Menyibak Kronologi Penemuan Pria yang Hilang 2 Dekade Via Google Earth

Oleh Tanti Yulianingsih pada 14 Sep 2019, 19:41 WIB
Temuan jasad pria yang hilang selama  22 tahun berkat Google Earth. (Dokumentasi Google Earth)

Liputan6.com, Florida - Selama lebih dari dua dekade, keluarga besar William Moldt tak mendapatkan jawaban terkait kematian pria itu. Tak ada jasad ditemukan atas identitasnya.

22 tahun berlalu, sebuah penemuan mengejutkan dari Google Earth menyibak misteri kematian Moldt. Keberadaan pria yang kala itu menghilang saat berusia 40 tahun terkuak.

"Ia sepertinya menghilang dari Palm Beach County, Florida, pada 7 November 1997. Malam itu, dia menelepon pacarnya dari sebuah bar untuk memberi tahu dia akan segera pulang," menurut afiliasi CNN, WPTV.

Laporan WPTV menyebut bahwa tak lama kemudian Moldt terlihat meninggalkan bar sendirian, masuk ke kendaraannya dan mengemudi. Dia dilaporkan tidak tampak mabuk.

Malam itu, 22 tahun yang lalu, adalah terakhir kali orang melihatnya hidup.

Baru-baru ini, seperti dilaporkan CNN, Sabtu (14/9/2019), seorang penduduk dari sebuah lingkungan di Wellington, Florida, menemukan objek misterius saat sedang melihat-lihat wilayah tersebut via Google Earth.

"Mereka melihat sesuatu di dalam air," menurut Kantor Sheriff Palm Beach County.

Dalam gambar dari Google Earth itu, terlihat apa yang tampak seperti mobil di kolam retensi yang diapit oleh rumah. Mobil yang tenggelam berada di sisi kiri atas kolam.

Warga itu, yang identitasnya dirahasiakan oleh polisi, kemudian menghubungi seorang residen saat ini yang tinggal berdekatan dengan objek yang terendam.

"Penduduk yang tinggal saat ini di wilayah itu mengaktifkan drone pribadinya dan mengkonfirmasi apa yang dilihat oleh warga dan segera menghubungi kantor sherif Palm Beach County (PBSO)," kata polisi.

Objek yang terlihat ternyata adalah kendaraan. Setelah mengeluarkannya dari kolam, polisi menemukan kerangka di dalamnya.

Tulang belulang itu diangkut ke Kantor Pemeriksa Medis untuk diperiksa. Pada Selasa 10 September, secara positif diidentifikasi sebagai William Moldt.

2 of 3

Penyebab Kematian Masih Misteri

Jenazah
Ilustrasi Foto Jenazah (iStockphoto)

Menurut situs Gizmodo, data dari Charley Project --catatan orang hilang terutama di AS-- menyebut bahwa mobil itu telah terlihat di Google Earth sejak setidaknya 2007 berkat perangkat lunak pemetaan satelit perusahaan. Namun baru disadari pada tahun 2019.

"Sebuah kendaraan telah terlihat jelas di foto satelit Google Earth dari wilayah tersebut sejak 2007, tetapi sepertinya tak ada yang menyadarinya hingga 2019, ketika seorang surveyor properti melihat mobil sambil melihat Google Earth," demikian unggahan status Proyek Charley seperti dikutip dari Fox News.

Kendati demikian, para penyelidik masih tidak tahu apa yang terjadi pada Moldt, yang hilang setelah mengunjungi klub malam 22 tahun yang lalu.

Tak ada kabar sejak Moldt menghubungi sang kekasih sekitar pukul 21.30 untuk memberi tahu bahwa dia sedang dalam perjalanan pulang. Beberapa berspekulasi bahwa dia mungkin minum alkohol terlalu banyak, tetapi dia tidak dikenal sebagai peminum minuman keras kelas berat.

Publik mungkin tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Moldt.

"Anda tidak dapat menentukan apa yang terjadi bertahun-tahun yang lalu, apa yang terjadi," kata juru bicara kepolisian dari Kantor Sheriff Palm Beach County kepada BBC. "Yang kita tahu adalah dia menghilang dari muka bumi, dan sekarang dia ditemukan."

Kantor Sherif Palm Beach menduga bahwa Moldt kehilangan kendali atas mobilnya saat berkendara pulang. Meski demikian, tak ada bukti tentang hal ini ketika penyelidikan awalnya dilakukan, tetapi gesekan dalam air terlihat di kendaraan tersebut.

3 of 3

Temuan Jasad Lain yang Menghilang Setahun

Jenazah
Ilustrasi Foto Jenazah (iStockphoto)

Rupanya banyak mobil berada di dalam danau, kolam, dan kanal Amerika, terutama di Florida.

Pihak berwenang melapor telah menemukan enam mobil di kanal Boca Rio, suatu hari pada tahun 2017. Saat itu mereka tengah menurunkan ketinggian air dalam rangka persiapan menjelang badai.

Lalu ditemukan salah satu kendaraan, Toyota RAV4, berisi jasad seorang wanita berusia 47 tahun. Ia kemudian diidentifikasi bernama Loraine Pino yang telah menghilang tahun sebelumnya. 

Lanjutkan Membaca ↓