Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional, Indonesian AID Resmi Berdiri

Oleh Liputan6.com pada 18 Okt 2019, 19:40 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, didamping Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, saat mengisi buku tamu di Gedung Pancasila Kemlu RI, dalam rangka peresmian pendirian Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) (18/10/2019) (sumber: Kemlu RI)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla telah meresmikan pendirian Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional Indonesia (LDKPI) atau Indonesian Agency for International Development (Indonesian AID) pada 18 Oktober 2019 di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri.

Acara peresmian dihadiri oleh para Pejabat dari Kementerian/Lembaga, Perwakilan dari Negara Sahabat, serta Mitra Pembangunan Asing yang secara kontinu berpartisipasi dalam Kerja Sama Pembangunan Negara Berkembang atau biasa disebut Kerja Sama Selatan-Selatan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga turut memberikan sambutan pada acara dimaksud, yang dihadiri pula oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa LDKPI akan memperkokoh peran Indonesia dalam turut melaksanakan ketertiban dunia, melalui penguatan kerja sama pembangunan internasional.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan komitmen Kemenkeu untuk terus bekerjasama erat dengan Kemlu, untuk mendukung diplomasi Indonesia melalui pembentukan LDKPI.

Dalam pidatonya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa pembentukan Indonesian AID ini sudah lama diperlukan, sebagai salah satu bentuk perwujudan "diplomasi tangan di atas," demikian seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (16/10/2019).

Untuk itu, Indonesia terus akan mendorong kerjasama yang lebih erat dengan negara sahabat dan mitra pembangunan, sehingga menguatkan postur Indonesia sebagai negara pemberi bantuan internasional.

Pembentukan Indonesian AID telah menjadi komitmen Pemerintah Indonesia dalam mendukung pembangunan dunia, terutama mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial, di antaranya melalui pemberian hibah kepada pemerintah/lembaga asing, yang saling memberikan manfaat.

Hingga saat ini, Pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan tidak kurang dari 1.000 program kerja sama teknik dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) dalam tiga bidang utama, yaitu pembangunan, good governance, dan ekonomi.

2 of 2

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by