Ini yang Akan Terjadi Jika Tidak Ada Matahari

Oleh Liputan6.com pada 06 Sep 2019, 19:40 WIB
matahari

Liputan6.com, Jakarta - Matahari terdiri dari sekitar 333.000 kali massa Bumi. Ia menghasilkan jumlah energi yang sama dengan 100 miliar bom hidrogen setiap detiknya.

Nilai massa-nya yang raksasa, menjadikan matahari  sebagai gaya gravitasi dominan di tata surya yang mengunci delapan planet menjadi orbit elips.

Pada saat yang sama, energi besar matahari juga memanaskan planet kita dengan suhu yang cukup, sehingga permukaan Bumi memiliki suhu yang tepat untuk kehidupan.

Tetapi, apa yang akan terjadi jika kita kehilangan matahari?

Berdasarkan laman Bussiness Insider, inilah penjelasan yang akan terjadi jika Bumi tanpa matahari.

2 of 5

Kecepatan Gravitasi

Ilustrasi Bumi
Ilustrasi Bumi (NASA)

Apa yang tampak seperti pertanyaan konyol bagi orang lain -- bagaimana jika tiada matahari, ternyata membuahkan eksperimen pemikiran penting bagi Albert Einstein.

Sebelum Albert Einsten menyoal masalah ini, para ilmuwan telah menduga --tetapi tidak membuktikan-- bahwa gravitasi bertindak secara instan.

Jika itu benar, maka hal pertama yang akan terjadi ketika matahari menghilang adalah, Bumi bersama dengan semua planet lain akan terbang ke angkasa luar. Hal itu akan menyebabkan kekacauan total di sistem tata surya.

Hal lain yang perlu diketahui adalah, cahaya tidak instan tercipta. Ia akan bergerak dengan kecepatan sekitar 671 juta mil per jam dan membutuhkan waktu sekitar 8 menit untuk mencapai Bumi.

Jadi, jika kecepatan cahaya adalah konstan dan kecepatan gravitasi adalah seketika, maka kita akan merasakan hilangnya matahari sebelum melihatnya.

Tetapi, seperti yang ditunjukkan Einstein dalam teorinya tentang relavitas umum pada 1915, gaya gravitasi tidak seketika. Bahkan, gravitasi bergerak dengan kecepatan yang sama seperti cahaya.

Karena itu, jika matahari lenyap, manusia akan tetap tidak sadar selama delapan menit dan malapeta tidak dapat dihindarkan oleh kita.

3 of 5

Perubahan Total pada Bumi

Ilustrasi langit
Ilustrasi langit (Ilustrasi: Pexels.com)

Bumi tidak benar-benar mengalami kegelapan total. Bintang-bintang akan tetap bersinar dan listrik akan terus bekerja sehingga kota-kota akan tetap terang selama adanya sumber daya listrik. Tak hanya itu, planet-planet juga terlihat untuk waktu yang singkat.

Misalnya, ketika Jupiter adalah yang paling dekat dengan Bumi --dengan jarak 33 menit tahun cahaya-- berarti manusia akan terus melihat planet raksasa itu selama lebih dari satu jam. Waktu inilah yang dibutuhkan pada sinar matahari untuk mencapai Jupiter dan memantulkan kembali ke Bumi --setelah matahari sudah pergi.

Tetapi setelah delapan menit, satu hal di Bumi akan berhenti, kata Michael Stevens, yang memiliki akun YouTube bernama Vsauce yang sangat populer.

Selanjutnya, sebagian besar tanaman kecil akan mati dalam hitungan hari, tetapi bukan itu yang harus dikhawatirkan. Suhu permukaan rata-rata bumi akan turun menjadi 32 derajat Fahrenheit setelah minggu pertama, kemudian menjadi 150 derajat Fahrenheit pada akhir tahun pertama, kata Stevens.

Selain itu, lautan Bumi akan semakin dingin dan membeku. Jika ada manusia yang selamat dari transformasi ekstrem ini, perlindungan mereka satu-satunya adalah berada di dekat geothermal vents di dasar lautan.

4 of 5

Kehidupan di Bumi akan Berkembang Selama Miliaran Tahun

[Bintang] Hiu Paus
Pemerintah berhasil selamatkan ikan hiu paus di Maluku yang akan dijual ke Tiongkok (foto : ilustrasi ikan Hiu Paus)

Tanpa adanya matahari akan menyebabkan kehidupan yang menyedihkan. Sulit untuk mengetahui apakah manusia akan bertahan lama dalam kondisi seperti ini.

Di sisi lain, hewan-hewan yang hidup hari ini akan terus bertahan selama miliaran tahun setelah matahari lenyap.

Hal ini dikarenakan hewan tidak membutuhkan matahari untuk hidup. Sebaliknya, mereka mendapatkan makanan dan energi dari panas yang keluar dari geothermal vents atau ventilasi hidrothermal Bumi.

Sementara sebagian besar kehidupan akan padam dari planet ini tanpa matahari. Organisme yang mencintai panas bumi ini akan terus berkembang selama miliyaran tahun tanpa perawatan tunggal.

Anehnya, bola es Bumi yang menyerupai bulan berada di Yupiter -- dicurigai oleh astrobiologis dapat menampung mikroba ekstraterestrial.

5 of 5

Bagiamana Keadaan di Luar Angkasa?

Ilustrasi angkasa
Ilustrasi angkasa. (Public Domain)

Saat ini, Bumi sedang mengorbit matahari dengan kecepatan 67.000 mil per jam. Jika matahari menghilang, tarikan gravitasinya akan hilang, tetapi kecepatakan Bumi akan tetap sama.

Untuk memahami alasannya, bayangkan Anda sedang mengikat sebuah batu ke ujung tali dan kemudian mengayunkan tali itu dalam lingkaran di atas kepala Anda, dan lepaskan. Batu itu pun terbang dalam garis lurus jauh dari Anda. Sama seperti Bumi yang akan terbang dalam garis lurus jauh dari titik pusat di ruang angkasa di mana biasanya matahari berada.

Selama Bumi tidak bertabrakan dengan planet lain, asteroid atau komet, hanya dibutuhkan sekitar 377.000.000 jam (43.000 tahun) untuk melintasi 4,3 tahun cahaya --jarak ke bintang terdekat, Alpa Centauri.

Setelah 1 miliar tahun, Bumi akan menempuh 100.000 tahun cahaya atau sama dengan panjang seluruh Galaksi Bimasakti.

 

 

Reporter: Aqilah Ananda Purwanti

Lanjutkan Membaca ↓