Produk Kabupaten Bogor Berpotensi Tembus Pasar Rusia, Nilai Ekspor Rp 11 M

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 07 Nov 2019, 17:21 WIB
Pengusaha Kabupaten Bogor Tanda Tangani Kontrak dengan Mitranya di Rusia (sumber: Kementerian Luar Negeri RI)

Liputan6.com, Moskow - Tiga perusahaan asal Kabupaten Bogor menandatangani empat perjanjian kerja sama atau MoU dengan para mitranya di Rusia pada Rabu 6 Desember 2019.

Produk yang ditawarkan dan diminati mitranya di Rusia antara lain coconut soy sauce, minuman jahe siap saji, keripik kelapa, keripik sayuran, body lotion, sabun dan peralatan rumah tangga.

Nilai potensi transaksi kerja sama tersebut mencapai US$ 768.000 atau sekitar Rp 11 miliar, demikian seperti dikutip dari Kemlu.go.id, Kamis (7/11/2019).

Kunjungan misi bisnis Kabupaten Bogor ke Rusia dipimpin langsung oleh Iwan Setiawan, Wakil Bupati Bogor dan jajarannya.

Ikut serta dalam misi dagang tersebut Aris Darujo dari PT Indobriket Bumi Hijau, Eriklex Donald Sahusilawane dari PT Bahana Surya Madani, dan Nursyamsu Mahyuddin dari CV Nusantara Agri.

Mitra kerja yang dijalin di Rusia adalah LLC Optocomplex, Center Snab, Reale, dan Golden Gate. Iwan berharap kelanjutan penandatanganan MoU kerja sama bisnis ini bisa berjalan dengan baik dan lancar.

"Peluang kerja sama bisnis dengan Rusia begitu terbuka dan banyak produk UMKM kita yang diminati di Rusia, selain produk olahan, juga hasil pertanian," kata Iwan.

Ia juga menilai para pengusaha Rusia sangat responsif dan Iwan mengapreasiasi dukungan yang baik dari KBRI Moskow dalam memfasilitasi misi bisnis Kabupaten Bogor.

Dalam pertemuan yang difasilitasi KBRI Moskow Jumat (1/11/2019), para pelaku usaha Kabupaten Bogor dan Rusia membahas kerja sama perdagangan.

Pertemuan dihadiri langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, dan Atase Perdagangan KBRI Moskow, Farid Amir.

Dubes Wahid juga mengapresiasi kunjungan misi bisnis Kabupaten Bogor ke Rusia dan berharap promosi dan misi dagang semacam ini dapat dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar di bidang perdagangan.

"Selain melalui Festival Indonesia yang hasilnya semakin terasa, KBRI Moskow juga membantu misi dagang daerah seperti yang dilakukan oleh Pemkab Bogor," ujar mantan Dubes RI untuk Persatuan Emirat Arab tersebut.

2 of 3

RI - Rusia Genjot Nilai Perdagangan

Gedung Pancasila dan Ilustrasi Bendera Indonesia (Liputan6.com/Gempur M Surya)
Gedung Pancasila Kemlu RI dan Ilustrasi Bendera Indonesia (Liputan6.com / Gempur M Surya)

Pada tahun 2018 nilai perdagangan Indonesia dengan Rusia sebesar US$ 2,5 miliar. Kedua negara menargetkan nilai perdagangan sebesar US$ 5 miliar dalam waktu dekat.

Rusia memiliki peluang pasar yang besar bagi produk Indonesia, seperti produk pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Ke depannya produk Indonesia tidak hanya dapat masuk pasar Rusia, tetapi juga pasar Eurasian Economic Union (EAEU) yang saat ini Indonesia tengah dalam proses penandatanganan FTA dengan EAEU yang beranggotakan Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kirgyztan.

Dubes Wahid berharap pengusaha Indonesia yang aktif menggali potensi kerja sama dengan Rusia dapat semakin banyak lagi, seperti dari Kabupaten Bogor ini.

Festival Indonesia yang sudah empat kali diselenggarakan di Moskow berdampak besar pada masyarakat Rusia untuk lebih mengenal produk Indonesia. Untuk itu Dubes Wahid mendorong Pemkab Bogor ikut serta pada Festival Indonesia kelima mendatang di Moskow pada 30 Juli 2020 yang dimulai dengan forum bisnis, hingga 2 Agustus 2020.

Trade Expo Indonesia (TEI) pada Oktober 2019 lalu juga mendorong para pelaku usaha Rusia untuk menjalin kerja sama bisnis dengan Indonesia. Salah satu pengusaha Rusia yang menjalin kerja sama dengan Kabupaten Bogor ini belum lama kembali ke Rusia setelah mengikuti TEI di Indonesia.

3 of 3

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓