Jangan Takut, Ini 5 Manfaat Baik dari Kepribadian Pemalu

Oleh Liputan6.com pada 24 Sep 2019, 13:01 WIB
Ilustrasi malu (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Rasa malu adalah tempramen kepribadian yang selalu memiliki stigma negatif lebih banyak dibanding positif.

Di saat yang sama, mudah bagi seseorang untuk menyerah pada diri sendiri jika merasa malu. Momen seperti inilah yang akan sangat membantu untuk mempertimbangkan beberapa manfaat atau keuntungan menjadi pemalu.

Dikutip dari Well Very Mind pada Selasa (24/9/2019), terdapat 6 manfaat baik yang juga mengatasi kecenderungan malu. Ini mungkin bukan suatu hal yang terlintas dalam pikiran, namun akan berlaku bagi seorang pemalu.

Diharapkan, manfaat ini akan membantu individu yang pemalu dalam memahami diri mereka lebih baik dan mengembangkan kepercayaan diri;

2 of 6

1. Dapat Berpikir Dahulu Sebelum Bertindak

Ilustrasi Berpikir
Ilustrasi Berpikir

Jika Anda pemalu atau cemas secara sosial, Anda mungkin cenderung melihat sebelum melompat.

Sifat ini dapat membantu ketika menyangkut banyak keputusan hidup. Berpikir dengan hati-hati dan merencanakan sebelum bertindak adalah penting untuk banyak rintangan.

Mendukung teori ini, sebuah penelitian pada 2011, membandingkan perilaku anak-anak manusia dan binatang kera dan menemukan hasil bahwa manusia menunjukkan lebih banyak perilaku yang sejalan dengan rasa malu daripada kera --mereka cenderung mendekati sesuatu yang baru.

Ini menunjukkan bahwa kita sebagai manusia mungkin telah mengembangkan kemampuan kita untuk belajar sebelum melompat dan berujung malu. Selalu berpikir positif bahwa segala sesuatunya akan berhasil.

3 of 6

2. Berani Menampakkan Diri

Percaya Diri
Ilustrasi percaya diri. (via: istimewa)

Ketika rasa malu tidak berlebihan, hal ini akan membuatmu mudah didekati orang lain. Rasa malu serta sifat mementingkan diri sendiri jarang mengancam orang lain dan mungkin membuat orang tersebut merasa lebih nyaman.

Di saat yang sama, terlalu banyak rasa malu dapat membuat Anda tampak menyendiri atau sombong. Jika ini masalah, cobalah sesuatu yang sederhana seperti tersenyum atau mengatakan 'hai' kepada orang-orang, untuk menunjukkan Anda tidak terjebak malu.

4 of 6

3. Menjadi Seorang yang Menenangkan

Ilustrasi senang
Ilustrasi senang (Foto:Shutterstock)

Orang pemalu terkadang memiliki efek menenangkan pada mereka yang tidak punya rasa takut. Meskipun mungkin mengalami kekacauan batin sebagai seoraang yang pemalu, namun penampilan luarnya terlihat tenang.

Ketenangan dan kemampuan untuk 'tidak bereaksi' ini mungkin memiliki efek positif pada orang-orang sekitar.

Akan tetapi, jika benar-benar mengalami kekacauan batin, penting untuk menyadari bahwa terkadang tidak masalah untuk mencari bantuan. Lihatlah apakah membuka diri kepada satu orang saja, apakah membuat suatu perbedaan.

5 of 6

4. Menikmati Pekerjaan

Kantor dan tempat kerja
Ilustrasi kantor dan tempat kerja (iStockphoto)

Banyak pekerjaan membutuhkan kemampuan untuk fokus dan berkonsentrasi dalam lingkungan yang sendiri.

Di sinilah beberapa orang pemalu menemukan bahwa mereka berkembang. Tidak memiliki banyak ikatan sosial berarti orang pemalu memiliki sedikit gangguan dan kurang perlu untuk memvalidasi apa yang Anda lakukan di mata orang lain.

6 of 6

5. Mendapatkan Imbalan

Ilustrasi di kantor (istimewa)
Ilustrasi di kantor (istimewa)

Penelitian menunjukkan bahwa otak seorang yang pemalu bereaksi lebih kuat terhadap rangsangan negatif dan positif. Ini berarti bahwa sementara Anda menemukan situasi sosial lebih mengancam daripada rekan-rekan Anda yang telah pergi.

Selain itu, dapat menemukan situasi positif yang lebih bermanfaat. Semakin Anda mendapatkan hadiah, akan menunjukkan lebih banyak nilai dalam bekerja menuju sasaran.

 

Reporter: Aqilah Ananda Purwanti

Lanjutkan Membaca ↓