Menlu Pompeo: AS Akan Selalu Mengingat Persahabatan dengan BJ Habibie

Oleh Tanti Yulianingsih pada 13 Sep 2019, 13:57 WIB
Diperbarui 19 Sep 2019, 14:13 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (AP PHOTO)

Liputan6.com, Jakarta - Duka karena BJ Habibie meninggal dunia juga dirasakan Negeri Paman Sam. Melalui kedutaan besarnya di Jakarta, disampaikan ucapan belasungkawa langsung dari AS atas kepergian presiden Indonesia ke-3 itu.

"Atas nama Pemerintah Amerika Serikat, saya menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada keluarga dan rakyat Indonesia atas meninggalnya mantan Presiden BJ Habibie," ujar Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael R. Pompeo melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/9/2019).

Menurut Pompeo, BJ Habibie selaku Presiden ke-3 RI telah memimpin negara dan rakyatnya melalui periode penting transisi demokrasi Indonesia yang luar biasa. Ia dianggap telah memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi pembangunan ekonomi Indonesia, termasuk melalui komitmennya terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Dalam masa berkabung ini, terimalah simpati kami yang mendalam serta keyakinan bahwa Amerika Serikat akan terus mengingat persahabatan dengan Presiden Habibie dan dedikasinya untuk negara," imbuh Pompeo.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta juga telah menghaturkan belasungkawa atas meninggalnya BJ Habibie. Sosok Bapak Demokrasi yang wafat di usia 83 tahun.

Ucapan itu diucapkan melalui akun resmi Kedutaan Besar Amerika di Jakarta.

"Pemerintah dan rakyat Amerika turut berduka cita atas meninggalnya Presiden RI #BJHabibie. Doa kami menyertai seluruh keluarga yang ditinggalkan - #DubesDonovan," tulis Kedutaan AS pada Rabu 11 September.

Dalam kicauan tersebut juga diunggah foto dari BJ Habibie.

BJ Habibie meninggal dunia pukul 18.05 di RSPAD Gatut Soebroto, Jakarta. Kabar ini disampaikan langsung oleh anak keduanya, Thareq Habibie. Thareq Habibie mengatakan, sang ayah meninggal karena gagal jantung.

Jenazah BJ Habibie saat ini disemayamkan di rumah duka Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan pada hari Kamis 12 September.

2 dari 4 halaman

Duka dari Malaysia

Resmi Dilantik, Mahathir Mohamad menjadi PM Tertua di dunia
Perdana Menteri Malaysia baru, Mahathir Mohamad memberi keterangan saat konferensi pers di Petaling Jaya, Malaysia (10/8). Di usia 92 tahun, pemimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan itu menjadi pemimpin terpilih tertua di dunia. (AP Photo / Sadiq Asyraf)

 pihak Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta juga berdukacita untuk BJ Habibie. Ucapan itu tertulis pada akun Twitter resminya.

"(Kedutaan) menyampaikan rasa dukacita yang sedalam-dalamnya atas kepergian mantan Presiden RI, Bapak BJ Habibie yang kita semua hormati dan sanjungi," demikian seperti dikutip dari akun Twitter resmi Kedutaan Malaysia di Jakarta hari Rabu.

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad juga berduka atas berpulangnya Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Takziah kepada keluarga serta seluruh warga Indonesia atas berpulangnya ke rahmatullah Bapak BJ Habibie," kata PM Mahathir dalam akun Twitter resminya, @chedetofficial, Rabu (11/9/2019).

"Sesungguhnya kepergiannya merupakan suatu kehilangan besar. Semoga Allah mencucuri rahmat ke atas Rohnya. Alfatihah," tulisnya.

3 dari 4 halaman

Disorot Dunia

20150902-Reza Rahadian Rayakan Satu Dekade Berkarier di Dunia Film-Jakarta
Mantan Presiden Indonesia, BJ Habibie usai menghadiri perayaan 10 tahun Reza Rahazian berkarya di dunia film di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2015). Acara tersebut bertajuk 10 Years Personal Journey of Reza Rahadian. (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Kabar BJ Habibie meninggal tak hanya menorehkan duka bagi Tanah Air, tapi juga negara lain. Sejumlah media asing dunia turut memberitakan kepergiannya ke haribaan sang pencipta.

Tak hanya dimuat media Asia, kepergiannya juga jadi sorotan sejumlah portal berita dari Benua Australia, Eropa, hingga Amerika.

Dari Asia, media online ternama Singapura, The Straits Times, mengabarkan kepergian mendiang Presiden Indonesia ke-3 itu dengan tulisan bertajuk "Former Indonesian president Habibie, who described Singapore as a 'little red dot', dies aged 83".

"Mantan Presiden Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie, yang mengizinkan reformasi demokratis dan referendum kemerdekaan untuk Timor Timur meninggal. Dia berumur 83 tahun," demikian tulis media itu seperti dikutip Kamis 12 September 2019.

Selengkapnya di sini...

4 dari 4 halaman

Simak pula video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓