Gara-Gara 4 Hal Sepele, Sejumlah Orang Ini Mendadak Tajir

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 11 Sep 2019, 21:00 WIB
Ilustrasi emas harta karun

Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tidak suka membayangkan menemukan sesuatu yang sangat berharga hingga membuat Anda mendadak kaya?

Meski bagi kita itu hanya sebatas khayalan semata, tapi, bagi beberapa orang ini, menjadi kaya mendadak bukanlah mimpi di siang bolong.

Bahkan uniknya, hal-hal yang membuat mereka kaya justru bersifat remeh temeh. Berikut 4 di antaranya seperti dikutip dari Listverse, Rabu (11/9/2019).

2 of 5

1. Segelas Kopi

Biji Kopi
Ilustrasi Foto Biji Kopi (iStockphoto)

Pada suatu hari di musim dingin 1994, perempuan Amerika Serikat Stella Liebeck dan keponakannya pergi ke sebuah layanan drive-thru McDonald's di New Mexico.

Setelah memesan secangkir kopi panas, Liebeck menumpahkannya di pangkuannya saat keponakannya mendadak menjalankan mobil.

Liebeck kemudian menggugat pihak waralaba dan memenangkan biaya ganti rugi besar berdasarkan perintah pengadilan.

Pada proses persidangan yang dikenal oleh komunitas hukum AS sebagai kasus Liebeck vs McDonald's, juri menghadiahkan tiga juta dolar sebagai kompensasi yang harus dibayarkan oleh waralaba kepada perempuan itu.

Meskipun seorang hakim pada akhirnya mengurangi denda itu menjadi sekitar setengah juta dolar, namun, pembayaran itu jelas sangat tidak buruk. Apalagi, satu hal yang membuat Liebeck 'tertimpa durian runtuh' adalah sebuah hal sepele.

Dalam persidangan, terungkap bahwa Liebeck menderita luka bakar tingkat ketiga dan membutuhkan cangkok kulit untuk pulih, dan bukti di ruang sidang mengungkapkan bahwa ratusan orang setiap tahun menderita luka yang sama karena McDonald's menyeduh kopi mereka terlalu panas.

Gugatan ini kemudian menjadi contoh kasus paling sering dibicarakan dalam sistem perdata di AS tentang Tort Reform --gugatan ganti rugi dan liabilitas atas cedera yang dialami oleh seseorang.

3 of 5

2. Tulip

Warna-warni Ladang Bunga Tulip di Jerman
Pandangan udara terlihat ladang bunga tulip saat matahari bersinar di Korschenbroich, Jerman Barat (18/4). Tulip bunganya berukuran besar terdiri 6 helai daun mahkota. (AFP Photo/Ina Fassbender)

Pada abad ke-17 di Belanda, memberikan hadiah bunga tulip kepada seseorang akan membuat mereka sangat terkejut.

Bukan karena Belanda lebih suka mawar, tetapi karena nilai tulip (atau lebih tepatnya umbi mereka) yang bernilai mahal dan langka.

Pada 1600-an, tulip baru saja tiba di Belanda dari tempat yang sekarang merupakan Turki. Sebuah virus menimpa hasil panen, yang menyebabkan setiap tulip diwarnai dengan pola uniknya sendiri.

Anehnya, bunga yang sakit menjadi lebih berharga daripada tulip yang sehat. Para kolektor dan akademik mendambakan pola tulip yang berbeda dan membelinya seolah-olah mereka sedang mengumpulkan kartu bisbol atau pokemon.

Segera penduduk mengetahui bahwa orang-orang di dunia akademik akan membeli bunga bermotif unik dengan biaya berapa pun, dan harga untuk bunga tulip melonjak.

Pada 1637, Anda dapat menukar seikat bunga tulip dengan salah satu rumah terbesar dan paling modis di seluruh Belanda.

Sementara harga jatuh kurang dari setahun kemudian, orang-orang membuat dan kehilangan kekayaan untuk apa yang hari ini kita berikan secara gratis sebagai hadiah cuma-cuma.

4 of 5

3. Batu

Gambar Batu
Ilustrasi Batu (sumber: unspash)

Gary Dahl sedang minum-minum di sebuah bar ketika ide unik muncul dari pikirannya, yang kemudian membuat orang-orang dari tahun 1970-an 'gempar' serta membuat Dahl menerima 1 juta dolar dalam bentuk pendapatan.

Ide itu, yang muncul dalam percakapan dengan teman-temannya, adalah sebuah hewan peliharaan yang paling hebat. Hewan itu akan jinak dan mudah untuk dirawat.

'Hewan' itu adalah batu. Ya benar, batu. Atau, 'Pet Rock' berdasarkan merk dagang yang didaftarkan oleh perusahaan Dahl.

Dahl membuat gagasan mabuknya menjadi kenyataan ketika dia menjual batu dalam kotak kardus, lengkap dengan lubang udara sehingga batu-batu itu bisa 'bernapas'.

Hanya dengan kurang dari empat dolar, Anda dapat memiliki 'Pet Rock' milik Anda sendiri. Manual yang disertakan dalam paket menjelaskan cara merawat batu bersama dengan trik yang bisa diajarkan.

Di antara lelucon sinis lainnya, manual petunjuk dalam satu unit 'Pet Rock' menjabarkan instruksi tentang bagaimana batu peliharaan bisa dilatih untuk bermain 'pura-pura mati' atau 'diam di tempat' --lagipula, apa yang Anda harapkan dari sebongkah batu?

5 of 5

4. Sampah hingga Tinja

Top 3: Penemuan Jasad Wanita dengan Gen Pria Palin Diburu Pembaca
Ilustrasi tinja. (Istimewa)

Setiap hari, kita membuang sampah sendiri tanpa banyak berpikir.

Tapi, bagi seniman Italia, Piero Manzoni, tetek-bengek sampahnya sendiri sama berharganya dengan emas. Pada tahun 1961, ia memasukkan berbagai tetek-bengek itu ke 90 kaleng kecil terpisah dan mencoba menjualnya kepada pelanggannya.

"Artist's Shit", nama produk kalengan itu.

Sebagian orang penasaran dan membeli produk yang kemudian menjadi barang koleksi bernilai tinggi saat ini. Beberapa mungkin bertanya-tanya "apakah benar isinya benar-benar tinja (shit) sang artis?"

Salah satu teman Manzoni, seniman Agostino Bonalumi, mengklaim bahwa kaleng-kaleng itu penuh bukan dari tinja melainkan plester.

Kalengnya terbuat dari baja, dan dengan demikian tidak dapat di-x-ray atau dipindai untuk menentukan isinya, dan membuka kaleng akan menyebabkannya kehilangan nilainya; dengan demikian, konten dari sejumlah kaleng yang masih rapat, tidak diketahui sampai sekarang.

Seniman dan kurator Bernard Bazile memamerkan kaleng Artist's Shit yang dibuka pada tahun 1989, dengan judul kaleng Terbuka Piero Manzoni (bahasa Prancis: Boite ouverte de Piero Manzoni).

Kaleng berisi objek yang tidak dapat diidentifikasi dan dibungkus, yang tidak dibuka Bazile. Ada desas-desus bahwa beberapa kaleng telah meledak, serta ada pula bahwa kaleng berisi kaleng lain di dalamnya.

Sementara rumor lain menyebut bahwa salah satu dari kaleng itu mungkin benar-benar berisi tinja dari Piero Manzoni.

Penasaran berapa harganya? Badan lelang multinasional Sotheby's pernah menjual satu kaleng Manzoni dengan harga 124.000 euro (Rp 1,9 miliar) pada 2008.

Sementara beberapa lelang lain menjual "beberapa kaleng" dengan harga 275.000 euro (Rp 4,2 miliar).

Lanjutkan Membaca ↓