KBRI Manila: Tak Ada Korban WNI pada Gempa Filipina

Oleh Tanti Yulianingsih pada 29 Okt 2019, 15:26 WIB
Diperbarui 29 Okt 2019, 15:26 WIB
Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI (kredit: Kemlu.go.id)
Perbesar
Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI (kredit: Kemlu.go.id)

Liputan6.com, Jakarta - Selasa 29 Oktober 2019 pagi, selatan Filipina diguncang gempa bumi. Para ahli geologi menyebut lindu bermagnitudo 6,6 melanda Mindano serta sekitarnya.

Pencatatan awal gempa menyebut magnitudo mencapai 6,8, namun kemudian direvisi menjadi 6,6 dengan kedalaman 7 km.

Mengutip Straits Times, Selaa (29/10/2019), korban tewas sementara adalah dua orang. 

"Alhamdulillah belum ditemukan korban jiwa dan tidak ada WNI terdampak," kata Penhumas dan Media KBRI Manila Agus Buana dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pesan tersebut, ia juga menyebutkan lokasi gempa yang mengguncang Filipina.

"Selasa pagi ini pukul 04.44, telah terjadi gempa berkekuatan 6,8 skala Richter dengan kedalaman 7 km bawah laut dan 25 km Timur Laut Kotabato-Mindanao, Filipina Selatan."

Menurut laporan Straits Times, korban tewas termasuk seorang siswa di Magsaysay yang hendak melarikan diri ruang sekolahnya yang runtuh akibat gempa bumi tersebut.

 

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Memutus Aliran Listrik

Gempa Bumi
Perbesar
Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Sementara itu, menurut AP, gempa bumi pada Selasa pagi itu memutus aliran listrik di beberapa daerah, memicu orang-orang keluar dari rumah dan bangunan. Selain itu juga memaksa kelas-kelas di sekolah di satu kota untuk ditangguhkan, untuk memungkinkan inspeksi bangunannya.

Sejauh ini belum ada laporan langsung tentang kerusakan besar atau cedera akibat gempa bumi tersebut, yang dikatakan Institut Seismologi dan Vulkanologi Filipina memiliki kekuatan awal 6,6 (sebelumnya disebut 6,4) dan disebabkan oleh pergerakan di patahan lokal sekitar 7 kilometer (4,3 mil).

Wali Kota Davao, Sara Duterte, menangguhkan kelas-kelas sekolah untuk mengizinkan pihak berwenang memeriksa bangunan-bangunan yang mungkin rusak setelah gempa terbaru melanda kawasan itu dalam beberapa pekan terakhir.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gempa Sebelumnya

Gempa Bumi
Perbesar
Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Sebelumnya, gempa magnitudo 6,3 awal bulan ini mengguncang wilayah yang sama dan menewaskan lima orang. Selain itu juga menyebabkan kerusakan pada beberapa sekolah dan bangunan lainnya.

Pada bulan Juli, dua gempa bumi yang terjadi selang beberapa jam itu menghantam sekelompok pulau berpenduduk jarang di Selat Luzon di utara Filipina, menewaskan delapan orang.

Aktivitas seismik biasa terjadi di Filipina, yang terletak di jalur "Cincin Api" Pasifik, patahannya berada di sekitar Samudra Pasifik tempat sebagian besar gempa bumi dunia terjadi.

Gempa bermagnitudo 7,7 menewaskan hampir 2.000 orang di Filipina utara pada tahun 1990.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya