Restoran Belgia Gunakan Air Daur Ulang dari Toilet untuk Sajian Minuman

Oleh Liputan6.com pada 23 Okt 2019, 10:28 WIB
20160215- Ilustrasi Toilet-iStockphoto

Liputan6.com, Belgia - Sebuah restoran Kuurne di Flanders, Belgia menerapkan sistem daur ulang air yang unik dan mulai diterapkan sejak Kamis 10 Oktober.

Sistem pemurnian air tersebut terletak di kotamadya Flanders yang dekat Kortrijk, sekitar sepuluh kilometer dari perbatasan Prancis.

Dikutip dari news1.news, air tersebut tanpa bau, tanpa warna, serta memiliki rasa yang normal. Mereka tidak mungkin menebak bahwa mereka minum air dari toilet, jika tidak ada yang memberi tahu mereka bagi pelanggan restoran Kuurne.

Bukan sekadar hasil iseng-iseng, hal ini terutama memungkinkan institusi yang tidak terhubung ke sistem saluran pembuangan air untuk memanfaatkan air mereka sebaik-baiknya.

2 of 3

Solusi Minim Air

Air limbah
Bentuk air limbah yang digunakan untuk mandi dan mencuci warga. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Restoran tersebut memungkinkan menyaring air kotornya, termasuk air toilet, dan menyajikan air tersebut kepada pelanggan.

Minum air dari toilet, itulah gagasan yang timbul dari restoran Gust’eaux untuk menawarkan para pelanggan dalam tranparansi air minum.  

Restoran tersebut menggunakan fasilitas sistem pemurnian canggih yang mendaur ulang limbah air, seperti dilansir news1.news.

Hal itu dikembangkan oleh I-Qua yang bertujuan untuk mengembangkan fasilitas pengolahan air limbah berkelanjutan. 

Meski, secara khusus sistem dirancang untuk memungkinkan sekolah-sekolah yang tak terhubung ke sistem saluran pembuangan untuk memanfaatkan air sebaik-baiknya.

Namun sistem tersebut juga menawarkan solusi jika terjadi kekurangan air.

3 of 3

Air Terlalu Murni

Ilustrasi Foto Air Seni atau Urine
Ilustrasi Foto Air Seni atau Urine (iStockphoto)

Restoran Belgia tidak terhubung ke sistem saluran pembuangan kota, jadi itu benar-benar membutuhkan solusi sirkuit-dekat untuk menyelesaikan masalah pembuangan kotorannya. 

Berkat sistem daur ulang air yang diduga unik ini, toilet dan air wastafel awalnya "dibersihkan" dengan pupuk tanaman. Kemudian sebagian dicampur dengan air hujan yang dikumpulkan, dan digunakan untuk menyiram toilet. 

Sementara, sisanya dilewatkan melalui serangkaian pemurnian proses yang membuatnya tidak bisa dibedakan dari air ledeng.

Dikutip odditycentral.com, seorang pihak berwenang dari restoran juga turut memberi tanggapan atas air yang daur ulang yang dikelola.

“Air yang hasilnya terlalu murni untuk bisa diminum, jadi kami menambahkan mineral untuk membuatnya lebih sehat,” kata seorang perwakilan dari Gust’eaux. 

Restoran ini menawarkan air toilet daur ulang untuk pelanggan dalam berbagai bentuk. Bentuk air tersebut seperti air minum gratis, es batu atau kopi. Kabarnya juga digunakan untuk menyeduh bir. 

Sebelumnya, sistem pemurnian air yang sama digunakan untuk menyediakan air minum bagi masyarakat yang terisolasi, tetapi pengalaman itu belum pernah terjadi sebelumnya di Eropa, menurut Sudinfo.

 

Reporter: Hugo Dimas

Lanjutkan Membaca ↓