kematian Le Mesurier telah meninggalkan "lubang untuk diisi."

2 dari 3 halaman

Sekilas Le Mesurier dan White Helmets

Serangan Militer Suriah ke Markas Militan di Idlib
Relawan White Helmets menyingkirkan reruntuhan bangunan untuk mencari korban serangan militer di Provinsi Idlib, Suriah, Minggu, (7/1). Selain menewaskan 25 orang, serangan ini juga melukai 100 lainnya. (Syrian Civil Defense White Helmets via AP)

Le Mesurier, yang diyakini berusia 40-an pada saat kematiannya dan juga pernah bekerja untuk PBB, dianggap sebagai salah satu pendiri White Helmets.

Organisasi itu, yang juga dikenal sebagai Pertahanan Sipil Suriah (Syria Civil Defense), membantu menyelamatkan warga sipil yang terperangkap dalam serangan di wilayah-wilayah Suriah yang dikendalikan oleh oposisi terhadap Presiden Bashar al-Assad.

Pada 2016, organisasi ini menerima penghargaan the Right Livelihood Award sebagai pengakuan atas "keberanian, belas kasih, dan keterlibatan kemanusiaan yang luar biasa dalam menyelamatkan warga sipil". Belakangan tahun yang sama kelompok itu dinominasikan untuk Nobel Perdamaian.

Tetapi pemerintah Suriah, serta sekutunya Rusia dan Iran, telah menuduh White Helmets secara terbuka membantu organisasi teroris dan kementerian luar negeri Rusia pekan lalu menuduh Le Mesurier sebagai mantan agen Dinas Intelijen Rahasia Inggris, yang lebih dikenal sebagai MI6.

Tuduhan Rusia pada hari Senin ditolak keras oleh Karen Pierce, duta besar Inggris untuk PBB, yang mengatakan: "Tuduhan Rusia terhadapnya, yang keluar dari kementerian luar negeri bahwa ia adalah seorang mata-mata, pasti tidak benar."

Le Mesurier menerima OBE (Officer of the Order of the British Empire) dari Ratu pada 2016 untuk "pengabdiannya terhadap kelompok Pertahanan Sipil Suriah dan perlindungan warga sipil di Suriah."

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓