30-8-1835: Pemukim Eropa Dirikan Kota Melbourne di Australia

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 30 Agu 2019, 06:00 WIB
Diperbarui 18 Sep 2019, 18:47 WIB
Ilustrasi kota Melbourne, Australia (AFP/Christopher Futcher)

Liputan6.com, Melbourne - Hari ini, pada 1835, kota Melbourne resmi berdiri di Australia, 32 tahun semenjak koloni Eropa pertama tiba di pelabuhan alaminya.

Sekelompok pengelana dari Inggris dan Irlandia hanya singgah sementara pada labuhan pertamanya di Melbourne, sebelum kemudian melanjutkan pelayaran ke selatan, menemukan sebuah pulau yang kini dikenal sebagai Tasmania.

Lebih dari tiga dekade setelahnya, sekelompok pengusaha Tasmania membentuk Asosiasi Port Phillip untuk menemukan penyelesaian di Port Phillip Bay, gerbang pelabuhan alami Melbourne yang sempat mereka tinggalkan.

Bertindak atas nama John Batman (1801-1839), mereka membeli tanah dari penduduk asli setempat, klan Dutigalla. Namun, masyarakat adat tidak memiliki konsep memiliki atau menjual tanah dan tidak benar-benar memahami kesepakatan tersebut, demikian Today in History dikutip dari Localhistories.org pada Kamis (29/8/2019).

Namun demikian, Batman dan para koleganya kemudian menetap di tepi utara Sungai Yarra. Seorang pria bernama John Pascoe Fawkner, alias Little Johnny Fawkner (1792-1869), memimpin kelompok lain yang menetap di tepi selatan tak lama kemudian.

Namun gubernur New South Wales, Richard Bourke (1777-1855), menyatakan bahwa perjanjian Batman dengan penduduk asli Australia tidak sah.

Meski begitu, para pemukim Eropa berbondong-bondong ke daerah baru tersebut, dan serangkaian ciri kota pun perlahan terlihat.

Akhirnya, pada 1837, Bourke terpaksa menerima koloni baru itu, yang kelak menjadi kota terbesar kedua di Australia

Dia mengirim surveyor bernama Robert Hoddle (1794-1881) untuk merencanakan kota layak, yang ditata dalam pola grid. Pada awalnya pemukiman itu bernama Bearbass, namun kemudian diganti Lord Melbourne, yang merupakan gelar kebangsawanan perdana menteri Inggris kala itu, William Lamb (1779-1848).

 

 

2 of 3

Berkembang Pesat Sebelum Terjatuh di Akhir Abad ke-19

Bendera Australia (iStockphoto via Google Images)
Bendera Australia (iStockphoto via Google Images)

Pada 1851, Melbourne sudah menjadi kota besar dengan 29.000 penduduk.

Selain itu, Victoria menjadi koloni yang terpisah dari New South Wales dan Melbourne menjadi ibukotanya.

Di tahun yang sama, emas ditemukan di Victoria dan demam pertambangan terkait dimulai. Akibatnya, populasi Melbourne meluas, di mana para pemukim berbondong-bondong pindah ke sana untuk mencari penghidupan yang layak.

Seiring berkembangnya Melbourne sebagai kota besar, banyak bangunan baru didirikan bersamaan dengannya.

Prince Bridge, salah satu jembatan ikonik di sana, dibangun pada tahun 1850, Melbourne University didirikan pada 1853, dan Rumah Sakit Royal Melbourne didirikan pada 1848.

Kemudian pada 1857, Melbourne memperoleh pasokan gas pertamanya, yang secara cepat mendorong perkembangan industri di sana

Jaringan kereta pertama di Australia dibangun pada 1854 antara Melbourne dan Port Melbourne di selatan, namun kemudian dirombak menjadi jalur yang beroperasi saat ini pada awal 1900-an.

Menarikmya, panggilan telepon pertama di Australia dilakukan di Melbourne pada 1878, yang mendorong adanya jaringan komunikasi kabel nasional satu-satunya di belahan Bumi selatan pada akhir Abad ke-19.

Semakin mendekati penghujung Abad ke-19, harga tanah naik sangat tinggi di Melbourne. Kenaikan yang tidak terkendali turut memicu depresi ekonomi menjelang pergantian milenium kala itu.

Sementara itu, tanggal yang sama pada 1850, sejarah mencatat Honolulu di Pulau Oahu, Kepulauan Hawaii, resmi berstatus kota di bawah otoritas pemerintah Amerika Serikat.

Lalu, tanggal serupa pada 1900, sebanyak lebih dari 2.000 tahanan Inggris terakhir di Nooitgedagt, Afrika Selatan, dibebaskan.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by