Ingin Berpartisipasi dalam ICAO, Taiwan Beberkan Kontribusi di Dunia Penerbangan

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 13 Sep 2019, 07:00 WIB
Diperbarui 17 Sep 2019, 15:09 WIB
Ilustarsi bendera Taiwan (AFP/Mandy Cheng)

Liputan6.com, Taipei - Menteri Perhubungan dan Komunikasi Taiwan, Lin Chia-lung, menulis artikel yang menyerukan semua negara di dunia untuk mendukung partisipasi Taiwan dalam Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) demi memastikan keamanan penerbangan penumpang dan peredaran barang kargo.

Artikel itu berkenaan dengan perayaan peringatan berdirinya ICAO ke-75 tahun 2019, dan Sidang Majelis ICAO ke-40 yang akan diadakan pada 24 September di Kanada.

Berikut kutipannya, seperti yang diterima Liputan6.com dari Taiwan Economic and Trade Office (TETO), Kamis (12/9/2019):

"Taiwan memiliki hubungan transportasi udara yang erat dengan berbagai negara wilayah.

Wilayah Informasi Penerbangan Taipei (Taipei FIR) bertanggung jawab atas arus lalu lintas udara yang besar di Asia Timur, dan menyediakan lebih dari 1,75 juta layanan pengendalian lalu lintas udara pada tahun 2018.

Tujuh belas bandara Taiwan melayani lebih dari 68,9 juta penumpang pada tahun 2018, dan 92 maskapai penerbangan beroperasi di Taiwan, menerbangkan 313 rute penumpang dan kargo reguler, yang menghubungkan 149 kota di seluruh dunia.

Oleh karena itu, Taipei FIR adalah bagian yang tidak terpisahkan dari FIR global.

ICAO semestinya memperhatikan kebutuhan Taiwan untuk membangun saluran komunikasi dengan ICAO, dan secara langsung mendapatkan informasi peraturan dan ketentuan terbaru untuk memastikan transportasi yang aman bagi penumpang dan barang kargo di kawasan dan di seluruh dunia."

2 dari 2 halaman

Masih Tidak Bisa Barpartisipasi di ICAO

20160412-pesawat terbang
Ilustrasi pesawat terbang lepas landas dari bandara.

Menteri Lin juga mengemukakan bahwa Taiwan tidak dapat berpartisipasi dalam pertemuan, mekanisme, dan kegiatan ICAO. 

"Baik dari ketepatan waktu, pendanaan, dan operasinya, Otoritas Penerbangan Sipil Taiwan telah membayar lebih banyak upaya dan biaya daripada negara-negara lainnya untuk memastikan keselamatan penerbangan," kata Lim.

"Kami berharap ICAO mau memperhatikan Taiwan agar bisa berpartisipasi dalam Sidang Majelis ICAO, dan mendapatkan informasi dan legitimasi yang diperlukan untuk memenuhi tujuan kerja sama regional ICAO 'langit tidak berlubang (Seamless Sky)' dan sesuai prinsip 'tidak ada yang dikecualikan'."

Menteri Lin juga menyebutkan, pada awal April 2019, Menteri Luar Negeri Kelompok G7 mengeluarkan komunike Pertemuan Menteri Luar Negeri, menyerukan ICAO untuk menerima partisipasi semua anggota aktif penerbangan sipil internasional.

Ini sejalan dengan harapan Taiwan sejak lama untuk berpartisipasi dalam ICAO.

Taiwan adalah pusat aliran penerbangan yang tinggi di Asia Timur, bertanggung jawab untuk keselamatan penerbangan regional dan global, serta pengembangan penerbangan sipil global dan kesejahteraan manusia.

Lanjutkan Membaca ↓