Pesawat Antariksa Rusia yang Bawa Robot Humanoid Gagal Berlabuh di ISS

Oleh Siti Khotimah pada 25 Agu 2019, 09:02 WIB
Diperbarui 25 Agu 2019, 09:02 WIB
Robot humanoid itu, bernama Fedor, sebelumnya direncanakan akan menghabiskan 10 hari belajar untuk membantu para astronot di stasiun ruang angkasa (AFP Photo)
Perbesar
Robot humanoid itu, bernama Fedor, sebelumnya direncanakan akan menghabiskan 10 hari belajar untuk membantu para astronot di stasiun ruang angkasa (AFP Photo)

Liputan6.com, Moskow - Sebuah pesawat antariksa milik Rusia bernama Soyuz gagal berlabuh secara otomatis ke stasiun ruang angkasa internasional (ISS), lapor kantor berita Moskow pada Sabtu, 24 Agustus 2019. Padahal, wahana itu membawa robot humanoid pertama Rusia. 

Pesawat itu melakukan pengulangan manuver docking setelah percobaan yang gagal di mana dijadwalkan tejadi pada 05.30 GMT (12.30 Waktu Indonesia Barat).

Mengutip Channel News Asia, Minggu (25/8/2019), robot yang bernama Fedor itu direncanakan akan menghabiskan 10 hari belajar untuk membantu para astronot di ISS. Fedor adalah singkatan dari Final Eksperimental Obyek Demonstrasi Penelitian, robot humanoid pertama besutan Rusia.

Fedor meledak pada Kamis, 22 Agustus 2019 di dalam pesawat Soyuz MS-14 dari kosmodrom Rusia Baikonur di Kazakhstan dan akan tetap di ISS sampai 7 September mendatang.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan Berikut:


Fedor Punya Instagram da Twitter

Ilustrasi Rusia dan Bendera Rusia (AP PHOTO/Alexander Zemlianichenko)
Perbesar
Ilustrasi Rusia dan Bendera Rusia (AP PHOTO/Alexander Zemlianichenko)

Fedor tak hanya dilihat sebagai kosmonot, tapi juga Skybot F850. Robot itu diikat ke kursi pilot yang diadaptasi khusus, dengan bendera Rusia berukuran kecil di tangan.

"Let's go. Let's go," ucap robot itu saat peluncuran, mengulangi frasa terkenal yang digunakan oleh manusia pertama di luar angkasa Yuri Gagarin.

Robot antropomorfik berwarna keperakan itu memiliki tinggi 1,80 m dan berat 160 kg. 

Fedor yang memiliki akun Instagram dan Twitter itu sempat memposting yang mengatakan sedang mempelajari keterampilan baru seperti membuka botol air. Hal itu untuk menguji keterampilan manual dalam gravitasi yang sangat rendah.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya