Mogok Sekolah, Pelajar Selandia Baru Suarakan Darurat Iklim

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 27 Sep 2019, 17:03 WIB
Diperbarui 27 Sep 2019, 17:03 WIB
Puluhan ribu pelajar di seluruh Selandia Baru berunjuk rasa menuntut tindakan segera terhadap perubahan iklim. (AP)
Perbesar
Puluhan ribu pelajar di seluruh Selandia Baru berunjuk rasa menuntut tindakan segera terhadap perubahan iklim. (AP)

Liputan6.com, Jakarta - Puluhan ribu pelajar di seluruh Selandia Baru mogok sekolah. Mereka berunjuk rasa dalam gelombang kedua protes di seluruh dunia menuntut tindakan segera terhadap perubahan iklim.

Putaran aksi protes terbaru, yang direncanakan sejak aksi pekan lalu oleh jutaan anak-anak di seluruh dunia, akan melewati Asia dan Eropa sebelum akhirnya mencapai aksi puncak di Montreal, Kanada, tempat pegiat remaja Greta Thunberg dijadwalkan akan berkampanye.

Thunberg, yang menjadi inspirasi aksi mogok sekolah, pekan ini memprotes para pemimpin dunia atas minimnya kebijakan perubahan iklim di KTT Aksi Iklim PBB di New York.

Demonstrasi digelar di beberapa kota kecil dan kota besar di seluruh Selandia Baru dengan pelajar membawa spanduk bertuliskan "Kami bolos pelajaran, sehingga kami dapat mengajari Anda" dan "Anda tidak becus mengatasi perubahan iklim."

Para pelajar berencana mengirimkan petisi ke parlemen nasional menyerukan pemerintah Selandia Baru untuk mengumumkan keadaan darurat iklim.

Para demonstran muda sekali lagi siap untuk membantah argumen bahwa mereka harus berada di sekolah, alih-alih bersatu untuk iklim.

"Pendidikan saya tidak masalah jika saya tidak memiliki masa depan atau jika saya tidak memiliki tanah," Elizabeth Glassie, seorang demonstran di Auckland, seperti dilansir AlJazeera, Jumat (27/9/2019).

Orang-orang muda harus bertindak, Armand Headland yang berusia 14 tahun mengatakan, dengan alasan bahwa tidak adanya tindakan akan membuat planet ini berubah menjadi tanah kosong yang tak bisa dihuni.

"Ini akan seperti Venus karena sangat panas ... tidak akan ada manusia yang tersisa karena aktivitas kita jika kita terus membakar barang," kata Headland.

 

170 Ribu Orang

Puluhan ribu pelajar di seluruh Selandia Baru berunjuk rasa menuntut tindakan segera terhadap perubahan iklim. (AP)
Perbesar
Puluhan ribu pelajar di seluruh Selandia Baru berunjuk rasa menuntut tindakan segera terhadap perubahan iklim. (AP)

Panitia aksi mogok sekolah Selandia Baru mencuit bahwa mereka menerima laporan kredibel ada 170 ribu orang turut serta dalam aksi mogok nasional. Jumlah itu dapat mewakili 3,5 persen populasi negara tersebut.

Perdana Menteri Selandia Baru Jasinda Ardern yang saat ini menghadiri KTT Iklim di New York, pada Kamis mengumumkan ia mendapat dukungan dari empat negara lain atas usulan kesepakatan perdagangan baru untuk memerangi perubahan iklim.

Ardern menuturkan, perundingan dengan Norwegia, Islandia, Kosta Rika dan Fiji akan dimulai awal tahun depan, menambahkan ia berharap negara lain dapat bergabung.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓