Kapal Selam Era Perang Dunia II Ini Ditemukan Usai 77 Tahun Hilang Misterius

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 02 Nov 2019, 15:00 WIB
Diperbarui 02 Nov 2019, 15:00 WIB
Penampakan kapal selam Uni Soviet B-59 di perairan dekat Kuba. Insiden itu nyaris memicu Perang Dunia III (Public Domain/US Navy)

Liputan6.com, London - Puing-puin kapal selam asal Inggris yang menghilang ketika Perang Dunia II bersama 44 orang penumpangnya, telah ditemukan di lepas pantai Malta.

Dilansir dari CNN, Sabtu (2/11/2019), HMS Urge, bagian dari Armada Kapal Selam Inggris ke-10, meninggalkan pulau Mediterania Malta pada 27 April 1942 tetapi tidak pernah berhasil mencapai pelabuhan Mesir Alexandria.

Sampai ditemukannya pada musim panas ini, alasan hilangnya kapal itu masih tidak diketahui.

Menurut para peneliti yang menemukan bangkai kapal, kapal itu tenggelam oleh ranjau di pulau itu.

Kini, puing-puing tersebut terletak di dasar laut, pada kedalaman 400 kaki.

Perburuan kapal selam dimulai pada 2017, ketika Francis Dickinson, cucu dari Komandan HMS Urge, menghubungi Universitas Malta (UM) untuk bertanya tentang pekerjaannya memetakan dasar laut.

Timmy Gambin, seorang profesor di departemen Klasik & Arkeologi universitas yang bekerja pada proyek tersebut, mengatakan kepada CNN bahwa UM telah menghabiskan 20 tahun  dalam melakukan survei secara sistematis dasar laut di lepas pantai Kepulauan Maltese yang mencakup lebih dari 1.200 kilometer persegi (463 mil persegi) hingga saat ini.

"Urge ditemukan sebagai bagian dari survei secara luas tetapi area yang dicari, ditentukan dengan maksud khusus untuk menemukan kapal selam itu," tambahnya.

 

2 dari 3 halaman

Akan Didirikan Monumen Memorial

Tamasya Menjelajahi Bangkai Kapal Karam di Perairan Peru
Pemandangan saat penyelam menjelajahi bangkai kapal karam di Pantai Ancon, pinggiran Lima, Peru, Minggu (27/3). Sekolah menyelam mematok harga 100 dolar Amerika untuk empat jam perjalanan. (AP Photo/Rodrigo Abd)

Walaupun, puingan tersebut ditemukan pada musim panas oleh sebuah kendaraan bawah air otonom, yang menggunakan sonar untuk menghasilkan gambar dasar laut, berita tentang penemuan itu ditunda sampai Kementerian Pertahanan Inggris dapat mengonfirmasi bahwa itu adalah HMS Urge.

Gambin juga mengatakan bahwa hal itu menjadi penting karena akan memberi spekulasi sebelumnya tentang keberadaan kapal selam. Beberapa tahun yang lalu, seorang penyelam mengklaim telah menemukannya di lepas pantai Libya, jauh dari tujuan semula.

Dia menambahkan: "Ketika sebuah kapal karam di mana korban yang hilang ditemukan, akan ada lebih banyak situs daripada situs arkeologi bawah laut lainnya. Ini adalah tempat pemakaman bagi mereka yang melayani atau bepergian dengan kapal."

Situs ini juga menjadi titik fokus (sebelumnya tidak tersedia) untuk peringatan orang-orang yang hilang dalam insiden itu.

Lokasi persis bangkai kapal itu belum diungkapkan.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis di situs webnya, Angkatan Laut Kerajaan mengatakan HMS Urge telah "ditemukan dan diidentifikasi secara meyakinkan."

Urge adalah satu dari 13 kapal selam kecil "kelas-U" yang hilang di Mediterania selama Perang Dunia II, menurut pernyataan angkatan laut.

Selama patroli di sana, kapal itu merusak kapal perang Italia Vittorio Veneto dan menenggelamkan kapal penjelajah Italia Bande Nere.

Dickinson, cucu dari Letnan Komandan Edward Tomkinson, memerintahkan kapal selam itu, mengatakan kepada CNN: "Merupakan hak istimewa bagi proyek kami untuk melihat gambar warna yang jelas dari kapal selam khusus ini untuk pertama kalinya sejak 1942. Para kru berjuang untuk kebebasan tetapi yang paling dicari perdamaian."

"Pekerjaan sedang dilakukan untuk mendirikan memorial di Malta pada tahun 2020," tutupnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓