Terkuak Sejarah Masa Lalu Andromeda, Kanibal dan Siap Telan Bimasakti

Oleh Afra Augesti pada 04 Okt 2019, 15:00 WIB
Galaksi Andromeda

Liputan6.com, Melbourne - Para astronom di Australian National University (ANU) berhasil menguak masa lalu Andromeda, galaksi spiral raksasa tetangga terdekat Bimasakti.

Menurut laporan, Andromeda adalah galaksi kanibal yang aktif memangsa galaksi-galaksi kecil di sekitarnya demi memperbesar diri. Berjarak sekitar 780 kiloparsec (2,5 juta tahun cahaya) dari Bumi, Andromeda kini sedang meluncur ke arah Bimasakti.

Keduanya diprediksi bertabrakan dalam waktu sekitar 4,5 miliar tahun. Namun, para ahli astronomi masih belum mengetahui sistem mana yang akan menjadi kanibal.

Di satu sisi, menurut Dr Dougal Mackey dari Research School of Astronomy and Astrophysics di ANU yang meneliti tentang galaksi-galaksi kanibal, mengatakan bahwa kebiasaan semacam ini merupakan sesuatu yang lumrah terjadi di alam semesta.

Hampir semua galaksi yang kini berukuran besar, dahulunya merupakan galaksi kecil yang tumbuh dengan memakan galaksi-galaksi di sekelilingnya, tak terkecuali Bimasakti.

"Apa yang kita ketahui tentang Andromeda adalah ukurannya kira-kira sama dengan Bimasakti, baik dalam hal jarak maupun massa," katanya, dikutip dari ABC Australia, Jumat (4/10/2019).

"Bimasakti adalah sistem spiral. Anda mungkin melihat gambar-gambar jenis galaksi yang datar seperti piring makan dengan pinggiran yang bergelombang. Andromeda adalah sistem yang sangat mirip dengan deskripsi ini."

Studi yang diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal Nature menemukan bukti pengkanibalan pertama yang dilakukan oleh Andromeda selama 10 miliar tahun lalu, ketika Andromeda baru terbentuk alias masih bayi. Sedangkan fase kanibal kedua berlangsung sekitar 4 miliar tahun silam.

Informasi itu memberi para astronom gambaran tentang seberapa besar galaksi-galaksi terbentuk. Mereka membuat penemuan tersebut dengan mempelajari halo Andromeda, wilayah di mana banyak bintang-bintang yang mengelilingi galaksi ini.

Di sana, Mackey dan timnya mendapati dua gugus bintang yang terikat secara gravitasi, yang dikenal sebagai gugus bola. Bintang yang berada di dalam dua gugus ini juga dilaporkan membentuk sudut tertentu.

 

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 of 3

Kemiripan Andromeda dan Bimasakti

Ilustrasi Andromeda dan Galaksi Bima Sakti di langit malam
Ilustrasi Andromeda dan Galaksi Bima Sakti di langit malam (NASA)

Para astronom mencoba untuk mendapatkan sebuah gambar yang menunjukkan bagaimana Andromeda tumbuh dari waktu ke waktu dan arah orbital dari gugus-gugus bintangnya.

Penulis utama penelitian lainnya, Profesor Geraint Lewis dari University of Sydney, menjelaskan ia dan rekan-rekan bisa menghitung gugus-gugus itu berkumpul bersama pada waktu yang berbeda --tepatnya pada miliaran tahun lalu.

"Kita tahu bahwa galaksi, seperti Andromeda dan Bimasakti, terkait ke dalam objek yang disebut jaring kosmik -- seperti struktur galaksi dan materinya mirip spons," ucap Lewis.

"Apa yang kami simpulkan adalah kanibalisme ini datang dari berbagai bagian jaring kosmik. Satu datang dari arah yang berbeda, lalu ada umpan besar dari satu arah lain."

Para astronom sangat antusias dengan penemuan ini, karena mereka tahu Andromeda mirip dengan Bimasakti, tetapi sulit untuk mendapatkan pandangan yang baik dari galaksi kita.

3 of 3

Menentukan Masa Depan

Galaksi Bimasakti
Warsaw Telescope dan Milky Way Cepheids ditemukan oleh survei OGLE. (Kredit: K. Ulaczyk / J. Skowron / OGLE / Observatorium Astronomi, University of Warsaw)

Ketika Bimasakti memangsa sebuah galaksi kecil, maka ia akan tumbuh semakin besar. Sama halnya dengan Andromeda.

"Pada akhirnya, mereka berdua akan kalah, karena mereka adalah galaksi spiral yang indah," kata Lewis.

Ketika Bimasakti dan Andromeda kian dekat satu sama lain, tarikan gravitasi keduanya akan menghancurkan diri mereka sendiri.

Andromeda dan Bimasakti akan menjadi satu-satunya galaksi tanpa fitur yang ukurannya jauh lebih besar, setelah menyatu dalam waktu sekitar 4,5 hingga 5 miliar tahun mendatang.

Skenario lain --yang tidak mungkin terjadi, tetapi bisa saja terjadi-- adalah Bumi dihancurkan oleh proses tubrukan ini, atau, Matahari terlempar keluar jalur.

"Ada kemungkinan Matahari bisa terpental dari sistem Andromeda dan Bimasakti ke ruang intergalaksi, atau ada bagian yang dekat dengan bintang lain yang dapat mengganggu orbit Bumi, sehingga Bumi tidak lagi sanggup menyokong kehidupan," Lewis menjelaskan.

Informasi seperti ini membantu para ilmuwan memahami asal terbentuknya galaksi.

Profesor Lewis menyebut, keberadaan awal kita akan membantu menentukan apa yang akan terjadi pada Bimasakti selama 5, 10, dan 15 miliar tahun ke depan.

"Mengetahui masa lalu juga memberi tahu kita sedikit tentang masa depan," menurutnya.

Lanjutkan Membaca ↓