Demi Revitalisasi Transportasi, Zimbabwe Ingin Beli Kereta Buatan Indonesia

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 23 Agu 2019, 13:40 WIB
(sumber: KBRI Harare)

Liputan6.com, Harare - Duta Besar RI untuk Zimbabwe, Dewa Sastrawan menyatakan bahwa Pertemuan Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID), yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 20 21 Agustus 2019 sangat bermanfaat bagi masyarakat perkereta-apian Zimbabwe.

Khususnya, bagi National Railways of Zimbabwe (NRZ) dan perusahan-perusahan Zimbabwe lainnya yang tergabung dalam penyelenggaraan usaha angkutan hasil tambang batu bara dan distribusi BBM.

Kelompok usaha ini ingin menggunakan produk lokomotif buatan PT Industri Kereta (INKA) untuk merevitalisasi infrastruktur kereta api angkutan barang di Zimbabwe.

Untuk itu sebelum pertemuan IAID Bali, pada tangal 10 11 Agustus 2019, KBRI Harare mengundang Manajemen INKA ke Harare untuk melakukan pertemuan bisnis NRZ dan juga bertemu dengan konsorsium usaha angkutan batu bara dengan kereta api yang dipimpin oleh kelompok perusahan Cross Holding Zimbabwe.

Dalam pertemuan dua hari di Harare tersebut INKA telah mendapatlan gambaran mengenai tata niaga angkutan hasil tambang batu bara dengan menggunakan KA dari kawasan pertambangan bat ubara di Zimbabwe menuju perbatasan dengan Afrika Selatan.

INKA juga mendapatkan penjelasan mengenai angkutan distribusi BBM dari Pusat Depo BBM di Harare yang dalam jangka panjang hendak didistribusikan dengan angkutan KA ke negara-negara tetangga Zimbabwe, terutama Zambia, Malawi, Botswana dan Afrika Selatan bagian Utara.

2 of 3

Merevitalisasi Perkeretapian Zimbabwe

PT INKA (Persero) berencana melakukan pengujian kereta Light Rail Transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan. (Dok Kementerian BUMN)
PT INKA (Persero) berencana melakukan pengujian kereta Light Rail Transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan. (Dok Kementerian BUMN)

Dalam kunjungan dua hari tersebut Delegasi INKA juga berkesempatan meninjau fasilitas kontrol operasi kereta api di stasiun Harare serta melihat kondisi tracks dan depo di luar Kota Harare.

Kondisi infrastruktur kereta api yang dikelola RNZ masih memerlukan peningkatan dan modernisasi.

Untuk ini RNZ mengharapkan kerjasama dengan INKA untuk revitalisasi infrastruktur angkutan kereta api yang dikelola oleh RNZ.

"Kami telah ditugaskan oleh Menteri Transportasi Zimbabwe untuk hadir di IAID Bali terkait kerjasama revitalisasi KA dengan Indonesia", demikian ditegaskan oleh Mayor Jenderal William Dude, Wakil Presiden Komisaris RNZ sebelum berangkat ke Bali. Jenderal Dude dan Direksi NRZ berencana berkunjung ke fasilitas produksi INKA di Madiun setelah acara IAID selesai.

Disamping Komisaris dan Direksi NRZ, delegasi Zimbabwe ke IAID Bali juga terdiri dari Direkturdan staff Zimbabwe One Stop Investment Services, wakil Kemlu Zimbabwe dan Duta BesarZimbabwe di Jakarta beserta staf.

3 of 3

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓