Halloween, Hujan Meteor Taurid Hiasi Langit Malam pada Oktober - November

Oleh Afra Augesti pada 28 Okt 2019, 14:00 WIB
Diperbarui 28 Okt 2019, 14:15 WIB
Hujan Meteor Taurid

Liputan6.com, California - Pada akhir Oktober ini, hujan meteor yang terang benderang, Taurid (yang juga dikenal sebagai bola api), akan menghiasi langit malam di sejumlah wilayah dunia.

Hujan meteor umumnya juga disebut sebagai bintang jatuh, yaitu partikel kecil dari nikel, batu atau besi yang berukuran tidak lebih besar dari sebutir pasir.

Namun, pada malam-malam mendatang, ada peluang yang cukup bagus bahwa Bumi akan menghadapi segerombolan partikel yang lebih besar, mulai dari yang seukuran kerikil sampai kelereng, menurut Space.com yang dikutip pada Senin (28/10/2019).

Hujan meteor Taurid, kadang-kadang disebut sebagai "bola api Halloween," adalah salah satu hujan meteor yang paling lama tahun ini, dengan aktivitas yang dapat dikenali (setidaknya beberapa meteor yang terlihat per-jam) terjadi sejak 20 Oktober hingga 30 November, sedangkan puncaknya berlangsung dari 5 sampai 12 November.

Berbeda dengan binang jatuh Perseid pada Agustus kemarin, yang tampak seperti garis-garis putih bergerak cepat di langit, Taurid akan tampak berwarna kuning atau oranye dan bergerak lambat melintasi garis pandang.

Sebagian besar hujan meteor disebabkan oleh komet, yang cenderung menumpahkan benda-benda kecil ke angkasa luar di sepanjang orbitnya saat menyapu matahari.

Pada fenomena hujan meteor Orionid ini, kemungkinan disebabkan oleh Bumi yang melewati puing-puing yang ditinggalkan oleh Komet Halley.

Sedangkan dalam kasus Taurid, mereka dikaitkan dengan jejak-jejak yang ditinggalkan oleh Encke's Comet atau mungkin komet yang jauh lebih besar.

Encke memiliki periode orbit terpendek untuk sebuah komet, hanya membutuhkan waktu 3,3 tahun untuk melakukan satu perjalanan penuh mengelilingi matahari.

2 of 4

Ada Dua Hujan Meteor

Hujan Meteor Perseid
Sebuah meteor melintas di tengah langit malam selama hujan meteor tahunan Perseid di belakang gereja ziarah Sankt Coloman, barat daya Jerman, Minggu (12/8). Puncak hujan meteor terjadi pada 11-12 Agustus dan 12-13 Agustus. (KARL-JOSEF HILDENBRAND/DPA/AFP)

Sebenarnya tidak hanya satu, tapi dua hujan meteor Taurid: Taurid Utara dan Taurid Selatan. Selama hujan meteor, keduanya akan memancarkan radiasi.

Radiasi hujan meteor adalah titik pancaran di langit tempat asal meteor. Namun, Space.com mencatat, pancara Taurid Selatan akan berada di puncaknya pada 5 November, dan Taurid Utara akan paling aktif pada 12 November.

Keduanya melintasi meridian selatan dan berada di posisi tertinggi di langit sekitar tengah malam. Duo Taurid ini terletak tepat di sebelah selatan gugusan bintang Pleiades.

Jadi, selama beberapa minggu ke depan, jika Anda melihat meteor cerah luar biasa dengan warna kuning, oranye atau bahkan kemerahan, meluncur perlahan menjauh dari gugusan bintang kecil yang terkenal itu, kemungkinan besar ini adalah Taurid.

3 of 4

Peristiwa Sebelumnya

Ilustrasi komet
Ilustrasi komet (NASA)

Sementara orbit Encke's Comet menyapu dekat orbit Bumi selama November, komet ini sebelumnya juga pernah mendekati orbit Bumi selama Juni.

Kekhawatiran para ilmuwan adalah bahwa potongan material sebesar itu, yang mungkin berukuran beberapa ratus kaki, bertabrakan dengan Bumi.

Bukti tidak langsung menunjuk pada ledakan bersejarah Tunguska pada 1908 di atas Siberia.

Meteor dari Encke yang tiba setiap tahun pada Juni juga berasal dari Taurus dan dikenal sebagai Beta Taurid. Namun, karena rasi bintang tersebut berada di wilayah yang sama dengan matahari pada Juni, hampir tidak ada peluang untuk melihat meteor.

Sebaliknya, "versi musim gugur" dari meteor Taurid akan muncul di langit malam yang gelap dan akan terlihat oleh siapa saja yang ingin menyaksikannya.

4 of 4

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by