Fakta Menguak Jumlah Anggota Militer Aktif di AS Mati Bunuh Diri Melonjak

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 27 Sep 2019, 15:34 WIB
Diperbarui 27 Sep 2019, 15:34 WIB
Bunuh Diri
Perbesar
Ilustrasi Foto Bunuh Diri (iStockphoto)

Liputan6.com, Amerika Serikat - Jumlah anggota dinas militer aktif di Amerika Serikat (AS) yang melakukan bunuh diri melonjak secara signifikan dalam lima tahun terakhir. Temuan ini terungkap dalam laporan Pentagon.

Laporan tersebut muncul setelah tiga pelaut AS yang ditugaskan di kapal induk George HW Bush tewas akibat bunuh diri pekan lalu. Insiden ini menurut Angkatan Laut AS terpisah dan tidak ada sangkut pautnya.

Laporan bunuh diri tahunan pertama Pentagon menyebutkan kematian akibat bunuh diri di kalangan anggota dinas aktif yakni 24,8 per 100.000 anggota dinas, naik dari hanya di bawah 20 per 100.000 anggota aktif pada 2013.

Sepanjang 2018, 541 anggota dinas mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Mayoritas mereka bunuh diri dengan senjata api.

"Kami menuju arah yang salah," kata Elizabeth Van Winkle, direktur kantor Force Resiliency, seperti dikutip dari The Washington Post, Jumat (27/9/2019).

2 dari 3 halaman

Epidemik

Bunuh Diri
Perbesar
Ilustrasi Foto Bunuh Diri (iStockphoto)

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper mengatakan, militer terjebak dalam "apa yang beberapa orang sebut epidemik bunuh diri nasional di kalangan pemuda kami."

"Saya harap saya dapat mengatakan kepada kalian kami memilik sebuah jawaban untuk mencegah lebih lanjut, bunuh diri di Angkatan Bersenjata," kata Esper.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓