7 Perubahan Pada Tubuh yang Cerminkan Kondisi Kesehatan Anda

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 30 Agu 2019, 21:03 WIB
Tumit pecah/boldsky

Liputan6.com, Jakarta - Kerap kali kita menyepelekan perubahan pada tubuh. Meski itu terlihat sepele, rupanya ada ancaman yang berpotensi dapat menganggu aktivitas Anda.

Perubahan pada tubuh bukan sekedar naik atau turunnya bobot tubuh. Namun, juga soal warna kulit, kondisi rambut, kesehatan kuku hingga tekstur bibir.

Oleh sebabnya, perubahan pada tubuh ini harus selalu Anda perhatikan. Pastikan apakah itu berbahaya atau tidak.

Seperti dikutip dari laman Brigthside, Jumat (30/8/2019), berikut 5 perubahan pada tubuh yang mesti Anda perhatikan:

 

2 of 8

1. Kulit Menggelap dan Menebal

Krim Leher
Ilustrasi mengaplikasikan krim leher/copyright shutterstock

Jika Anda melihat bercak coklat atau kuning, yang sedikit bengkak dan terasa seperti beludru, muncul di area di mana kulit Anda terlipat, di bawah ketiak atau leher, jangan abaikan ini.

Ini mungkin pertanda resistensi insulin dan Anda harus memeriksakannya lebih cepat. Ini dapat menjadi bagian dari kondisi di mana tubuh tidak merespons insulin seperti seharusnya dan dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

 

3 of 8

2. Jerawat di Rahang dan Dagu

Jerawat
Ilustrasi jerawat/copyright shutterstock

Di bawah kulit, kita memiliki banyak kelenjar kecil yang menghasilkan minyak alami untuk menjaga kulit tetap dalam kondisi baik.

Karena suatu alasan, kelenjar-kelenjar ini menghasilkan lebih banyak minyak daripada yang bisa ditangani kulit kita.

Bagi wanita, mendapatkan jerawat di sepanjang garis rahang bisa menjadi pertanda ketidakseimbangan hormon.

 

4 of 8

3. Alis Menipis

Ilustrasi alis
Ilustrasi alis. Sumber foto: unsplash.com/Haley Rivera.

Seiring bertambahnya usia, seseorang akan mengalami kerontokan rambut alami, tetapi penipisan alis bisa menjadi tanda hipotiroidisme, kondisi tiroid.

Jika kelenjar tiroid tidak berfungsi dengan baik, mungkin menghasilkan terlalu banyak atau tidak cukupnya hormon tertentu, dan kedua kondisi ini menyebabkan penipisan rambut di tubuh.

 

5 of 8

4. Bibir Kering dan Pecah-Pecah

Bibir
Ilustrasi bibir (iStockphoto)

Proses pengelupasan kulit pada bibir merupakan tanda-tanda tak baik yang terjadi pada tubuh Anda. Bahkan, itu bisa terjadi karena alergi.

Dalam hal ini, Anda perlu memerhatikan baik-baik jenis kosmetik yang digunakan. Bisa jadi, bahan yang terkandung dalam lipstik membuat Anda alergi.

Pecah-pecah pada bibir juga menunjukkan bahwa Anda mengalami kekurangan vitamin A, B dan E. Anda bisa konsultasikan pada dokter soal masalah ini.

6 of 8

5. Kuku Retak

3 Bahan Alami Ini Bisa Buat Kuku Bersih Mengkilap
Ilustrasi kuku mengkilap. (via: istimewa)

Kuku pada tangan dan kaki juga mengalami sejumlah perubahan. Apabila warna kuku berubah maka itu erat kaitannya dengan kesehatan Anda.

Saat kuku pucat, itu tandanya Anda kekurangan zat besi atau tanda anemia. Apabila menguning, maka itu hal itu dapat diindikasikan adanya gangguan hati dan saluran lambung atau infeksi jamur.

Sementara itu, apabila kuku tiba-tiba retak atau patah, itu berarti Anda kekurangan vitamin, kalsium, zat besi dan beta-katoten dalam tubuh.

 

7 of 8

6. Wajah Memerah

Perawatan Wajah
Ilustrasi/copyright shutterstock

Biasanya, wajah seseorang yang tiba-tiba memerah dikarenakan konsumsi alkohol berlebihan. Saat merasa malu dan peningkatan suhu di suatu lingkungan juga dapat memengaruhinya.

Wajah merah juga dapat menunjukkan adanya infeksi yang menyebabkan demodicosis -- penyakit kulit yang disebabkan oleh sejumlah parasit eksternal atau tungau.

Untuk wanita setelah 40 tahun, bisa itu karena penurunan kadar hormon yang menunjukkan gejala awal menopause.

 

8 of 8

7. Tumit Pecah-Pecah

tumit kering
Ini lah beberapa cara untuk mengatasi tumit atau kaki pecah-pecah yang jarang digunakan atau diketahui. (foto:

Salah satu penyebab kulit di kaki menjadi kering karena kekurangan vitamin A dan E. Ini juga bisa disebabkan oleh adanya infeksi jamur yang mempengaruhi kondisi epidermis secara keseluruhan.

Tumit yang pecah-pecah rupanya bukan hanya dapat mempengaruhi kondisi epidermis saja, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan endoktrin.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait