Kloset Emas Senilai $ 1,25 Juta Dicuri dari Blenheim Palace di Inggris

Oleh Liputan6.com pada 15 Sep 2019, 14:00 WIB
Toilet Berlapis Emas 18 Karat, di Istana Blenheim, Inggris (William Edwards/AFP)

Liputan6.com, Inggris - Sebuah kloset emas 18 karat senilai $1,25 juta dicuri dari Istana Blenheim, Inggris pada Sabtu 14 September. Kloset tersebut merupakan bagian dari pameran seniman konseptual Italia Maurizio Cattelan.

Dikutip dari UPI, Minggu 15/9/2019 Istana Blenheim merupakan tempat kelahiran dan rumah leluhur Winston Churchill.

"Kami sedih dengan peristiwa ini, namun kami bersyukur karena tidak ada yang terluka saat kejadian," sebut pihak istana dalam sebuah pernyataan.

Pihak otoritas keamanan mengatakan, seorang pria berumur 66 tahun ditangkap atas dugaan pelaku dari pencurian tersebut.

Inspektur Detektif Lembah Thames Jess Milne mengatakan, "pencurian ini menyebabkan kerusakan dan luber air, karena kloset tersebut terhubung langsung dengan sistem pipa istana. Layaknya toilet biasa," ujarnya.

Menurut Thames, polisi percaya si pencuri setidaknya menggunakan dua kendaraan untuk bisa membawa kloset emas tersebut.

2 of 3

Pameran Tetap Akan Dibuka

Pencurian Perampokan dan Pencongkelan Mobil
Ilustrasi Foto Pencurian dan Pencongkelan Mobil (iStockphoto)

Kloset itu dibuat pada tahun 1874, yang awalnya ditempatkan di seberang ruangan Gereja. Pihak resmi memperkirakan ada 6.000 orang yang akan menggunakan kloset tersebut hingga 27 Oktober. Dalam pameran tersebut, ada batas waktu tiga menit untuk mengurangi sistem antrean panjang yang ingin mencoba kloset tersebut.

Edward Spencer-Churchill, saudara tiri Adipati Marlborough dan pendiri Blenheim Art Foundation mengatakan kepada Times of London, toilet itu tidak dijaga karena tidak akan menjadi hal yang mudah untuk dicuri. Sebab banyak orang yang berlalu-lalang menggunakan kloset tersebut.

"Karena itu, sangat disayangkan suatu barang yang sangat berharga telah diambil, tetapi kita masih memiliki begitu banyak harta yang memesona di Istana dan barang-barang yang tersisa dari pameran untuk dibagikan," cuit pihak istana.

"Penyelidikan tetap berlanjut, namun kami akan tetap menjalankan pameran tersebut seperti biasa, sehingga pengunjung tetap bisa datang dan menikmati barang-barang yang kami pajang," tambahnya.

 

Reporter: Windy Febriana

3 of 3

Simal Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓