Sambaran Petir Melukai 100 Orang di Polandia dan Slovakia

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 23 Agu 2019, 06:28 WIB
Ilustrasi petir

Liputan6.com, Warsawa - Sebanyak lima orang, termasuk dua anak-anak, dilaporkan tewas akibat sambaran badai petir yang mendadak muncul di Polandia dan pegunungan Tatra di Slovakia.

Sambaran petir di wilayah yang bertetangga itu juga melukai 100 orang lainnya, menurut tim penyelamat, sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Jumat (23/8/2019).

Sebagian besar korban berada di Polandia, tempat petir menyambar salib logam di atas Gunung Giewont serta jalur pendakian beralas besi di dekat puncaknya, lapor media setempat.

"Keempat korban tewas di Polandia termasuk dua anak," kata Kinga Czerwinska, seorang juru bicara untuk layanan ambulans udara Polandia mengatakan kepada TVN24.

Sementara di Slovakia, satu orang dilaporkan tewas akibat insiden sambaran petir tersebut.

"Ada beberapa kematian di berbagai bagian pegunungan Tatra," kata Jan Krzysztof, seorang kepala layanan penyelamatan gunung Polandia kepada kantor berita PAP.

"Lebih dari 100 orang terluka," kata perdana menteri Polandia, Mateusz Morawiecki, setelah tiba di kota resor pegunungan Zakopane di dekatnya.

Dia mengatakan beberapa orang berada dalam kondisi yang sangat serius, menderita luka bakar atau cedera kepala.

 

 

2 of 3

Sedang Banyak Didatangi Pendaki

Ilustrasi petir (iStock)
Ilustrasi petir (iStock)

Tim penyelamat meyakini banyak pendaki engunjungi puncak Giewont ketika petir menyambar salib di sana.

Mereka telah berangkat untuk mendaki gunung-gunung tertinggi Polandia ketika langit cerah pada hari sebelumnya.

"Kami mendengar bahwa setelah petir menyambar, beberapa orang terjatuh. Lalu petir merambat di sepanjang jalur pendakian logam, menyerang semua orang yang ada di atasnya," kata Krzysztof.

Petir juga menyerang kerumunan orang di gunung Czerwone Wierchy di dekatnya, melukai seorang warga negara Portugal.

3 of 3

Penjelajah Gua yang Hilang Akhirnya Ditemukan

Gua di Prancis
Pengunjung berada di dalam gua alam Choranche, di wilayah Vercors dekat Grenoble, Prancis (3/8). Selain mencari situs alam yang indah, pengunjung juga mencari kesegaran bawah tanah dengan suhu sekitar 15 derajat celcius. (AFP Photo/Jean-Pierre Clatot)

Sementara itu, turut diumumkan pada Kamis 22 Agustus, bahwa tim penyelamat Polandia menemukan jasad salah satu dari dua orang yang terperangkap di sebuah gua di pegunungan setempat sejak Sabtu lalu.

"Yang pertama dari dua orang hilang tersebut telah ditemukan di dalam gua, namun sudah tewas. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan besok," kata layanan penyelamatan gunung setempat, TOPR.

Kedua penjelajah itu terperangkap di gua Wielka Śnieżna, yang dikenal sebagai gua terpanjang dan terdalam di pegunungan Tatra.

Mereka menghilang sejak Sabtu 17 Agustus, dan layanan penyelamatan baru mendapat informasi terkait sehari setelahnya.

Lanjutkan Membaca ↓