29-8-1831: Michael Faraday Temukan Induksi Elektromagnetik

Oleh Liputan6.com pada 29 Agu 2019, 06:00 WIB
Diperbarui 29 Agu 2019, 19:14 WIB
Michael Faraday Penemu Induksi Elektromagnetik asal Inggris (Public Domain)

Liputan6.com, Inggris - Pada 29 Agustus 1831, Michael Faraday berhasil melakukan penemuan terhadap induksi elektromagnetik. Walaupun sebelumnya karya serupa telah ditemukan namun tidak dipublikasikan oleh pendeta dan fisikawan asal italia bernama Francesco Zandeteschi paa 1829, serta Joseh Henry pada tahun 1830.

Berdasarkan BBC.co.uk, Michael Faraday merupakan seorang ahli kimia dan fisika asal Inggris yang berkontribusi secara signifikan pada studi elektromagnetisme dan elektrokimia. Ia lahir pada 22 September 1791, di London bagian Selatan.

Menurut Thoughtco.com, induksi elektromagnetik (dikenal juga dengan hukum Faraday) adalah proses di mana konduktor ditempatkan di medan magnet yang berubah (atau konduktor yang bergerak melalui medan magnet stasioner) menyebabkan produksi tegangan melintasi konduktor. Proses induksi elektromagnetik ini, pada gilirannya, menyebabkan arus listrik dikatakan untuk menginduksi arus.

Dikutip dari EDN.com, Michael merumuskan bahwa gaya listrik yang dihasilkan di sekitar jalur yang tertutup sebanding dengan laju perubahan fluks magnetik, melalui permukaan yang dibatasi jalur itu sendiri.

Faraday bereksperimen dengan melilitkan dua gulungan kawat berisolasi di sekitar cincin besi. Dia menemukan bahwa, ketika melewati arus melalui satu kumparan, arus sesaat diinduksi dalam kumparan lainnya — induksi bersama. Jika dia memindahkan magnet melalui gulungan kawat, arus listrik mengalir di kawat itu. Arus juga mengalir jika kumparan dipindahkan di atas magnet stasioner.

2 of 2

Menjadi Teori dan Rumus Lapangan

Michael Faraday Penemu Induksi Elektromagnetik asal Inggris (Public Domain)
Michael Faraday Penemu Induksi Elektromagnetik asal Inggris (Public Domain)

Hukum Faraday dalam teori induksi elektromagnetik adalah mengubah medan magnet untuk menghasilkan medan listrik. Setelahnya, teori ini dimodelkan secara matematis oleh James Clerk Maxwell, dan hukum Faraday menjadi salah satu persamaan Maxwell, yang sejak itu berkembang menjadi teori lapangan.

Selain itu teori ini melahirkan rumus yang disebut persamaan Faraday-Maxwell. Yang mendifinisikan hubungan antara perubahan medan listrik dan medan magnet, dengan rumus ∇ × E = - ∂B / ∂t.

Di mana notasi ∇ × dikenal sebagai operasi keriting, E adalah medan listrik (kuantitas vektor) dan B adalah medan magnet (juga kuantitas vektor). Simbol ∂ merepresentasikan diferensial parsial, jadi tangan kanan persamaan adalah diferensial parsial negatif dari medan magnet sehubungan dengan waktu. Baik E dan B berubah dalam hal waktu t, dan karena mereka bergerak posisi bidang juga berubah.

Selain itu pada 29 Agustus ini, tepatnya pada 2005, Badai Katrina mendarat dekat dengan New Orleans, Louisiana. Yang menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat.

Pada tahun 1949, hari ini, Di sebuah wilayah terpencil di Semipalantinsk, Kazakhstan, Uni Soviet berhasil melakukan uji coba bom atom pertamanya. Peristiwa itu dikenal dengan nama "First Lightning".

 

Reporter: Windy Febriana

Lanjutkan Membaca ↓