Penikaman di Panggung Teater Arab Saudi Terekam Kamera, 3 Orang Terluka

Oleh Tanti Yulianingsih pada 12 Nov 2019, 10:27 WIB
Diperbarui 12 Nov 2019, 11:16 WIB
Ilustrasi pisau penusukan

Liputan6.com, Riyadh - Seorang lelaki yang diidentifikasi dari Yaman menikam tiga orang saat pertunjukan teatrikal di ibu kota Arab Saudi, Senin 12 November 2019 waktu lokal, kata polisi.

Penyerang ditangkap setelah rekaman televisi pemerintah menunjukkan dia naik ke atas panggung di King Abdullah Park Riyadh, saat pertunjukan musikal sebuah kelompok teater asing.

"Pasukan keamanan berurusan dengan ... penikaman terhadap dua pria dan seorang wanita dari kelompok teater selama pertunjukan langsung," kata seorang juru bicara polisi seperti dikutip oleh kantor berita resmi Saudi Press Agency yang dikutip Selasa (12/11/2019).

Polisi mengatakan pria yang ditangkap itu adalah seorang ekspatriat Yaman berusia 33 tahun. Kini pisau yang digunakan dalam serangan tersebut sudah disita.

2 of 3

Korban Stabil

Pernyataan itu menambahkan para korban dalam kondisi stabil. Kendati demikian tak ada informasi tentang kebangsaan mereka atau motif dari penyerang.

King Abdullah Park adalah salah satu tempat penyelenggaraan festival hiburan Riyadh Season selama dua bulan, bagian dari dorongan pemerintah setempat untuk membuka kerajaan yang keras bagi turis dan mendiversifikasi ekonominya jauh dari minyak.

3 of 3

Reformasi Pemicu Konflik?

Pangeran Mohammed bin Salman
Mohammed bin Salman ditunjuk jadi putra Mahkota Arab Saudi (Foto:Hassan Ammar/AP)

Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah memperkenalkan reformasi yang menakjubkan termasuk mengizinkan konser, membuka kembali bioskop dan mencabut larangan mengemudi perempuan sebagai bagian dari upaya liberalisasi yang kontroversial.

Mengembangkan sektor pariwisata dan rekreasi adalah salah satu dasar dari rencana Pangeran Mohammed's Vision 2030 untuk mempersiapkan ekonomi terbesar di dunia Arab untuk era pasca-minyak.

Otoritas Hiburan Umum mengatakan pihaknya berencana untuk memompa US$ 64 miliar ke sektor ini dalam beberapa dekade mendatang.

Namun, beberapa orang Saudi memandang dorongan untuk hiburan sebagai upaya untuk menumpulkan frustrasi publik atas penurunan ekonomi dan pengangguran kaum muda yang tinggi di negara bagian itu.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait