Sempat Live di FB, Hakim Thailand Tembak Diri Sendiri Usai Vonis Bebas Pembunuh

Oleh Liputan6.com pada 06 Okt 2019, 20:10 WIB
Penembakan Senjata Api

Liputan6.com, Thailand - Seorang hakim Thailand, menembak dirinya sendiri di dalam pengadilan yang penuh sesak setelah memvonis bebas beberapa tersangka pembunuhan. Sebelum bunuh diri, ia sempat menyiarkan aksinya secara live di Facebook.

Dilansir dari NDTV, Minggu (6/10/2019), Kanakorn Pianchana, seorang hakim di pengadilan Yala, jantung selatan Thailand yang dilanda pemberontakan, menjatuhkan vonis bebas untuk lima tersangka kasus pembunuhan bersenjata pada Jumat 4 Oktober.

Dia membebaskan kelompok itu dan menyampaikan permohonan di ruang sidang untuk sistem peradilan yang lebih bersih, sebelum mengeluarkan pistol dan menembak dirinya sendiri di dada. Hakim tersebut mengutuk sistem peradilan kerajaan dalam sebuah pidato yang berapi-api.

Para kritikus mengatakan, pengadilan Thailand sering kali menguntungkan orang kaya dan berkuasa, dengan memberikan hukuman cepat dan keras kepada orang biasa karena pelanggaran ringan.

Tetapi hampir tidak pernah ada hakim yang mengkritik sistem tersebut.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 of 5

Berpegang pada Hukum yang Kredibel

Ilustrasi vonis hakim
Ilustrasi vonis hakim. (Fsb.cobwebinfo.com)

"Anda perlu bukti yang jelas dan kredibel untuk menghukum seseorang. Jadi, jika Anda tidak yakin, jangan menghukum mereka," kata Kanakorn di pengadilan dan menyiarkannya di Facebook secara langsung melalui ponselnya.

"Saya tidak mengatakan bahwa kelima terdakwa tidak melakukan kejahatan, mereka mungkin melakukannya... Tetapi proses pengadilan harus transparan dan kredibel, menghukum orang yang salah membuat mereka menjadi kambing hitam."

Selanjutnya terpotong oleh Facebook, tetapi saksi mengatakan bahwa Kanakorn mengucapkan sumpah hukum di depan potret mantan raja Thailand, sebelum menembak dirinya sendiri di dada.

3 of 5

Hakim Sedang Alami 'Stres'

Ilustrasi Tembak
Ilustrasi Tembak (iStockphoto)

"Dia sedang dirawat oleh para dokter dan keluar dari bahaya," Suriyan Hongvilai, juru bicara Kantor Kehakiman, mengatakan kepada AFP.

"Dia menembak dirinya sendiri karena 'stres pribadi'. Tetapi penyebab di balik stres itu tidak jelas dan akan diselidiki," katanya.

Tidak ada hakim Thailand yang pernah melanggar protokol dengan membuat pernyataan serupa tentang sistem peradilan yang lebih luas, tambahnya.

Seorang pengacara yang bekerja dengan para tersangka mengatakan Hakim Kanakorn telah memutuskan bahwa bukti jaksa tidak cukup untuk menghukum.

"Saat ini kelima orang itu masih ditahan dan sedang menunggu untuk melihat apakah jaksa penuntut mengajukan banding atas pembebasan mereka," ucap Abdulloh Hayee-abu, dari Pusat Pengacara Muslim di Yala kepada AFP.

4 of 5

Pemberontakan Thailand Selatan

Lebih dari 7.000 orang tewas dalam 15 tahun konflik di wilayah selatan mayoritas Muslim-Melayu.

Ribuan tersangka telah dipenjara karena tindakan terkait dengan pemberontakan, dan banyak di bawah undang-undang darurat diberlakukan di wilayah bergolak itu.

Kelompok-kelompok advokasi di Thailand Selatan telah lama menuduh pasukan keamanan melakukan tuduhan palsu terhadap tersangka Muslim dan menggunakan undang-undang darurat untuk mendorong kasus-kasus melalui pengadilan.

 

Reporter: Aqilah Ananda Purwanti

5 of 5

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait