Pernah Tolak Grab hingga Sebut Indonesia Miskin, Ini 9 Fakta Bos Big Blue Taxi Malaysia

Oleh Tanti Yulianingsih pada 30 Agu 2019, 01:02 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 15:28 WIB
Ilustrasi Malaysia

Liputan6.com, Jakarta - Ucapan bos taksi di Malaysia yang menolak kehadiran Gojek dengan menyebut Indonesia sebagai negara miskin kini tengah jadi sorotan.

Dalam video viral yang membuat gelombang kemarahan orang Indonesia, Pendiri Big Blue Taxi Datuk Shamsubahrin Ismail menyatakan Malaysia adalah negara yang kaya, di mana para pemuda tidak miskin seperti rekan-rekan mereka di Indonesia.

"Jika di Indonesia anak muda mereka baik, mereka tidak akan pergi ke luar negeri untuk mencari pekerjaan. Gojek hanya untuk orang miskin seperti di Jakarta, Thailand, India, Kamboja," ucap Shamsubahrin.

Shamsubahrin juga mengatakan, Gojek bisa berkembang di Indonesia karena jalan rayanya yang terlalu sempit untuk kendaraan.

"Kemiskinan di Indonesia terlalu tinggi, gaji tak tinggi. Malaysia tidak bisa seperti itu. Anak muda Malaysia bukan akan miskin, tak datang dari keluarga miskin. Kenapa kita mau menjatuhkan marwah mereka sehingga menjadi tukang Gojek," ujarnya.

Berikut sejumlah fakta di balik sosok bos taksi Malaysia itu, dikutip dari sejumlah sumber, Kamis (29/8/2019):

 

 

 

2 dari 10 halaman

1. Pendiri dan Penasihat Big Blue Taxi Malaysia Menurut penelusuran pada akun Twitter Shamsubahrin Ismail, tertulis nama lengkapnya Dato Shamsubahrin Ismail MD TOM. Melalui akun @shamsubahrin itu, dijelaskan bahwa dirinya adalah pendiri dan penasihat untuk BIG BLUE.

CEO Big Blue Taxi Shamsubahrin Ismail
CEO Big Blue Taxi Shamsubahrin Ismail menggelar konferensi pers dan meminta maaf karena menyebut Indonesia negara miskin (Foto: The Star)
3 dari 10 halaman

3. Berasal Dari Kuala Lumpur, ia bergabung di Twitter 2012 dan saat ini mengikuti 3,957 akun dengan follower 776.

Pendiri Big Blue Taxi Malaysia Shamsubahrin Ismail. (Twitter)
Pendiri Big Blue Taxi Malaysia Shamsubahrin Ismail. (Twitter)
4 dari 10 halaman

4. Pada Mei 2018 lalu, menurut Berita Harian, Shamsubahrin Ismail juga meminta pemerintah Pakatan Harapan yang baru untuk membatasi operasi Grab Malaysia di negara tersebut.

Ilustrasi Grab
Ilustrasi Grab
5 dari 10 halaman

5. Gara-gara perusahaannya dirampok oleh sopir yang sudah bekerja selama 6 tahun, ia pernah mendukung Grabcar dan Uber terkait layanan berbagi perjalanan.

Uber
Ilustrasi aplikasi terbaru Uber (Sumber: Uber)
6 dari 10 halaman

6. Taksi Big Blue diperkirakan akan menggunakan 100 armada listrik mulai Juli atau Agustus ini. Seharusnya diluncurkan pada Mei, tetapi harus diperpanjang untuk mematuhi beberapa proses sebelum disetujui otoritas terkait.

Ilustrasi mobil listrik. (AP)
Ilustrasi mobil listrik. (AP)
7 dari 10 halaman

7. Shamsubahrin Ismail mengkritik Gojek dan menyebut Indonesia miskin sebenarnya viral belakangan.

Bendera Malaysia (iStockphoto via Google Images)
Bendera Malaysia (iStockphoto via Google Images)
8 dari 10 halaman

8. Shamsubahrin juga mengkritik Menpora Malaysia Syed Saddiq yang mengampanyekan Gojek di Malaysia.

Syed Saddiq Abdul Rahman
Menpora Malaysia Syed Saddiq Abdul Rahman (kiri) puas dengan penyelenggaraan Asian Games 2018. (Liputan6.com/Cakrayuri Nuralam)
9 dari 10 halaman

9. Ia akhirnya meminta maaf atas pernyataan yang dianggap telah merendahkan pekerjaan ojek online dan juga rakyat Indonesia..

Bendera Malaysia (AFP PHOTO)
Bendera Malaysia (AFP PHOTO)
10 dari 10 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓