BJ Habibie Meninggal, PM dan Dubes Australia: Beliau Pemimpin Perubahan Besar RI

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 12 Sep 2019, 12:18 WIB
Bendera negara Australia - AFP

Liputan6.com, Jakarta - Perdana Menteri dan Duta Besar Australia berbelasungkawa atas berpulangnya Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie. Ia meninggal dunia pada usia 83 tahun, Rabu 11 September 2019.

"Belasungkawa terdalam atas wafatnya presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie," kata PM Scott Morrison, yang turut dikutip oleh Dubes RI untuk Australia Gary Quinlan, pada unggahan di Twitter, Kamis (12/9/2019).

"Beliau memimpin Indonesia saat terjadinya perubahan besar. Keberanian dan visi beliau selama periode reformasi mendapat apresiasi di Australia," lanjut mereka.

"Semoga keluarga dan orang terdekat diberi ketabahan," tutup PM Morrison dan Dubes Quinlan.

BJ Habibie meninggal dunia pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Rabu 11 September 2019. Kabar tersebut disampaikan anak keduanya, Thareq Habibie.

Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof dr Azis Rani dalam keterangan resminya menyebut bahwa Habibie masuk RSPAD sejak 1 September 2019. Ia ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

Sebelumnya, BJ Habibie sempat dirawat di Jerman setelah mengalami kebocoran klep jantung.

Beliau akan dimakamkan di samping makam mendiang istrinya, Ainun Habibie, di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada siang hari, Kamis 12 September 2019.

2 of 3

Belasungkawa Kedubes AS di Jakarta

Bendera Amerika Serikat (AP PHOTO)
Bendera Amerika Serikat (AP PHOTO)

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menghaturkan belasungkawa atas meninggalnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie.

"Pemerintah dan rakyat Amerika turut berduka cita atas meninggalnya Presiden RI #BJHabibie. Doa kami menyertai seluruh keluarga yang ditinggalkan - #DubesDonovan," tulis Kedutaan AS pada Rabu (12/9/2019).

Dalam kicauan tersebut juga diunggah foto dari BJ Habibie.

3 of 3

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓