Top 3 Global: Iklim Dunia Berada di Tahap Darurat Hingga Pria Australia yang Raup Keuntungan Miliaran Setelah Tipu Pemerintah

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 07 Nov 2019, 10:00 WIB
ilustrasi pemanasan global (AP/J David)

Liputan6.com, Jakarta - Bumi yang ditempati manusia saat ini memang sudah sering disebut-sebut sedang mengalami pemanasan global yang kian memburuk. Ternyata, pernyataan tersebut tak hanya menjadi imbauan, tetapi juga peringatan keras.

Kurang lebih 11 ribu ilmuwan telah tergabung dalam sebuah penelitian yang menemukan hasil temuan bahwa iklim dunia saat ini sudah berada di tahap darurat. Informasi ini menjadi yang paling populer di kanal Global Liputan6.com.

Artikel menarik lainnya ternyata mengenai misteri tembok kuno sepanjang 115 km di Iran. Ternyata, dengan tembok sepanjang itu, tak ada orang yang mengetahui siapa pendiri dan apa tujuannya mendirikan tembok tersebut. Walaupun, kini hanya tertinggal sisa-sisa bangunannya, masih banyak yang penasaran tentang histori di balik pembangunan tersebut.

Cerita tak kalah menarik lainnya datang dari Negeri Kanguru, Australia. Jika seseorang menipu teman atau rekan kerjanya mungkin masih terdengar biasa. Namun, berbeda dengan Bobby Singh yang berhasil menipu pemerintah hingga mendapat untung sebesar Rp 20 M.

Simak ketiga artikel menarik yang menjadi sorotan di kanal Global Liputan6.com edisi Kamis, (7/11/2019): 

2 of 4

1. Ilmuwan Ungkap Perubahan Iklim Dunia Sudah dalam Tahap Darurat

Liputan Khusus Jakarta Panas
Ilustrasi Pemanasan Global

11.000 ilmuwan dari seluruh dunia telah meluncurkan hasil penelitian yang mengatakan bahwa dunia ini sedang mengalami masa darurat terkait perubahan iklim atau pemanasan global.

Dilansir dari BBC, Rabu (6/11/2019), dalam studi yang berdasarkan data pengukuran selama 40 tahun terakhir juga menyampaikan bahwa pemerintah telah gagal menangani krisis lingkungan ini. 

Selain itu, studi tersebut juga menyatakan bahwa dunia ini sedang menghadapi penderitaan yang besar.

Baca selengkapnya...

3 of 4

2. Misteri Tembok Kuno 115 Km di Iran, Belum Diketahui Pendiri dan Fungsinya

Bendera Iran (Atta Kenare / AFP PHOTO)
Bendera Iran (Atta Kenare / AFP PHOTO)

Sejumlah arkeolog baru-baru ini menemukan dan tengah mengidentifikasi sisa-sisa tembok batu yang memanjang sekitar 115 kilometer di Kabupaten Sar Pol-e Zahab di Iran barat.

"Dengan perkiraan volume batu kira-kira 35.000 meter kubik, itu akan membutuhkan sumber daya yang signifikan dalam hal tenaga kerja, bahan, dan waktu," tulis Sajjad Alibaigi, seorang mahasiswa doktoral di departemen arkeologi di University of Teheran, dalam sebuah artikel yang diterbitkan online di jurnal Antiquity.

Struktur itu membentang dari utara-selatan dari Pegunungan Bamu di utara ke daerah dekat desa Zhaw Marg di selatan Iran, tulis Alibaigi, dikutip dari Livescience, Rabu (6/11/2019).

Baca selengkapnya...

4 of 4

3. Raup Untung Rp 20 M, Bobby Singh Tipu Pemerintah Australia Lewat Sekolah Palsu

Kampus
ilustrasi Foto Kampus (iStockphoto)

Selama empat tahun, Bobby Singh mendapatkan penghasilan lebih dari Rp 20 miliar dari subsidi Pemerintah Australia bagi mahasiswa yang terdaftar di "sekolah kejuruan" abal-abal di Melbourne.

Sekolah itu sama sekali tidak memiliki mahasiswa. Penipuan ini pun terbongkar dari sebuah percakapan telepon yang berlangsung selama 4 menit 38 detik.

Pada 1 Juli 2015, Singh mendapat panggilan telepon dari seorang petugas Badan Otoritas Pemantau Mutu Pendidikan Australia (ASQA).

"Selamat pagi Pak Singh. Saya menelpon karena saya diminta untuk memantau fasilitas sekolah Anda," kata petugas bernama Kate Owen kepada Singh.

Baca selengkapnya...

Lanjutkan Membaca ↓