Megastruktur Misterius Peninggalan Budaya Trypillya Ditemukan di Ukraina

Oleh Afra Augesti pada 26 Sep 2019, 20:40 WIB
Ukraina

Liputan6.com, Kyiv - Ilmuwan menggali sebuah situs Zaman Batu di Ukraina yang dinilai mampu membantu menjelaskan keberadaan manusia pada 5.000 tahun yang lalu.

Megastruktur tersebut punya luas 2.045 kaki persegi (190 meter persegi), seukuran rumah sederhana Amerika. Namun, beberapa megastruktur bergaya Eropa Timur ini berukuran hingga 18.000 kaki persegi (1.680 meter persegi).

Para arkeolog mengatakan, banyak di antaranya telah ditemukan melalui metode penerapan anomali magnetik di tanah untuk mendeteksi struktur kuno.

Penggalian yang dilakukan di sebuah situs bernama Maidanetske mengungkapkan bangunan-bangunan tersebut digunakan untuk kegiatan sehari-hari, seperti mempersiapkan dan menyimpan makanan.

"Ini mirip dengan aktivitas yang dilakukan di rumah normal," kata Robert Hofmann, seorang arkeolog di Christian-Albrechts University di Kiel, Jerman, yang memimpin penelitian itu, seperti dikutip dari Live Science, Kamis (26/9/2019).

Megastruktur dibangun oleh budaya Tripolye atau Trypillya, sebuah peradaban yang membentang dari Pegunungan Carpathian ke Sungai Dnieper selama Zaman Batu.

Dari sekitar 4100 SM hingga 3600 SM, bangsa Tripolye membangun komunitas besar yang disebut megasites, yang terdiri dari ribuan rumah.

Maidanetske, di Ukraina modern, memiliki 3.000 rumah, meskipun tidak jelas apakah hunian ini didirikan pada saat yang sama atau melalui fase pembongkaran dan pembangunan kembali.

Dengan demikian, populasi masyarakat di sana cenderung sulit dijabarkan, Hofmann mengatakan pada Live Science. Maidanetske mungkin adalah tempat tinggal bagi sedikitnya 5.000 orang atau sebanyak 15.000 orang.

Para arkeolog juga masih mencari tahu: apakah megasites adalah pemukiman sepanjang tahun atau tempat berkumpul musiman.

 

2 of 3

Temuan Lain

Ukraina
Pemandangan udara ini menunjukkan area pemukiman besar Tripolye megasite Maidanetske dengan area penggalian. (Image credit: CRC 1266)

Orang-orang Tripolye sebagian besar berprofesi sebagai petani yang menanam biji-bijian sereal, kata Hofmann, serta penggembala yang memperdagangkan sapi.

Mereka juga berburu binatang, meskipun bukti perburuan menurun dari waktu ke waktu, sehingga hewan peliharaan lebih sering digunakan untuk makanan selama era megasites

Rumah-rumah di megasites Tripolye biasanya diatur dalam lingkaran konsentris, kadang-kadang dihiasi dengan bangunan persegi panjang besar yang oleh para arkeolog dijuluki "megastructures."

Hofmann dan rekan-rekannya kemudian membandingkan penggalian Maidanetske dengan data magnetik dan arkeologis dari 12 megastruktur di Maidanetske dan 104 lainnya dari 19 situs berbeda di seluruh Eropa Timur.

Megastruktur Maidanetske terdiri dari satu bagian beratap dan satu halaman berdinding terbuka, tertanggal pada Abad ke-38 SM, para peneliti melaporkan pada 25 September 2019 dalam jurnal PLOS ONE.

Dinding-dindingnya terbuat dari kayu dan balok kayu yang terbungkus tanah liat dan perapian. Para arkeolog juga menemukan tembikar, termasuk toples tertutup dan peralatan dapur.

Ada juga tulang-tulang berserakan di dekat perapian, mungkin dari makanan terakhir sebelum bangunan itu ditinggalkan. Sebagian besar sampah ditimbun di dekat bangunan. Ada pula batu gosok, batu asahan, dan alat tenun.

 

3 of 3

Ada Perapian dan Oven

Api
Ilustrasi Api (istockphoto)

Bangunan itu sangat berbeda dari rumah-rumah pada waktu itu, yang memiliki tapak lebih kecil, tingginya 2 lantai dan selalu berisi perapian dan oven, kata Hofmann.

Dengan memetakan lokasi megastruktur di pemukiman Tripolye yang berbeda, para peneliti menemukan bahwa bangunan tersebut ditempatkan secara strategis.

Seiring waktu, megastruktur yang lebih kecil menghilang dari pemukiman, hanya menyisakan yang terbesar. Para peneliti sekarang mencoba untuk mencari tahu tentang struktur megastruktur berbeda dari satu daerah ke daerah lain dan bagaimana bagunan ini digunakan setiap hari.

Tim Hofmann baru saja menggali lubang sampah dari sebuah megastruktur di Moldova, dan mereka bekerja untuk membandingkannya dengan lubang pembuangan dari rumah-rumah biasa di sekitarnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by