4-10-2011: Michael Morton Diputuskan Tak Bunuh Istrinya Setelah 25 Tahun Dipenjara

Oleh Liputan6.com pada 04 Okt 2019, 06:00 WIB
Diperbarui 06 Okt 2019, 01:13 WIB
Michael Morton (Liputan6.com/Public Domain).

Liputan6.com, Texas - Michael Morton adalah seorang pria yang menghabiskan 25 tahunnya dalam penjara atas tuduhan pembunuhan istrinya. Hari ini, tepat delapan tahun yang lalu ia bisa terbebas karena ternyata terdapat bukti DNA yang melibatkan pria lain dalam pembunuhan istrinya tersebut.

Jaksa dalam kasus ini kemudian dicurigai menahan bukti yang menunjukan Michael tidak bersalah.

Dikutip dari History, Jumat (4/10/2019) tragedi ini bermula saat sore hari pada 13 Agustus 1986, di mana seorang tetangga mendapati Christime Morton (istri Michael) yang berusia 31 terkapar di tempat tidurnya, dalam keadaan tidak bernyawa. Ia dicurigai dipukuli hingga meninggal, kejadian ini berada di williamson County, Texas.

Tetangga tersebut memberi tahu Michael yang saat itu berprofesi sebagai seorang manajer toko kelontong. Namun, enam minggu kemudian Michael ditangkap polisi atas tuduhan pembunuhan pada istrinya sendiri, padahal Michael tidak memiliki catatat kriminal atau sejarah kekerasan satupun.

Dalam persidangan, jaksa mengatakan bahwa Michael telah membunuh istrinya karena Christine menolah untuk berhubungan seks dengannya pada malam sebelum Christine ditemukan tak bernyawa, yaitu pada 12 Agustus.

Michael sendiri sudah menjelaskan bahwa ia tidak ada sangkut pautnya dengan kematian istrinya, dan mengatakan mungkin seorang penyusup datang dan membunuh istrinya.

Tidak ada bukti atau saksi yang memperkuat fakta bahwa Michael membunuh istrinya, sehingga ia tetap dihukum pada 17 Februari 1987 dengan hukuman penjara seumur hidup.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 of 2

DNA Pria Lain Ditemukan

DNA dan Genetik (iStockphoto)
Ilustrasi DNA dan Genetik (iStockphoto)

Pada 2005, tim pertahanan Michael meminta negara bagian untuk menguji DNA pada berbagai barang bukti, termasuk bandana bernoda darah yang ditemukan polisi sehari setelah pembunuhan di sebuah lokasi konstruksi yang ditinggalkan dekat dengan rumah Michael. Pengacara distrik Williamson County berhasil memblokir semua permintaan untuk pengujian sampai 2010, ketika pengadilan banding Texas memerintahkan agar pengujian terhadap bandana dilakukan.

Pada musim panas 2011, hasil tes mengungkapkan bandana itu mengandung darah dan rambut Christine Morton, bersama dengan DNA pria lain, Mark Alan Norwood, seorang penjahat dengan catatan kriminal panjang yang bekerja di daerah Austin.

Michael Morton dibebaskan dari penjara pada 4 Oktober 2011, dan secara resmi keluar dari penjara pada bulan Desembernya. Sebulan setelah Michael dibebaskan, Mark (57) ditangkap karena pembunuhan terhadap Christine Morton, dan dijatuhkan penjara selama seumur hidup pada Maret 2011.

Berdasarkan bukti DNA, Mark juga didakwa atas pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Debra Baker, di Austin pada 1988. Ia memperlakukan Debra sama dengan ia memperlakukan Christine, yaitu memukulinya hingga meninggal.

Sejarah lain mencatat pada tanggal yang sama di tahun 1957, satelit Rusia diluncurkan ke luar angkasa. Benda tersebut menjadi objek buatan manusia pertama yang pernah meninggalkan atmosfer Bumi.

Dan pada 4 Oktober 2008, Sejarah baru tercipta di Amerika Serikat. Keturunan penggembala kambing dari Desa Nyangoma-Kogelo di Kenya di Afrika bisa mengalahkan seorang politisi tangguh sekaligus mantan ibu negara (Hillary Clinton) dalam konvensi Partai Demokrat, kemudian menang lawan mantan pahlawan perang John McCain, capres Partai Republik. Dia adalah Barack Obama.

 

Reporter: Windy Febriana

Lanjutkan Membaca ↓