Gempa Magnitudo 5,2 di Quezon, Tremor Terasa hingga Ibu Kota Filipina

Oleh Tanti Yulianingsih pada 13 Sep 2019, 17:10 WIB
Gempa Bumi

Liputan6.com, Manila - Tremor dirasakan di Manila saat gempa bumi bermagnitudo 5,2 melanda 17 km bagian timur Carlagan di Provinsi Quezon Filipina, pada Jumat (13/9/2019) sore. Demikian menurut nformasi US Geological Survey (USGS).

"Gempa itu terjadi pada kedalaman 10 km," menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina seperti dikutip dari Channel News Asia.

Tremor dirasakan di ibu kota Manila dan para penghuni bangunan dievakuasi, termasuk di sekolah yang beberapa di antaranya mengumumkan penangguhan kelas.

"Setelah gempa bumi, kelas-kelas dan pekerjaan di semua cabang dan kampus PUP NCR dibatalkan hari ini 13 September 2019," twit Polytechnic University of the Philippines.

Far East University juga mengunggah status terkait gempa bumi di Filipina.

"Langkah-langkah keamanan terkait gempa saat ini sedang dilakukan di kampus. Kami menyarankan semua orang untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi yang diberikan oleh petugas keamanan saat ini. Jaga diri semuanya," tulis pihak universitas tersebut.

Menurut akun Twitter milik University of Santo Thomas, getaran itu "terasa di kampus dan bagian lain Manila".

Foto-foto evakuasi sekolah menunjukkan kerumunan siswa bergegas menuju pintu keluar dan berkumpul di Quadricentennial Square, dekat gedung utama sekolah yang tahan gempa bumi.

2 of 3

Gempa Sebelumnya

20151111-Ilustrasi Gempa Bumi
Ilustrasi Gempa Bumi (iStockphoto)

Sebelumnya pada Sabtu 27 Juli 2019 pagi, sebuah provinsi di Filipina diguncang gempa kembar. Lindu pertama mengguncang saat fajar belum menyingsing, kala orang-orang masih nyenyak tertidur.

Menurut laporan AFP, yang dikutip Sabtu 27 Juli 2019, gempa pertama bermagnitudo 5,4, melanda Batanes, sekelompok pulau berpenduduk jarang di utara pulau utama Luzon, pada pukul 04.00 pagi. Saat itu hampir bersamaan dengan diadakannya latihan gempa di ibu kota Manila.

Gempa kedua, yang tercatat pada bermagnitudo 5,9, menghantam Batan sekitar pukul 07.30 pagi.

Direktur Eksekutif Dewan Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Nasional (NDRRMC), Ricardo Jalad, mengatakan delapan orang dilaporkan meninggal pada pukul 09.00 pagi.

"Mereka terkena puing-puing, bukan terkubur," katanya kepada wartawan.

Warga panik saat gempa kembar melanda. Berlarian ke sana ke mari mencari perlidungan diri.

Mengutip laporan inquirer.net, masyarakat yang ketakutan disebutkan bergegas ke jalanan setelah gempa bermagnitudo 5,4 mengguncang kota Itbayat di Batanes sebelum fajar hari Sabtu. Lindu itu, yang diikuti oleh gempa magnitudo 5,9 menewaskan sedikitnya delapan orang dan 60 lainnya terluka.

Selengkapnya di sini...

3 of 3

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓