8-9-1504: Publikasi Perdana Patung Marmer 'David' Karya Michelangelo

Oleh Liputan6.com pada 08 Sep 2019, 06:00 WIB
Patung The David (AFP/Alberto Pizzoli)

Liputan6.com, Florence - Hari ini tepat pada 1504, salah satu karya seni terpopuler dan yang paling dicintai di dunia, 'David' diresmikan. Karya dari marmer yang berdiri setinggi 5.181 meter ini dibuat oleh seniman ternama Michelangelo Buonarroti, dan dipajang ke publik di Florence, Piazza Della Signoria di Itali.

Dalam sejarah, karya ini bahkan pernah ditolak oleh seniman lain karena dianggap cacat. Walaupun patung The David ini menggambarkan David yang tak berbusana -- seorang pahlawan yang ditulis di Alkitab dimana ia berhasil membunuh Goliath raksasa dengan ketapelnya.

Michelangelo berusia 26 tahun saat ia membuat proyek patung ini. Ia ditugaskan oleh Opera Del Duomo untuk Katedral Florence pada tahun 1501.

Patung ini membutuhkan waktu tiga tahun untuk menyelesaikannya.

Karena ukuran patung yang berbobot besar, Dewan Vestry Katedral sedikit kesulitan untuk menentukan di mana David akan diletakkan. Sampai akhirnya ia diputuskan untuk bertempat di Piazza.

40 orang selama 4 hari berusaha memindahkan patung itu ke tujuan.

2 of 2

Patung David

Patung David
Patung David karya Michelangelo (Foto: Foxnews.com)

Banyak orang melihat David sebagai sosok laki-laki, namun sebenarnya Michelangelo menggambarkannya sebagai seorang pria berotot dengan selempang di tangan kiri dan sebuah batu di tangan kanan (ilustrasi sebuah ketapel).

Patung ini dianggap sebagai salah satu karya terbaik dari seni High Renaissance.

Tahun 1873, setelah 400 tahun, patung ini dipindahkan ke ruangan Galleria Dell'Accademia untuk melindunginya dari kerusakan. Namun sebuah replika tetap diletakkan di Piazza.

Selain itu hari ini tahun 1986, Presiden Chile, Pinochet selamat dari maut. Ia terhindar dari percobaan pembunuhan atas dirinya dalam serangan sengit yang menewaskan lima pengawal dan melukai 11 lainnya.

Dan pada tahun 1900, sebuah badai mematikan membunuh lebih dari 8.000 orang di Texas.

 

Reporter: Windy Febriana

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by
Tragedi Kabut Asap