Gelar 7 Pertemuan Bilateral di PBB, Menlu RI Angkat Isu Ekonomi hingga Palestina

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 26 Sep 2019, 12:01 WIB
Diperbarui 26 Sep 2019, 12:17 WIB
Bahas Perdamaian, Menlu Afghanistan Temui Retno Marsudi

Liputan6.com, New York - Pada hari kedua rangkaian kegiatan Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-74 pada 24 September 2019, Menlu RI Retno Marsudi kembali melakukan tujuh pertemuan bilateral dengan mitranya.

"Hari ini saya telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rumania, Aljazair, Solomon Islands, Guatemala, Estonia, Presiden Majelis Umum PBB, Menlu Ceko," sebut Retno.

Beberapa isu yang diangkat dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain peningkatan hubungan ekonomi, peranan perempuan dalam keamanan dan perdamaian serta isu Palestina di Dewan Keamanan PBB.

"Kerja sama ekonomi, pengarusutamaan isu perempuan serta isu Palestina di Dewan Keamanan PBB menjadi fokus pembicaraan saya dengan negara sahabat di hari kedua ini," jelas Retno seperti dikutip dari rilis resmi Kementerian Luar Negeri RI yang dimuat Liputan6.com, Kamis (26/9/2019).

Untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, Indonesia akan terus mendorong pembentukan instrumen perdagangan bilateral seperti Preferential Trade Agreement serta mengajak kolaborasi pihak swasta dan BUMN.

"Dengan Aljazair, Indonesia usulkan agar kedua negara memiliki PTA. Saya juga sampaikan keinginan WIKA dan Pertamina memperluas business engagement di Aljazair," demikian Retno menambahkan.

Kehadiran Pertamina dan WIKA di Aljazair selama ini telah menuai banyak pujian dan menjadi contoh nyata keberhasilan BUMN Indonesia di luar negeri.

Selain itu, meskipun terletak jauh dari Indonesia, Menlu Retno tekankan pentingnya memulai inisiatif-inisiatif baru untuk mendorong interaksi ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara sahabat di wilayah Eropa Tengah dan Timur dan Amerika Selatan dan Karibia saat bicara dengan Menlu Guatemala dan Ceko.

"Saya mengundang negara sahabat untuk hadir dalam forum business Amerika Latin dan Karibia serta forum bisnis negara-negara visegrad yang akan dilaksanakan di Jakarta."

Dalam pertemuan, Menlu Retno secara khusus juga membahas mengenai kontribusi perempuan dalam perdamaian dan keamanan.

"Sebagai sesama Menlu Perempuan dengan Rumania, saya menekankan pentingnya pengarusutamaan isu perempuan dalam kebijakan luar negeri dan di forum global seperti PBB," ujar Retno yang merupakan Menlu perempuan pertama di Indonesia.

2 dari 3 halaman

Bertemu dengan Presiden Majelis Umum PBB

Sidang darurat Majelis Umum PBB di New York (21/12/2017).
Sidang darurat Majelis Umum PBB di New York (21/12/2017). (AP Photo/Mark Lennihan)

Dalam pertemuan dengan Presiden Majelis Umum, Tijani Muhammad Bande, Menlu RI menekankan kembali dukungan Indonesia terhadap program program Majelis Umum PBB.

Indonesia mendukung program dan prioritas Presiden Sidang Majelis Umum (SMU) PBB yang baru khususnya dalam memperkuat nilai-nilai multilateralisme yang saat ini sedang menghadapi tantangan besar.

Isu Palestina juga tak luput dari pembahasan keduanya.

"Saya secara khusus juga membahas mengenai perkembangan isu Palestina di PBB, karena isu ini isu prioritas bagi Indonesia."

Sebelumnya, selama menjabat Presidensi Dewan Keamanan PBB pada bulan Mei yang lalu, Indonesia telah menyoroti perluasan pemukiman ilegal di wilayah pendudukan Palestina.

Dalam kesempatan tersebut, Guatemala menyampaikan akan segera membuka Kedubes Guatemala dan menempatkan Duta Besarnya di Jakarta pada akhir tahun 2019.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓