Polisi Hong Kong Kembali Tembak Demonstran dengan Peluru Tajam

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 11 Nov 2019, 10:25 WIB
Polisi anti huru hara bergerak membubarkan demonstran pro demokrasi Hong Kong pada aksi protes terbaru akhir pekan, Minggu 15 September 2019 (AFP)

Liputan6.com, Hong Kong - Seorang polisi Hong Kong melepaskan tembakan berpeluru tajam dan mengenai satu pengunjuk rasa dalam sebuah demonstrasi pada jam sibuk, Senin (11/11/2019) pagi waktu setempat.

Aksi itu terekam kamera seorang saksi mata yang tengah menyiarkan situasi demo secara langsung via Facebook Live, demikian seperti dilansir Al Jazeera.

Rekaman menunjukkan seorang polisi mengeluarkan pistolnya ketika ia mencoba untuk menahan seorang pengunjuk rasa bertopeng di distrik timur Sai Wan Ho, di persimpangan jalan yang telah diblokir massa.

Para pengunjuk rasa menggunakan barikade untuk memblokir jalan di berbagai wilayah Hong Kong, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas yang panjang. Beberapa jalur kereta api juga terganggu.

Pria bertopeng lainnya kemudian mendekati petugas dan terlihat dalam rekaman bahwa ia ditembak oleh petugas tersebut di dada.

Korban jatuh ke tanah, memegangi dada kirinya. BBC melaporkan bahwa rekaman menunjukkan pria itu bersimbah darah usai jatuh. Nasibnya belum diketahui.

Beberapa detik kemudian, dua peluru lagi ditembakkan oleh petugas selama perkelahian dan seorang pria bertopeng lainnya segera jatuh, meskipun tidak jelas apakah dia terkena peluru tajam.

Polisi kemudian terlihat menahan kedua pria itu yang terjerembab di tanah. Pria pertama memiliki genangan darah dan tubuhnya lunglai ketika petugas memindahkannya serta mencoba untuk mengikat tangannya.

Pria kedua sadar dan berbicara.

Al Jazeera melaporkan bahwa korban pertama yang ditembak merupakan pelajar sekolah. Sementara polisi yang menembak merupakan anggota unit lalu lintas Kepolisian Hong Kong.

2 of 3

Kata Polisi

Mengintip Latihan Polisi Militer China di Dekat Perbatasan Hong Kong
Dua polisi paramiliter China berlatih di stadiun olahraga di Shenzhen, kota di dekat perbatasan dengan Hong Kong, China (30/10/2019). China sangat mendukung langkah Hong Kong untuk melarang aktivis pro-demokrasi Joshua Wong dari pemilihan anggota dewan lokal. (AP Photo/Andy Wong)

Seorang sumber Kepolisian Hong Kong mengonfirmasi kepada AFP bahwa "peluru tajam telah ditembakkan kepada lebih dari satu demonstran di Sai Wan Ho". Pernyataan resmi akan segera dirilis, lanjut narasumber anonim itu.

Polisi sebelumnya mengatakan bahwa "pengunjuk rasa radikal" telah membuat barikade di seluruh kota dan memperingatkan mereka untuk "segera menghentikan tindakan ilegal mereka".

Ada banyak laporan tentang bentrokan lainnya di Hong Kong. Dalam video lain yang beredar daring, sebuah sepeda motor polisi tampaknya sengaja untuk menabrkan pemrotes.

Beberapa universitas telah membatalkan kelas mereka untuk hari itu karena kekacauan transportasi.

Kekerasan terbaru terjadi setelah seorang siswa meninggal pada Jumat 8 November setelah jatuh dari lahan berundak di area parkir kota, dilaporkan berusaha melarikan diri dari gas air mata polisi.

Hong Kong telah mengalami lima bulan demonstrasi yang terkadang disertai kekerasan oleh aktivis pro-demokrasi, yang pertama kali turun ke jalan untuk memprotes RUU yang akan memungkinkan ekstradisi ke daratan China. Tetapi, demonstrasi berkembang menjadi pemberontakan yang lebih luas, memprotes apa yang mereka tuduh sebagai campur tangan Beijing terhadap eks-koloni Inggris tersebut.

3 of 3

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓