6 Hal Mengerikan yang Bisa Terjadi Jika Daratan dan Lautan di Bumi Tukar Posisi

Oleh Afra Augesti pada 04 Sep 2019, 20:10 WIB
Ilustrasi Bumi

Liputan6.com, Jakarta - Ketika di sekolah dan belajar tentang fisika, kita diberitahu guru bahwa Bumi sebagian besar ditutupi oleh lautan sebanyak 71%, sedangkan daratan yang kita tinggali (termasuk benua, pulau, dan kepulauan) hanya menyisakan 29%.

Namun, pernahkan terbesit di benak Anda: "apa yang terjadi di muka Bumi jika daratan dan lautan saling bertukar posisi? Ilmuwan mengatakan, kemungkinan besar suhu planet ini akan naik secara drastis dan meningkatkan populasi karnivora.

Lalu, dengan demikian, apakah manusia dapat bertahan hidup dalam kondisi alam seperti itu? Jawabannya mungkin dapat ditemukan dalam ulsaan berikut, seperti dikutip dariĀ Bright Side, Rabu (4/9/2019), tentang 6 hal mengerikan yang bisa terjadi di Bumi andai saja daratan dan lautan bertukar posisi.

2 of 7

1. Suhu Bumi Naik Drastis

Wow, NASA Temukan Planet Mirip Bumi di Dekat Tata Surya
Ilustrasi yang menggambarkan Sistem Trappist-1 yang dibuat oleh NASA, Washington, AS, Rabu (22/2). Sekalipun saat ini planet-planet itu tidak dihuni kehidupan, tapi kehidupan masih bisa berkembang di sana. (AP Photo/ NASA / JPL-Caltech)

Air menyerap banyak panas, tanpa menunjukkan kenaikan suhu yang signifikan. Atas dasar kemampuan inilah, keberadaan sejumlah besar air di lautan membantu menjaga Bumi tetap dingin.

Selain itu, penguapan air dari lautan dan sungai membantu Bumi dalam mengatur suhunya. Jika lautan dan daratan bertukar posisi, maka suhu Bumi akan naik dengan sangat cepat dan jadi lebih panas. Bahkan, sebagian besar daratan akan menjadi kering dan tandus.

3 of 7

2. Oksigen Berkurang

Ilustrasi Bumi
Ilustrasi Bumi (NASA)

Tumbuhan laut memasok sekitar 70% oksigen yang ada di atmosfer Bumi. Tanpa lautan, banyak tanaman air yang akan lenyap dengan cepat, yang pada gilirannya akan menyebabkan lebih sedikit oksigen di atmosfer.

Lautan juga bertindak sebagai penyerap karbon dioksida yang kita lepaskan ke atmosfer. Jadi, jika ada persentase air yang lebih kecil, oksigen di satu sisi akan berkurang dan di sisi lain, karbon dioksida akan meningkat di atmosfer.

Lantaran karbon dioksida adalah penyebab terjadinya efek rumah kaca, maka gas ini juga bisa menghasilkan pemanasan global yang drastis.

4 of 7

3. Fauna di Bumi Berubah

Kerangka Dinosaurus Langka Terjual
Kerangka dinosaurus yang sangat langka dipajang di lantai pertama Menara Eiffel, Paris, 2 Juni 2018. Kerangka dinosaurus yang menyerupai dinosaurus karnivora, allosaurus, itu ditemukan dalam penggalian di Wyoming, AS pada 2013. (AFP/STEPHANE DE SAKUTIN)

Pertukaran posisi antara lautan dan daratan akan berdampak pada bentuk kehidupan di Bumi. Suhu akan naik secara drastis, jumlah oksigen di atmosfer akan menurun, dan karbon dioksida akan meningkat.

Semua ini membuat hidup manusia di planet ini menjadi sulit. Agar hewan dan tumbuhan dapat berkembang, mereka harus berevolusi agar dapat bertahan hidup dan berkembang.

Karena kurangnya ketersediaan tumbuhan, tingkat kepunahan akan lebih cepat, sebab herbivora menghadapi beban yang lebih berat ketimbang karnivora.

Selain itu, kondisi cuaca juga akan membuat hewan berdarah dingin lebih berhasil bertahan hidup daripada yang berdarah panas, termasuk manusia.

5 of 7

4. Transportasi Darat Lebih Gampang

Antrian Truk
Ilustrasi (Istimewa)

Dengan petak tanah yang luas, yang mampu terhubung tanpa gangguan yang disebabkan oleh genangan air, transportasi darat akan menjadi lebih mudah.

Apabila daratan dan lautan bertukar posisi, moda transportasi laut akan sangat terpuruk. Negara-negara yang bergantung pada eksporĀ produklaut akan menderita.

6 of 7

5. Berubahnya Peradaban Manusia dan Ekonomi

Badak Putih
Petugas memberi makan wortel ke badak betina putih, Fatu (19) dan Najin (30) di kandang suaka margasatwa Ol Pejeta, 23 Agustus 2019. Tim dokter hewan berhasil memanen 10 telur dari dua badak putih betina yang masih hidup di Kenya, dalam prosedur yang belum pernah terjadi. (AP/Ben Curtis)

Air adalah sumber kehidupan. Ketika air menjadi langka, negara-negara di dunia ini akan berusaha untuk mengendalikan air sebanyak yang mereka bisa.

Eksplorasi yang mereka lakukan bisa meningkat menjadi perang besar-besaran. Ekonomi negara yang bergantung pada kehidupan laut, pun akan terpengaruh.

Sedangkan perekonomian yang tidak bergantung pada kehidupan laut, mungkin menganggapnya sebagai satu-satunya sumber kelangsungan hidup.

7 of 7

6. Everest Tak Lagi Jadi Puncak Gunung Tertinggi di Dunia

Puncak Everest
Puncak Everest atau Mount Everest di pegunungan Himalaya. (AFP)

Meskipun kita semua tahu bahwa Gunung Everest (8.840 mdpl) merupakan puncak tertinggi di dunia, tetapi pada kenyataannya, itu adalah puncak tertinggi di atas permukaan laut.

Mauna Kea, yang berdiri di ketinggian 10.000 mdpl, adalah gunung yang akan menggantikan Everest jika semua gunung di Bumi tenggelam.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by