China Buka Jasa Kloning Hewan Peliharaan, Harganya Fantastis

Oleh Liputan6.com pada 07 Sep 2019, 18:00 WIB
Kloning Kucing

Liputan6.com, Beijing - Sebuah perusahaan di China membuka kloning untuk siapapun yang kehilangan hewan peliharaan kesayangannya, baik anjing maupun kucing.

Perusahaan Sinogene yang berada di Beijing ini, telah mengkloning hewan peliharaan sebanyak 40 anjing. Dilansir dari The New York Times, harga dari satu hewan kloning, menunjukkan angka yang fantastis.

Seperti seorang aktis asal Amerika, Barbara Streisand yang juga pernah mengkloning anjing jenis Maltipoo miliknya, Sammie. Tak tanggung-tanggung, Streisand membayar sebesar US$50.000 atau Rp 706 juta untuk kloning tersebut.

Setelah mengkloning peliharaan anjing, kini Sinogene telah memiliki kloning kucing pertama.

Kucing kloning yang lahir pada 21 Juli itu menghabiskan biaya pembuatan sebesar US$35,000 atau berkisar Rp 494 juta.

 

2 of 2

Asal Mula Kloning Kucing Perdana

Kloning Kucing
Anak kucing hasil kloning bernama Garlic di perusahaan China, Sinogene, di Beijing pada 2 September 2019. Perusahaan spesialis kloning hewan peliharaan tersebut mengaku telah berhasil mengkloning 40 ekor anjing peliharaan sebelum akhirnya menciptakan klon kucing. (STR/AFP)

Kloning kucing pertama yang dilakukan oleh Sinogene berawal dari kisah Huang Yu yang ditinggal mati hewan peliharaannya yakni seekor kucing. Ia pun kemudian mencari tahu tempat pembuatan hewan kloning.

Lelaki berusia 22 tahu itu kemudian memutuskan untuk mengkloning Garlic. Mengeluarkannya dari dalam timbunan tanah tempat kucingnya dikubur, lalu menyimpannya ke dalam freezer, sampai seorang karyawan dari Sinogene datang untuk mengambil sampel DNA kucing kesayangannya itu.

"Dalam hatiku, Garlic tidak tergantikan," kata Yu. "Garlic tidak memiliki anak untuk generasi selanjutnya, jadi aku hanya bisa memilih untuk mengkloning," ujarnya.

Garlic II menjadi kloning kucing pertama Sinogene yang sukses. Ia memiliki rupa yang sama dengan aslinya, memiliki bulu berwarna putih dan abu-abu. Meski memiliki sedikit perbedaan pada warna bulu di dagu.

 

 

Reporter: Aqilah Ananda Purwanti

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by