Aplikasi Travel Halal Buktikan Taiwan Makin jadi Negara Ramah Muslim

Oleh Liputan6.com pada 20 Sep 2019, 15:58 WIB
Opening Travel Fair di Jakarta yang mempromosikan Kota Taipe sebagai kota ramah Muslim. (Liputan6.com/Windy Febriana)

Liputan6.com, Jakarta - Pada 2018 terdapat setidaknya 210.000 orang Indonesia berkunjung ke Taiwan. Jumlah kedatangan wisatawan Indonesia ke Taiwan ini mengalami kenaikan sebanyak 11 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kepala Taipei Economic and Trade Office in Indonesia (TETO) John C. Chen mengatakan bahwa kenaikan ini belum mencapai target, yakni melebihi 15%. Hal ini karena, Taiwan belum begitu familiar di Indonesia sehingga Taiwan ingin benar-benar memperkenalkan keistimewaannya agar semakin banyak wisatawan datang ke Negeri Formosa tersebut.

Dengan keinginan yang besar mendatangkan wisatawan Indonesia ke Taiwan, Negeri Formusa itu sampai membuat aplikasi travelling ramah smartphone untuk para pelancong Muslim.

Aplikasi dengan nama "Halal Taiwan" itu bertujuan untutk memudahkan para Muslim untuk menelusuri wilayah-wilayah halal di sana. Di dalamnya ada panduan untuk mencari musala, makanan halal, dll.

Sudah sejak lama Taiwan menegaskan bahwa mereka adalah negara yang ramah Muslim. John C. Chen pun membenarkan bahwa saat ini di sana sudah banyak fasilitas yang memudahkan orang Muslim di Taiwan.

Menurut Indeks Pariwisata Muslim Global (GMTI) terbaru yang diumumkan oleh MasterCard pada 2019, Taiwan untuk yang pertama kali menempati peringkat ketiga tujuan wisata Muslim terbaik di wilayah non-Islam.

2 of 3

John C. Chen: Kami Memfasilitasi Pengunjung Muslim

Opening Travel Fair di Jakarta yang mempromosikan Kota Taipe sebagai kota ramah Muslim. (Liputan6.com/Windy Febriana)
Opening Travel Fair di Jakarta yang mempromosikan Kota Taipe sebagai kota ramah Muslim. Jumat 20/9/2019 (Liputan6.com/Windy Febriana)

Selain itu, sejumlah lokasi di Taiwan pun sudah mendapat sertifikat ramah Muslim.

"Negara kami punya hotel dengan minimal bintang 3 yang sudah punya seritifikat untuk orang Muslim. Juga, beberapa tempat seperti airport dan stasiun kereta cepat sudah dipersiapkan sudah punya Mushola untuk beribadah. Jadi ya, sangat welcome sekali untuk wisatawan Muslim. banyak juga tempat-tempat makan yang didorong untuk menyediakan makanan halal," ujarnya dalam sebuah acara Travel Fair di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

"Tidak perlu khawatir juga, untuk tempat-tempat wisata besar yang ada di Taiwan rata-rata sudah ramah dengan Muslim," tambahnya.

Taiwan juga memberi kemudahan untuk setiap orang Indonesia yang mau mengunjungi negeri ini, mereka sangat mempermudah pengurusan visa. Bahkan, visa gratis bisa didapatkan jika ada orang Indonesia yang memiliki visa ke negara-negara seperti, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Selandia Baru, Australia, AS, dan negara-negara Eropa dengan hanya menginput dokumen via online yang memakan waktu hanya selama sekitar 10 menit.

3 of 3

Memperkenalkan Kembali Taiwan yang Ramah Muslim

Opening Travel Fair di Jakarta yang mempromosikan Kota Taipe sebagai kota ramah Muslim. (Liputan6.com/Windy Febriana)
Opening Travel Fair di Jakarta yang mempromosikan Kota Taipe sebagai kota ramah Muslim. Jumat 20/9/2019 (Liputan6.com/Windy Febriana)

Dalam rangka membuka pasar Muslim Internasional dan menampilkan pencapaian ramah Muslim Taipei, Biro Pariwisata dan Komunikasi pemerintah kota di sana turut berpartisipasi dalam sebuah pameran pariwisata di Jakarta pada Jumat, 20 September.

Mereka bekerja sama dengan China Airlines, dan menampilkan tren fusi dan hipster Taipei melalui konsep 'Taipei Flash Shop'.

Visual Paviliun Taipei juga ditampilkan untuk menyegarkan dan menarik perhatian banyak turis Indonesia yang datang dan meminta informasi mengenai wisata di sana untuk liburan tahun baru mendatang.

Dalam acara ini, diperkenalkan fitur-fitur perjalanan terbaru Taipei untuk para tamu. Langkah ini merupakan salah satu cara mengejar target kenaikan pariwisata Indonesia ke Taiwan.

Selain itu juga dengan pemberian potongan harga cukup fantastis hingga undian perjalanan gratis ke Taipei, demi mempromosikan Taiwan sebagai negara yang wajib dikunjungi.

 

Reporter: Windy Febriana

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by