Perayaan HUT Taiwan ke-108, Hubungan Taiwan dan Indonesia Kian Erat

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 09 Okt 2019, 12:50 WIB
Diperbarui 09 Okt 2019, 14:17 WIB
Resepsi Perayaan Hari Jadi Taiwan ke-108 di Hotel Borobudur.

Liputan6.com, Jakarta - Taiwan mengadakan perayaan hari jadinya yang ke-108 pada malam 8 Oktober 2019 di Hotel Borobudur. Masih dengan tajuk yang sama yaitu 'Double Tenth Day', perayaan yang turut mengundang beberapa pejabat pemerintahan Indonesia, anggota parlemen, para pengusaha Taiwan dan tentunya masyarakat Taiwan dari berbagai lapisan.

Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO), yang menjadi tuan rumah resepsi tersebut, John Chen, menyampaikan perkembangan kinerja yang semakin baik sampai saat ini. Beberapa prestasi yang diperoleh oleh Taiwan datang dari berbagai sektor terlebih ekonomi. 

Menurut 'World Competitiveness Report 2008' dari Swiss World Economic Forum (WEF), Taiwan menempati posisi ke-4 di kawasan Asia Pasifik dan ke-13 di dunia. Hal tersebut diperoleh karena lingkungan investasi Taiwan kian membaik dan semakin banyak investor asing yang tertarik akan Taiwan. Salah satunya, Google yang mengumumkan bahwa mereka akan memperluas investasi dan operasinya di Taiwan. 

Dari awal tahun hingga September ini, jumlah investasi telah mencapai NT$ 580 miliar serta menciptakan lebih dari 28.500 lapangan pekerjaan.

 

2 of 3

Hubungan Taiwan-Indonesia

Kepala TETO John Chen mengatakan bahwa penampilan Formosa Circus Art ini merupakan misi pertukaran budaya Taiwan dan Indonesia (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)
Kepala TETO John Chen mengatakan bahwa penampilan Formosa Circus Art ini merupakan misi pertukaran budaya Taiwan dan Indonesia (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Saat ini, hubungan antara Taiwan dan Indonesia semakin erat terlebih dipicu dengan semangat humanisme dari "Kebijakan Baru ke Arah Selatan". 

Sekitar 300.000 orang Indonesia bekerja, belajar, dan tinggal di Taiwan. Di antaranya ada sekitar 260.000 pekerja migran Indonesia. Gaji, asuransi kesehatan, dan kesejahteraan Taiwan untuk pekerja migran Indonesia adalah yang terbaik diantara pekerja migran asing di negara lainnya. 

Selain itu juga ada sekitar 12.000 orang pelajar Indonesia yang belajar di Taiwan, dan program produksi dan pembelajaran "2 + i" yang dipromosikan oleh Taiwan dan Indonesia (lulusan perguruan tinggi multi-teknologi Indonesia yang datang ke universitas sains dan teknologi Taiwan untuk belajar selama dua tahun, bisa magang di perusahaan-perusahaan berkualitas tinggi di Taiwan selama satu tahun).

Pemerintah Taiwan dan berbagai universitas menawarkan berbagai beasiswa bagi pelajar Indonesia, serta berbagai program pelatihan profesional yang dijalankan oleh pemerintah Taiwan dan pihak swasta. Kesemuanya ini bertepatan dengan slogan "Meningkatkan Sumber Daya Manusia" yang digalakkan oleh Presiden Jokowi.

Kepedulian Taiwan dalam bidang kemanusiaan tidak pernah reda. Saat bencana alam di pulau Lombok, kota Palu dan provinsi lain di Sulawesi Tengah tahun lalu melanda, sumbangan dana pemerintah dan swasta dari Taiwan secara keseluruhan telah melebihi 2,86 juta dolar AS. Sebagian dana dialokasikan untuk membangun kembali sekolah-sekolah, pusat kegiatan Islam, donasi tanggul, mobil ambulan, pakaian dan makanan lainnya di daerah bencana. Bantuan dari Taiwan menandakan cinta kasih yang besar terhadap tanah air. 

Kerja sama antara Taiwan dan Indonesia tidak terbatas pada hal ini saja. Dalam bidang pertanian, pencegahan dan pengendalian demam berdarah, pemetaan tanah, perawatan medis, proses pembuangan sampah, dan daur ulang adalah bidang kerja sama yang substantial antara kedua negara.

Dengan Kebijakan Baru ke Arah Selatan yang terus dipromosikan ini, yakin kerja sama win win solusi yang erat antara Taiwan dan Indonesia ini akan terus meningkat.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓