Pakistan Minta Priyanka Chopra Dicopot Sebagai Duta di UNICEF, Kenapa?

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 24 Agu 2019, 07:01 WIB
Diperbarui 24 Agu 2019, 07:16 WIB
Priyanka Chopra

Liputan6.com, Islamabad - Pakistan menyerukan agar aktris Hollywood kelahiran India, Priyanka Chopra, dicopot perannya sebagai duta UNICEF, Goodwill Ambassador. Ia dituding mendukung indikasi perang oleh pemerintah India, terkait meningkatnya ketegangan di wilayah Kahsmir yang disengketakan.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore, dan diunggah di internet pada Rabu 21 Agustus, Menteri Hak Asasi Manusia Pakistan Shireen Mazari meminta Chopra untuk "segera didenotifikasi" dari perannya.

Dikutip dari CNN pada Jumat (23/8/2019), Pakistan menuduh Chopra menunjukkan "sikap pro-perang" dengan secara terbuka mendukung posisi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi di wilayah Kashmir yang dikelola India.

Awal bulan ini, Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa, mengumumkan akan melepaskan otonomi dari negara bagian Jammu dan Kashmir di dataran tinggi Himalaya.

India bahkan memberlakukan jam malam dan pemadaman komunikasi secara ketat di sana.

Langkah itu memicu reaksi keras dari Pakistan dan demonstrasi yang mendukung Kashmir di seluruh dunia.

Menteri Mazari mengatakan posisi pemerintah India di Kashmir bertentangan dengan prinsip perdamaian, dan niat baik yang seharusnya ditegakkan oleh Chopra dalam perannya.

"Dkungannya untuk pelanggaran oleh pemerintah Modi atas konvensi internasional ... melemahkan kredibilitas posisi PBB di mana ia diangkat," kata Mazari.

"Kecuali dia segera dihapus, gagasan tentang Duta Perdamaian PBB (bisa) menjadi ejekan di tingkat global," lanjutnya mengkritik.

Tidak ada tanggapan langsung dari pihak Priyanka Chopra ataupun UNICEF atas desakan Pakistan.

2 of 3

Chopra Dilabrak Wanita Pakistan

Priyanka Chopra
Priyanka Chopra (sumber: AP?indiantvnews)

Kritik Mazari terhadap Chopra berasal dari komentar yang dia buat awal bulan ini, yang merujuk pada twit aktris tersebut pada 26 Februari lalu.

Kala itu, ketika India dan Pakistan --sama-sama bersenjata nuklir-- berada di ambang perang setelah pemboman India atas sebuah desa Pakistan, Chopra mengetwit "Jal Hind #IndianArmedForces", yang diterjemahkan kurang lebih: "Jayalah India #PasukanMiliterIndia".

Lalu, pada bulan Agustus, setelah PM Modi mencabut status khusus Kashmir yang dikelola India, seorang wanita Pakistan mengkritik langsung Chopra di sebuah konferensi kecantikan di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), menanggapi twit kontroversial terkait.

"Agak sulit mendengar Anda berbicara tentang kemanusiaan, karena sebagai tetangga Anda, seorang Pakistan, saya tahu Anda sedikit munafik," kata Ayesha Malik dalam sebuah video perdebatan yang viral di Twitter.

"Anda adalah duta UNICEF untuk perdamaian, dan Anda mendorong perang nuklir melawan Pakistan. Tidak ada pemenang dalam hal ini,"

Respons awal Chopra adalah: "Kapanpun Anda selesai mengomentari ... oke paham, selesai? Oke, keren."

Aktris itu melanjutkan: "Jadi, saya punya banyak, banyak teman dari Pakistan dan India, dan perang bukanlah sesuatu yang saya sukai, tetapi saya patriotik. Jadi, saya minta maaf jika saya melukai perasaan orang lain, yang memang mencintai saya. Tetapi saya pikir kita semua memiliki jalan tengah yang harus kita semua jalani, sama seperti yang mungkin Anda lakukan juga."

3 of 3

Dikritik Karena Patriotismenya

20170108-Priyanka Chopra di Golden Globe-California
Senyum bintang Bollywood Priyanka Chopra di karpet merah ajang Golden Globe 2017 di California, Minggu (8/1). Aktris berusia 34 tahun itu dipercaya untuk menjadi salah satu presenter Golden Globe 2017. (Frazer Harrison/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFP)

Priyanka Chopra, yang mengundang PM Modi ke pernikahannya dengan penyanyi Nick Jonas, telah dikritik karena menunjukkan patriotisme yang membabi buta, dan juag dituding kurang bersimpati atas penderitaan warga Kashmir.

Chopra bukan satu-satunya tokoh publik yang mendukung Modi dan partai BJP-nya. DI Bollywood, seorang kreator film --yang dijuluki "kultus Modi" oleh ilmuwan politik Kapil Komireddi-- telah merilis sebuah film yang mendukung agnda BJP.

Sementara pada 16 Agustus, Dewan Keamanan PBB membahas Kashmir, dengan Duta Besar China Zhang Jun mendesak India dan Pakistan untuk menahan diri dari keputusan sepihak, yang dapat memperburuk situasi tegang dan berbahaya di sana.

Lanjutkan Membaca ↓