Lensa Kontak hingga Kunyah Permen Karet, Ini 6 Aktivitas Penyebab Wajah Keriput

Oleh Liputan6.com pada 04 Okt 2019, 10:31 WIB
[Bintang] Ilustrasi Keriput

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki wajah yang tidak cerah merupakan pertanda yang buruk bagi beberapa orang, baik wanita ataupun pria. Begitu juga untuk wajah keriput. Biasanya, tanda ini datang saat seseorang sudah memasuki masa tua.

Namun bagaimana dengan mereka yang di usia muda sudah memiliki wajah keriput? Ternyata ada sejumlah aktivitas yang menyebabkan keriput itu cepat terjadi.

Aktivitas yang dimaksud adalah kebiasaan sehari-hari, seperti menggosok kedua mata, dan menyipitkan mata untuk menghindari cahaya yang masuk, bahkan mengunyah permen karet pun dapat membuat keriput.

Dikutip dari Reader's Digest pada Kamis (3/10/2019), inilah 7 kebiasaan lainnya yang dapat membuat wajah keriput lebih cepat.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 of 7

1. Menggosok Mata

Ilustrasi Menggosok Mata
Ilustrasi Menggosok Mata

Kulit di sekitar mata sangat halus dan rentan terhadap kerusakan. "Menggosok area sensitif ini meregangkan kulit dan memecah kolagen dan elastin, yang dapat menyebabkan keriput," ujar Sejal Shah, MD, dokter kulit di New York City.

Semakin sering melakukannya, semakin buruk pula hasilnya. Contoh yang sama seperti menarik kelopak mata dengan kencang pada saat mengaplikasikan eyeliner, yang dapat memberikan efek merusak yang serupa.

3 of 7

2. Menyipitkan Mata

Sinar Matahari
Ilustrasi paparan sinar matahari/copyright shutterstock

Menyipitkan mata di bawah sinar matahari, ponsel atau komputer berarti memaksa otot-otot di antara alis dan sekitar mata berkontraksi yang menyebabkan kulit diatasnya kusut.

"Awalnya Anda mungkin melihat kerutan hanya disaat Anda mengerut, tetapi seiring waktu, kolagen akan rusak dan kerutan akan menjadi lebih dalam," kata dr Shah.

Cara terbaik untuk mencegah hal tersebut adalah dengan menggunakan kacamata hitam. Namun, pergilah ke dokter mata jika Anda menyipitkan mata terlalu dalam, ada kemungkinan Anda membutuhkan kacamata.

4 of 7

3. Menggunakan Lensa Kontak

Ilustrasi Kontak Lensa
Ilustrasi Kontak Lensa (iStockphoto)

Tindakan mengenakan kontak saja tidak menyebabkan kerutan, justru ini akan membuat orang tidak akan membelinya.

Akan tetapi, ada cara pemakaiannya yang bisa terjadi kerutan. Seringkali ketika memasang kontak lensa dengan menaikkan kedua alis --sama seperti mengaplikasikan masakara.

"Serupa dengan menyipitkan mata, gerakan berulang ini menyebabkan kulit di dahi mudah berkerut," kata dr Shah.

5 of 7

4. Terlalu Sering Konsumsi Gula

donat
ilustrasi donat/Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash

Makanan penutup terasa lezat, tetapi tidak begitu manis untuk kulit. Menurut dr Shah, asupan gula berlebih dapat menyebabkan pembentukan 'produk akhir glikasi lanjut.'

'Produk akhir glikasi' ini adalah senyawa yang merusak kolagen dan elastin. Efeknya menyebabkan kulit keriput dan kendur.

6 of 7

5. Kurang Tidur

20160303-Ilustrasi Insomnia-iStockphoto
Ilustrasi Insomnia atau Susah Tidur (iStockphoto)

Tidur cantik atau 'sleeping beauty' ternyata slogan yang nyata. Jam-jam ketika seorang sakit adalah dimana waktu kulit memperbarui dirinya sendiri.

Jika Anda menahan diri dari istirahat malam yang nyenyak, kulit tidak akan dapat merehabilitasi diri sendiri secara efisen yang menyebabkan pergantian sel yang lebih sedikit dan kulit yang kusam.

Faktanya, sebuah penelitian di jurnal Sleep menemukan bahwa kurang tidur, menyebabkan kelopak mata menggantung, mata merah dan bengkak. Selain itu, lingkaran gelap di bawah mata.

7 of 7

6. Mengunyah Permen Karet

Permen karet (iStock)
Ilustrasi permen karet. (iStockphoto)

Mengunyah permen karet membutuhkan aktivitas otot yang berlebihan di pipi. Ketika melakukan aktivitas ini secara konsisten, akan dapat menyebabkan kolagen rusak dan kulit kehilangan elastisitas.

Dr. Shah pun mengatakan ini akan membuat kerutan di pipi dan di sekitar mulut. Hal terbaik adalah menhghindari permen karet setiap hari, tetapi mengunyah sesekali tidak aan menyebabkan masalah.

 

Reporter: Aqilah Ananda Purwanti

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait